DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

MENYENANGKAN BANYAK ORANG

 

SDN Pajaran 05 Kecamatan Saradan masih kekurangan Guru Penjaskes yang statusnya PNS, sampai sekarang masih dibantu Guru Tidak Tetap (GTT) yakni “Sunaryo, S.Pd’ yang merangkap sebagai operator Dapodik dan pembina pramuka.

Menurutnya, sebenarnya kekurangan Guru tidak hanya di SDN Pajaran 05 saja, akan tetapi SD lain juga mengalami hal yang hampir sama, terutama di daerah lokasinya agak pinggiran jauh dari ibu kota kecamatan.

Kebijakan Pemerintah sudah beberapa tahun ini belum bisa merealisasikan adanya pengangkatan CPNS baru, dimungkinkan adanya banyak faktor dan kendala yang ada, jadi harapan semua PTT/GTT belum bisa terpenuhi.

Ada beberapa desas desus yang membuat agak bimbangnya PTT/GTT adalah  salah satunya ada beberapa wilayah lain dengan mengambil kebijakan justru mengurangi jumlah GTT/PTT yang masih belum sesuai dengan persyaratan kompetensinya.

Sebagai pilihan terbaik adalah adanya kebijakan pengurangan GTT/PTT dan Jumlah sekolah yang kurang efektif, meskipun hal tersebut sangat berdampak dan berpengaruh dari kebijaka sebelumnya, akan tetapi dirasa lebih bisa meningkatkan kwalitas pendidikan bukan hanya mengejar kwantitasnya saja.

Dengan adanya lebih mementingkan kwantitas tanpa memperhatikan kwalitas, indikatornya adalah

“hanya menyenangkan banyak orang”  hal ini tentunya berdampak bukan semakin meningkatnya peningkatan mutu dan kwalitas pendidikan tapi justru sebaliknya.

Harapan dari “Sunaryo, S.Pd’ adalah semoga kebijakan yang ada nantinya tidak merugikan dari pihak manapun, memang kenyataan bahwa SDN Pajaran 05 benar-benar tidak ada guru PNS Penjaskesnya, apapun yang terjadi sang GTT siap menunggu dengan penuh semangat.

Selain ada kabar yang membuat gundah, ada berita baik juga lebih bisa akan dirasakan oleh GTT/PTT, yakni mengenai adanya rencana Tukin, disitu harapannya adalah bahwa antara PNS dan non PNS tidak ada bedanya, mereka harus kompetisi dengan hasil dari inovatifnya, siapa tidak kreatif akan tergilas oleh perkembangan jaman.

Abad 21 telah merubah pola lama kurang efektif menjadi lebih bermakna yang penuh kompetitif, tentunya hal ini perlu adanya semacam sosialisasi agar mereka bisa menyiapkan untuk mengumpulkan atau menyimpan kemampuan yang dimilki menjadi sebuah terebosan baru agar menghasilkan karya atau pretasi lebih hebat.

FOTO KEGIATAN