DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

FULL DAY SCHOOL SMPN 1 MEJAYAN

SMPN 1 Mejayan menyusul rekan sekolah se wilayah di Kabupaten Madiun tepatnya daerah selatan, yakni SMPN 1 geger yang sudah menerapkan full day school (FDS) sejak tahun lalu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan “Sodik Hery Purnomo S.Si” mengatakan bahwa FDS adalah untuk menegaskan subjek pembelajaran tidak harus dari guru, melainkan dari orang tua sebagai jaringan pertama pendidikan.

Lewat kegiatan belajar mengajar yang berlangsung sampai jumat, anak didik memiliki waktu khusus berinteraksi dengan ayah dan ibu pada akhir pekan.

Mereka mampu membangun kemistri hingga membuat hubungan keluarga menjadi harmonis, misalnya, berwisata atau membantu bekerja.

Dari hasil evaluasi perkembangan pendidikan, sarana dan prasarana, dan karakter siswa SMPN 1 Mejayan memang sudah layak dan pantas untuk menerapkan FDS.

Tiga kebijakan memasuki tahun pelajaran 2018/ 2019, yakni program e-learning, kantin digital, dan menerapkan FDS itu sendiri, ketiganya disosialisasikan ke ratus wali murid dalam agenda Teaching Shapes the Character and Future of an individual, bersamaan pelaksanaan hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

Menurut Kepala Sekolah Agus Sucipto, sasaran MPLS kali ini adalah “penguatan pendidikan karakter” dan Beliau mengatakan bahwa program e-learning dilandasi pemahaman bahwa belajar tidak melulu di kelas dengan waktu terjadwal.

Siswa mencari ilmu di mana pun dan kapan pun memanfaatkan kecanggihan teknologi berbasis program itu pula diajarkan penggunaan internet secara bijaksana.

SMPN 1 Mejayan telah menjalin kerja sama dengan salah satu provider agar program bisa terealisasi, sedangkan kantin digital mengajarkan anak didik memanajemen uang, mereka bisa mengatur penggunaan uang untuk jajan di kantin, teknis pembayaran secara elektronik, itu masih dalam penggodokan, meskipun begitu tetap diawasi guru dan wali murid.

Agus menegaskan bahwa FDS merupakan implementasi program Pemerintah, yakni pembelajaran yang dikemas lima hari dalam sepekan (Senin-jumat), menggantikan ketentuan lama enam hari, bila selama ini anak didik masuk pukul 07.00 WIB dan pulang 13.00, FDS membuat siswa pulang pukul 15.00, penambahan jam kegiatan belajar mengajar itu tidak mengubah kurikulum pendidikan, mata pelajaran tetap 12.

Para siswa bisa menerima di antaranya tiga kegiatan pembelajaran selama dua jam, pertama intrakurikuler sebagai fasilitas siswa bertanya ulang kepada guru mapel, apabila ada materi yang belum dipahami, kemudian, kokurikuler yang merupakan wadah siswa mendalami mapel tertentu sesuai minatnya, ketiga, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang disediakan sekolah.

Lewat skema itu, para siswa tidak perlu mengikuti pembelajaran tambahan intrakurikuler atau ekstrakurikuler dari luar sekolah, jika ada yang menghendaki di luar, tidak menjadi masalah, akan tetapi tetap ada pengawasan.