DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

SDN GUNUNGSARI BELUM PUNYA REOG

 

Informasi dari guru “Tutut Mada Nugrahanti, S.Pd” Permasalahan kekurangan SDM dari pihak SDN Gunungsari Kecamatan/Kabupaten Madiun Jawa Timur pada tahun 2017 untuk melatih kesenian “Reog Kecil” sampai saat inipun belum bisa teratasi, masih menggunakan tenaga lokal sekolah tersebut.

SDN Gunungsari baru mempunyai seperangkat gamelan, pentol dan jaranan, masih belum bisa membeli peralatan “reog utama,” dimungkinkan masih terganjal dengan dana.

Reog kecil tentunya merupakan target prioritas utama untuk rencana dalam waktu lama atau dekat dan  tentunya pihak sekolah akan segera mengadakan alat tersebut, itulah harapana dari semua siswa siswi anggota reog kecil Sekolah.

Reog kecil sangat diminati siswa siswi SDN Gunungsari, selain itu  juga sangat diminati masyarakat sekitar sekolah, karena kebisaan dari masyarakat pedesaan mayoritas petani, mereka sambil menunggu panen banyak menikmati hiburan apapun yang ada. dan biasanya banyak bergerombol di warung untuk bisa bertemu dengan teman sesama petani.

Karena belum punya “Reog utama” maka pengelolaan belum bisa maksimal, latihan masih hanya seputar dalam rangka persiapan-persiapan tertentu saja, misalkan kalau ada tanggapan atau acara tertentu saja, jadi belum mempunyai jadwal rutin pasti.

Hal ini perlu adanya suntikan motivasi dari beberapa pihak, mungkin siswa siswi masih kurang punya semangat tinggi, karena latihan masih monoton sekitar peralatan pentol dan jaranan saja.

Ada beberapa percontohan untuk penggalangan dana dari pihak sekolah, tentunya tidak menubruk regulasi, misalkan ada sekolah fasilitas pembangunan dibiayai rutin oleh kelompok alumni dan sifatnya sekolah tidak mengikat mereka, justru sebaliknya dan masih banyak cara lain.

Permasalahan kekurangan pembiayaan jenjang SD Negeri tidak boleh pihak sekolah menarik dana insidental dari pihak orang tua siswa, meskipun dengan ijin Pemerintah Daerah sekalipun, karena jenjang SD sudah menerima Dana Bantuan Sekolah (BOS), maka penggalangan dana dimungkinkan atas inisiatif paguyupan atau kelompok dan sifatnya tidak mengikat.

Demi kemajuan almater lembaga sekolah, biasanya sekarang para alumnus berlomba-lomba untuk berkumpul dan menggalang dana, kemudian disumbangkan ke tempat lembaga sekolah dimana mereka pernah menuntut dan berbagi ilmu, bahkan sampai bisa membeli tanah sangat luas dengan semua fasilitas lengkap demi kenyamanann untuk lembaga sekolah tercinta.

 

NEW

May 28th 2018Views 0Comments 0Rating 0
May 28th 2018Views 0Comments 0Rating 0
May 26th 2018Views 0Comments 0Rating 0
May 25th 2018Views 20Comments 0Rating 0
May 24th 2018Views 24Comments 0Rating 0
May 24th 2018Views 13Comments 0Rating 0
May 24th 2018Views 28Comments 0Rating 0
May 23rd 2018Views 14Comments 0Rating 0
May 22nd 2018Views 20Comments 0Rating 0
May 21st 2018Views 23Comments 0Rating 0
May 17th 2018Views 24Comments 0Rating 0
May 15th 2018Views 32Comments 0Rating 0
May 15th 2018Views 23Comments 0Rating 0
May 9th 2018Views 31Comments 0Rating 0
May 7th 2018Views 39Comments 0Rating 0
May 7th 2018Views 34Comments 0Rating 0
May 7th 2018Views 33Comments 0Rating 0
May 4th 2018Views 58Comments 0Rating 0
May 4th 2018Views 38Comments 0Rating 0
May 3rd 2018Views 52Comments 0Rating 0
May 3rd 2018Views 40Comments 0Rating 0
May 2nd 2018Views 54Comments 0Rating 0
May 2nd 2018Views 43Comments 0Rating 0
April 30th 2018Views 46Comments 0Rating 0
April 23rd 2018Views 61Comments 0Rating 0