DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

SEKOLAH DITENGAH PUSAT KAMPUNG BREM

Kepala Sekolah SDN Kaliabu 01 mempunyai niat untuk memperkenalkan daerahnya sebagai penghasil brem terbesar di wilayah Kabupaten Madiun, dan dimungkinkan dari salah satu peserta didiknya ada anaknya pengusaha Brem.

 

Madiun mempunyai sebutan salah satunya kota Brem, dan lokasi penghasil brem sebenarnya adalah di Kabupaten Madiun sebelah timur, namun warga di luar Madiun sering belanja oleh-oleh kas Madiun justru di Kota Madiun.

Masyarakat luar Madiun hanya tau bahwa penghasil brem adalah di Madiun, padahal Madiun ada 2 (dua) Kabupaten dan Kota, sedangkan seperti dijelaskan di atas penghasil brem yang asli adalah di daerah Kabupaten Madiun sebelah Timur (dulu terkenal seputar wilayah Caruban).

Namun sekarang sudah tumbuh berkembang, ada beberapa daerah Kabupaten wilayah Utara Selatan dan Barat yang sudah memprodoksi Brem, berarti telah terjadi perluasan, pemerataan dan daya saing cukup berarti.

Sebenarnya memperkenalkan hasil produk bukan wewenang lembaga sekolah, akan tetapi semua harus ada semacam kolaborasi, intinya satu, demi kemajuan perkembangan pemerintah Kabupaten Madiun.

Untuk lembaga sekolah lebih ditekankan untuk menanamkan jiwa kewirausahaan sebagai bekal keterampilan untuk menyongsong kehidupan selanjutnya, bukan inti permasalahan pendidikan tapi bagian dari pelengkap proses pembelajaran.

Memperkenalkan proses pembuatan Brem jangan di artikan bahwa besok seluruh peserta didik untuk menjadi pengusaha brem, tidak begitu, tapi lebih menekankan dan mengenalkan siswa siswi dari nilai-nilai proses pembelajaran di dunia usaha lebih nyata, jadi betapa susahnya atau tidak gampang dalam menggapai rejeki halal.

Apalagi di daerah Kaliabu Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun terkenal dengan sebutan “Pusat Kampung Brem,”  banyak pengusaha brem disitu, sedangkan SDN Kaliabu 01 terletak di tengah-tengah mereka, lucu kan jika siswa siswi nya tidak mengerti proses pembuatan brem tersebut.

Apabila siswa siswi sudah mengetahui proses pembuatan brem, tentu saja tidak tanggung lagi apabila akan mempromosikan daerahnya sebagai penghasil brem, misalkan pergi ke luar kota, dan jika ditanya tentu saja mudah untuk memberi jawaban.

Hal ini tentu saja bisa mengarahkan dari para pemburu oleh-oleh khas Madiun, tidak lagi di toko lokasinya bukan wilayah penghasil brem sebenarnya, akan tetapi lebih di arahkan ke pusat aslinya.

Jika berhasil demikian berarti SDN Kaliabu 01 ikut peran serta dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Madiun, selain itu tentu saja daerah Kaliabu akan berkembang menjadi central industri brem lebih besar lagi.