DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

100 TAHUN MASIH BERTAHAN

 

SDN Pagotan 01 Mempunyai niat mengatasi beberapa isu-isu pendidikan dengan memberi wawasan kepada seluruh peserta didik untuk mengunjungi Pabrik Gula Pagotan agar bisa mengenal perkembangan teknologinya.

Peserta didik yang cerdik dan mempunyai pandangan kedepan, tentu akan tergugah dengan beberapa pertanyaan-pertanyaan tentang segala permasalahan, misalkan Pabrik Gula Kanigoro mengapa digabung dengan Pabrik Gula Pagotan.

Pertanyaan semacam ini bisa membangkitkan penalaran mereka, sebenarnya apakah permasalahannya yang ada, apakah teknologinya sudah ketinggalan jaman atau kemampuan mesinnya sudah tidak layak, hal ini tentunya secara tidak langsung akan muncul dan tertanam pada ingatannya.

Menurut kenyataan bahwa dunia industri lebih membawa pada perkembangan yang sangat berarti terhadap peningkatan PAD dari pada pada sektor pertanian, meskipun tidak menutup kemungkinan masih ada dampak kelemahan dan kelebihan dari masing-masing sektor.

Harapan dari SDN Pagotan 01 bahwa bukan hanya sekedar bisa mencetak pemikiran dari peserta didiknya untuk menjadi seorang insiyur teknik saja, akan tetapi lebih bisa menciptakan ilmu terapan baru dengan kemampuan kecepatannya melebihi sebelumnya.

Dengan demikian bisa membangkitkan kembali dunia industri di daerah sekitarnya, sepeti perencanaan pembangunan Pabrik peninggalan Belanda ini mampu bertahan lebih dari 100 tahun dan sampai saat sebagian masih beroperasi atau exis, tentunya dapat menyerap lapangan kerja.

Pengenalan lingkungan sangat penting ditanamkan sejak usia dini kepada seluruh peserta didik, karena anak jaman sekarang lebih enjoy dengan dirinya sendiri, akibatnya tidak pernah perduli dengan keadaan sekitarnya.

Hal ini bisa menjadi ancaman serius perkembangan dunia pendidikan karena telah menggerogoti mental anak, ditakutkan setelah dewasa nanti mereka kesulitan dalam nenentukan sikap atau pilihan hidup.

padahal dalam perjalanan kehidupan sosial masih banyak proses yang tidak bisa di ukur dengan ilmu pengetahuan apapun, semua datang dengan tidak terduga dan tiba-tiba, pengalaman inilah dumungkinkan belum diserap dari peserta didik.

pengalaman ini hanya bisa diperoleh melalui proses langsung maupun tidak langsung, dan tidak ada tempat belajar khusus untuk memperdalam atau memperolehnya, hanya bisa didapat dengan berkolaborasi dan berinovasi dengan arahan dari sang guru.