DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

MENJELANG PENGUMUMAN UJIAN SEKOLAH DASAR 2017

9 Juni 2017, Pukul 09.00 WIB Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  “Sodik Hery Purnomo S.Si” didampingi Kepala Bidang Pembinaan SD “Adrianto, SE, MM” selaku yang bertanggung jawab Program Wajib Belajar Sembilan Tahun jenjang SD dan Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan SD “Endang Purwaningsih, S,Sos, M.Si” selaku yang bertanggung jawab Kegiatan Ujian Sekolah Tahun 2017 dihadapan tamu uandangan 15 UPT Pendidikan Kecamatan, 30 Pengawas SD, 10 Pengawas TK dan 15 Undangan perwakilan  di Gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  “Sodik Hery Purnomo S.Si” menginformasikan bahwa terkait Rangking Ujian Nasional jenjang SMP Jawa Timur adalah Kabupaten Magetan, namun perlu diketahui bahwa rangking tersebut bukan yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tapi Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNPK).

Berkaiatan dengan itu Beliau mengatakan bahwa Kabupaten Madiun sudah melaksanakan 100% UNBK jenjang SMP Negeri/Swasta, sedangkan Kabupaten Magetan ada 3 (tiga) lembaga jenjang SMP yang belum melaksanakan UNBK, hasil Ujian Sekolah itulah yang muncul sebagai nominasi tertinggi.

Selain hal diatas Beliau juga memberi apresiasi kepada Tim penyusun soal Kabupaten Madiun yang sangat dan benar-benar berbobot, berani diadu dengan dengan Soal tingkat Nasional, terbukti dengan perbedaan hasil Tryout dan Ujian Sekolah hasilnya tidak begitu mengalami perubahan yang menyolok. Perlu digarisbawahi bahwa Kabupaten Madiun termasuk kategori B dalam rangking Ujian Sekolah, tapi rangking B yang lebih mendekati kategori A, bisa dilihat dari hasil rangking nilai yang ada, terpaut tidak begitu jauh.

Beliau sangat berharap ingin membuat mapping dalam semua kategori Pendidikan agar Pendidik dan lembaga bisa menetapkan dan menentukan apa yang yang harus diprioritaskan di daerah tersebut, Beliau mencontohkan bahwa peserta didik terhebat dari Wilayah Geger dan Mejayan, apakah mereka benar-benar semua asli daerah tersebut.

Untuk ketiga mapel Ujian Sekolah jenjang SD, Bahasa Indonesia yang menjadi Mapel utama, justru disempelekkan, yang mengakibatkan nilainya jarang yang mendapat 100, sebaliknya mapel matematika dan IPA banyak yang mendapat nilai 100, seharusnya tidak demikain jadi tidak ada mapel yang di anak tirikan.

Reogruping lembaga yang jumlah peserta didiknya dibawah 40 perlu di bahas dan masukan dari Kepala UPT Pendidikan Kecamatan, Pengawas, Kepala Sekolah dan masyarakat yang terdekat dengan lembaga tersebut, perlu regrouping atau tidak, karena biar tidak berdapak kesanya seakan-akan ada yang merasa dirugikan.

Pesan terakhir Belaiau dalam pertemuan itu adalah berkaitan dengan Surat Edaran Kepala Dinas tentang peserta didik tidak boleh komvoi, ternyata di Mejayan ketika pengumuman UN SMP masiha ada, tapi dalam jumlah kecil, selain itu sampaikan kepada siswa untuk mempunyai rasa syukur karena hasil Ujian Sekolah yang ada, karena yang lebih penting menapak masa depan yang lebih