DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

PETA SENI TRADISI KABUPATEN MADIUN

7 Juni 2017 Kepala Seksi Cagar Budaya “Sugina, S.Sos” menginformasikan tentang keberadaan Peta Seni Tradisi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun sesuai hasil pengamatan selama ini.

Pendidikan dan Pengembangan Seni Tradisi (PPST) Kabupaten Madiun ada 5 (lima) lembaga yaitu PPST ”Puspa Rama” dari SD Negeri Babadan 01 Kecamatan Balerejo, PPST ”Pasendrat Lukardo” dari SD Negeri Mejayan 01 Kecamatan Mejayan, PPST ”Nawang Krido Taruno” dari SMP Negeri 1 Balerejo, PPST ”Cundrik Kencono” dari SMP Negeri 2 Nglames, PPST ”Bissing” dari SMA Negeri 1 Geger.

Sanggar PPST adalah wadah seni tradisi garapan baru perpaduan antara “Tari, musik dan theater”,  bukan menjiplak dan hasil kreasinya selalu berkelanjutan untuk dikembangkan dan sekarang telah terbukti semakin banyak menghasilkan hasil karya seni terbaru, dan sebagai catatan penting adalah belum tentu atau tidak selalu semua lembaga bisa terdaftar mempunyai/mendirikan sanggar tingkat Kabupaten/Kota maupun tingkat Provinsi.

Ketentuan bagi Lembaga Sekolah yang ingin mempunyai sanggar adalah harus mendaftar ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, kemudian pihak Provinsi akan mengadakan Monitoring ke daerah tersebut, apabila lembaga tersebut tidak memenuhi syarat, berarti otomatis tidak bisa sebagai anggota sanggar PPST Provinsi Jawa Timur.

Disini ada beberapa alur peta kekuatan wilayah yang biasanya lembaga atau wilayah tersebut sebagai pemenang juara kompetisi Seni Tradisi tingkat Kabupaten Madiun dan akan selalu berulang-ulang setiap tahun, karena daerah tersebut memang ada penanganan khusus tentang pengembangan seni tradisi.

Kalau dilihat berdasarkan Wilayah Kecamatan, jelas terlihat bahwa Balerejo mempunyai sanggar jenjang SD dan SMP, otomatis seniman lulusan SDN Babadan 01 akan diterima atau ditampung di SMPN 1 Balerejo, sehingga hasil juara dari Sekolah Dasar akan terus berlanjut ke Jenjang SMP.

Kecamatan Balerejo memang sejak dulu sebelum PPST terbentuk, sudah mempunyai ketoprak cilik (ketoprak Kecil), artinya daerah Balerejo sangat peduli dengan pengembangan dan kelestarian nilai-nilai budaya, maka jangan heran jika sekarang selalu mendominasi kejuaraan seni tari di tingkat Kabupaten sampai ke tingkat Provinsi.

Lulusan Peserta Didik jenjang SMP dari Kecamatan Balerejo biasanya menyebar di SMA/SMK wilayah terdekat, yaitu Kecamatan Madiun, Mejayan, Wonoasri, Pilangkenceng dan Saradan, ironisnya SMA/SMK wilayah kecamatan tersebut belum ada yang mempunyai sanggar PPST, justru meluncur jauh ke daerah Madiun selatan, yaitu SMA wilayah Kecamatan Geger, tentunya SMAN 1 Geger berjuang membangun sanggar PPST mulai dari awal.

Tahun 2017 Dinas Pendidikan mengalami perubahan SOTK yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun dan mulai tahun ini juga sudah tidak menangani jenjang SMA/SMK, tapi tetap masuk peta wilayah Kabupaten Madiun.

Kecamatan Mejayan mempunyai SDN Mejayan 01 yang telah menoreh beberapa kejuaraan setingkat Jawa Timur, tapi kelihatannya belum berdampak ke SMP wilayah tersebut, belum ada wilayah Mejayan untuk lembaga SMP yang tergabung atau mempunyai sanggar PPST.

Kecamatan Madiun mempunyai SMPN 2 Nglames, karena daerah terdekat belum ada Sekolah Dasar yang mempunyai sanggar, tentunya telah bersusah payah membangun mulai awal, dan yang disayangkan lagi bahwa seniman/seniwati lulusan SMPN 2 Nglames belum ada SMA/SMK terdekat yang mempunyai sanggar PPST.

Peta Seni Tradisi Kabupaten Madiun kelihatannya belum merata, masih didominasi daerah ibu kota kecamatan, peserta didik dari SD dan SMP wilayah pegunungan wilis belum bisa berbuat banyak, hal inilah yang menjadi garapan Kabupaten Madiun.

Permasalahannya adalah, membentuk sanggar PPST harus ada rekomendasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, dan tentunya harus punya pelatih yang benar-benar menguasai semua jenis teknik tarian dan mempunyai pandangan kedepan untuk menciptakan produk-produk jenis tarian yang terbaru, karena harus berkelanjutan dan selalu dikembangkan, apalagi dalam kompetisi kejuaraan seni tradisi, tentunya temanya berbeda-beda, maka pelatih harus bisa menyiapkan banyak jenis tarian agar tidak kesulitan di kemudian hari.

Menurut informasi bahwa untuk tahun 2017 PPST Kabupaten Madiun akan berdiri sendiri, berarti dimungkinkan akan tumbuh berkembang Sanggar Tari baru, jadi tidak seperti sekarang hanya 2 (dua) Lembaga SD, 2 (dua) Lembaga SMP dan 1 (satu) SMA.

Harapannya dengan adanya perluasan dan pemerataaan tersebut, tentunya ingin mencapai indikator peningkatan mutu, relevansi dan daya saing yang tinggi, tentunya adanya kenaikan jumlah sanggar baru, bukannya justru mengurangi mutu dan kwalitas yang dihasilkan, tapi harus semakin berbobot, kompetitif dan banyak menginspirasi.

 

 

NEW

June 21st 2018Views 6Comments 0Rating 0
June 21st 2018Views 5Comments 0Rating 0
June 13th 2018Views 19Comments 0Rating 0
June 8th 2018Views 25Comments 0Rating 0
June 7th 2018Views 18Comments 0Rating 0
June 7th 2018Views 28Comments 0Rating 0
June 6th 2018Views 18Comments 0Rating 0
June 6th 2018Views 22Comments 0Rating 0
June 5th 2018Views 22Comments 0Rating 0
June 5th 2018Views 27Comments 0Rating 0
June 4th 2018Views 24Comments 0Rating 0
June 4th 2018Views 20Comments 0Rating 0
May 31st 2018Views 34Comments 0Rating 0
May 31st 2018Views 23Comments 0Rating 0
May 30th 2018Views 31Comments 0Rating 0
May 28th 2018Views 40Comments 0Rating 0
May 28th 2018Views 24Comments 0Rating 0
May 26th 2018Views 41Comments 0Rating 0
May 25th 2018Views 39Comments 0Rating 0
May 24th 2018Views 70Comments 0Rating 0
May 24th 2018Views 38Comments 0Rating 0
May 24th 2018Views 44Comments 0Rating 0
May 23rd 2018Views 48Comments 0Rating 0
May 22nd 2018Views 43Comments 0Rating 0