DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

HAI, HGN DAN HUT PGRI KE 73 DI SUMENEP

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sodik Hery Purnomo S.Si didampingi oleh Ketua PGRI “Drs. Suprijadi, M.Pd” bersama rombongan berkenan menghadiri peringatan hari guru nasional (HGN) 2018 tingkat Provinsi Jatim dan Hari Aksara Internasional (HAI) serta HUT ke 73 PGRI tanggal 15-17 November 2018 di Kabupaten Sumenep, Madura.

Kepala Dinas merasa bangga, karena Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun dinyatakan sebagai “Stand bertema literasi terbaik I” dalam rangka Pameran Hari Aksara Internasional Provinsi Jawa Timur ke 53 tahun 2018 di GOR Ahmad Yani Sumenep dan piagam ditanda tangani oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur “Dr. Ir. Heru Tjahjono, MM”

Dengan moto Beliau “Maju bersama hebat semua” semoga hasil terbaik ini bisa menjadi inspirasi para tokoh semua kelompok Pendidikan Kabupaten Madiun, yang akan berdampak kepada kemuajuan semua sekolah beserta jajarannya, semoga semua ini bisa menjadi berkah, tegasnya.

Sementara pada acara Hari Guru Nasional (HGN) ke 73, Ketua PGRI “Drs. Suprijadi, M.Pd” mengutip sambutan dari ketua PGRI Pusat “Unifah Rosidi” yang memberi beberapa pencerahan kepada semua guru, baik yang sudah PNS maupun yang masih berstatus honorer.

Beberapa sambutan Beliau yang merujuk Juknis permen 10 tahun 2018, bahwa ada poin tertentu yang menyatakan Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) tetap cair apabila sedang Naik haji, sakit bisa menunjukkan surat keteterangan dokter dan yang terakhir adalah Cuti alasan khusus 28 hari .

Semua ini jerih payah PGRI melalui komunikasi yg baik dengan pemerintah pusat agar daulat guru dikembalikan sebagai pendidik bukan penyusun administrasi, danpengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) tidak ada hubungannya dengan pemutusan TPP, uji kompetensi bukan untuk pemutusan TPP tapi untuk peningkatan kompetensi guru.

PGRI harus menjadi kekuatan edukatif dalam menyelesaikan segala persoalan, jangan sampai bertindak sendiri sendiri, Juga perjuangan PGRI adalah mengusulkan adanya revisi undang undang ASN untuk menyelamatkan honorer yang usia 35 tahun ke atas, termasuk Guru TIK, semua itu masih dalam perjuangan PGRI.

Akhirnya kata, Beliau menghimbau kepada semua guru agar melaksanakan dan bekerja yang terbaik di kelas masing-masing sekolah, biarkan PGRI yang akan terus berjuang.

 

NEW

December 9th 2018Views 3Comments 0Rating 0
December 9th 2018Views 2Comments 0Rating 0
December 9th 2018Views 2Comments 0Rating 0
December 7th 2018Views 4Comments 0Rating 0
December 5th 2018Views 9Comments 0Rating 0
December 4th 2018Views 11Comments 0Rating 0
December 4th 2018Views 13Comments 0Rating 0
December 4th 2018Views 12Comments 0Rating 0
December 4th 2018Views 19Comments 0Rating 0
December 3rd 2018Views 11Comments 0Rating 0
December 3rd 2018Views 15Comments 0Rating 0
December 1st 2018Views 14Comments 0Rating 0
November 30th 2018Views 14Comments 0Rating 0
November 29th 2018Views 15Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 13Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 13Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 11Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 12Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 11Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 11Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 9Comments 0Rating 0