DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

HILANGNYA PERADABAN BUDAYA

 

Belum optimalnya pelestarian seni dan budaya kepada siswa sejak dini merupakan salah satu potensi penyebab sebuah peradaban bangsa bisa hilang, maka Kepala Sekolah SDN Sugihwaras 07 “Sukarlik. S. Pd” segera melaksanakan ekstrakurikuler dalam bidang olah Gamelan jawa atau Karawitan.

“Sukarlik. S. Pd” menginformasikan bahwa bangsa hebat terbentuk dengan beberapa peradaban budaya yang hampir sama, hal inilah faktor penyebab bisa bersatunya masyarakat dalam menjalankan aktifitas keseharian.

Budaya harus selalu dijaga dan dilestarikan dengan serius, menurut kenyataan banyak anak usia muda sudah melupakan karena kurangnya sosialisasi sejak dini, justru lebih cenderung mengadopsi budaya asing yang dimungkinkan tidak sesuai dengan karakter masyarakat kita.

Tanpa disadari oleh mereka bahwa budaya yang kurang cocok dengan karakter kita, bisa menjadi bumerang dan menjadi sebuah ancaman nasib bangsa di masa akan datang, dianggap sepele akan tetapi sebenarnya mempunyai makna dan dampak yang besar.

“Sukarlik. S. Pd” tanggap dengan kondisi yang dianggap bisa menggerogoti jiwa anak bangsa tersebut, maka sejak kelas I sudah diperkenalkan dengan musik tradisional Jawa yaitu Gamelan, karena masyarakat Sugihwaras hampir semua sangat menyenanginya.

Makna dari hilangnya “peradaban budaya bangsa” tidak langsung begitu saja bisa dipahami oleh kalangan muda sampai orang dewasa, sulit untuk bisa menjelaskan leih rinci, justru banyak yang kebingungan, karena budayanya sendiri sudah dianggap kuno.

Bagaimana untuk mengatasi semua itu, gebrakan yang dilaksanakan SDN Sugihwaras 07, tanpa disadari dari siswa bahwa mereka secara diam-diam dikenalkan dengan budaya yang sudah sesuai dengan karakter kita, sehingga setelah dewasa nanti harapanannya untuk bisa mengembangkan dan melestarikannya.

Maksud baik ini sebenarnya sangat luar biasa, maka Kepala Sekolah “Sukarlik. S. Pd” selalu berpesan kepada seluruh siswanya, harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk bisa meneruskan perjuangan dari para tokoh pandahulu kita, dengan cara “jangan mau dijajah oleh budaya asing dan selalu mempertahankan dengan teguh seni budaya daerah”

Boleh-boleh saja mengadopsi budaya asing tapi harus benar-benar bisa memfilter dari segi kemanfatannya, sykur-syukur bisa dijadikan kolaborasi dengan budaya kita, akan tetapi jangan sampai menghilangkan ciri khas budaya sendiri.

 

BARU DIBACA

 

NEW

June 21st 2018Views 6Comments 0Rating 0
June 21st 2018Views 5Comments 0Rating 0
June 13th 2018Views 19Comments 0Rating 0
June 8th 2018Views 25Comments 0Rating 0
June 7th 2018Views 18Comments 0Rating 0
June 7th 2018Views 28Comments 0Rating 0
June 6th 2018Views 18Comments 0Rating 0
June 6th 2018Views 22Comments 0Rating 0
June 5th 2018Views 22Comments 0Rating 0
June 5th 2018Views 27Comments 0Rating 0
June 4th 2018Views 24Comments 0Rating 0
June 4th 2018Views 20Comments 0Rating 0
May 31st 2018Views 34Comments 0Rating 0
May 31st 2018Views 23Comments 0Rating 0
May 30th 2018Views 31Comments 0Rating 0
May 28th 2018Views 40Comments 0Rating 0
May 28th 2018Views 24Comments 0Rating 0
May 26th 2018Views 41Comments 0Rating 0
May 25th 2018Views 39Comments 0Rating 0
May 24th 2018Views 70Comments 0Rating 0
May 24th 2018Views 38Comments 0Rating 0
May 24th 2018Views 44Comments 0Rating 0
May 23rd 2018Views 48Comments 0Rating 0
May 22nd 2018Views 43Comments 0Rating 0