DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

RENUNGAN KEHILANGAN ATLIT BERPRESATI

 

 

 

Pil pahit telah ditelan oleh Kabupaten Madiun, karena MUHAMMAD RIFQI MAULANA siswa SDN 02 Tiron Kecamatan Madiun pernah juara pencak silat seni tunggal tingkat provinsi Jatim sekarang telah hilang, yakni melanjutkan ke SMP Negeri luar kota.

Menurut kepala SDN Tiron 02 Siswanti, sebenarnya ada rasa bangga karena siswa nya mempunyai prestasi sangat hebat, akan tetapi malapetaka bagi Kabupaten Madiun karena telah kehilangan atlit binaan sejak kelas II, pihak Dinas dan sekolah tidak bisa melarang mereka, karena hak sepenuhnya di tangan orang tua dan siswa tersebut.

Hal ini sudah menjadi renungan sebelumnya, bahwa banyak atlit hijrah sekolah lari ke luar kota, harapannya, di Kabupaten Madiun mempunyai wadah pembinaan dan iming-iming agar semua atlit terbaik nya tidak lari sekolah ke luar kota.

Menurut pengamatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, bahwa sudah banyak atlit berprestasi Kabupaten Madiun diincar oleh kota lain, karena menurut kenyataan di lapangan, ada atlit Kabupaten Madiun yang telah dibina oleh daerah lain, tentunya dengan banyak embel-embel untuk membuat semangat mereka.

Kepala Sekolah SIswati mengatakan bahwa jerih payah dan telah bersusah payah untuk membina dalam rangka menciptakan atlit berprestasi, dengan tujuan sangat mulia yaitu untuk bisa melanjutkan sekolah SMP wilayah Kabupaten Madiun telah gagal, namun bagaimanapun juga MUHAMMAD RIFQI MAULANA sudah bertahun-tahun sejak kelas II sampai lulus telah banyak mengharumkan nama SDN 02 Tiron.

Fenomena di Kabupaten Madiun semacam ini sudah berlangsung sangat lama, yang seharusnya demi Kabupaten Madiun prestasi terhebat bisa diraih, namun apa daya, justru wilayah lain yang telah banyak menikmati.

Sampai kapan kejadian ini akan berakhir, tinggal menunggu ada tindak lanjut dari lembaga terkait dan masyarakat untuk memperdulikan wilayahnya sendiri, jangan sampai semua siswa mempunyai prestasi baik akademik maupun non akademik telah hilang begitu saja.