DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

STUDI BANDING DI KABUPATEN BANYUWANGI

10 Nopember 2017, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan “Sodik Hery Purnomo S.Si” dan Kepala Sub. Bag. Penyusunan Program dan Pelaporan “Eni Lestari, S.Si” mengajak Operator Dapodik Dinas “Verida Yuli Rahmawati” dan 47 operator Dapodik UPT Pendidikan Kecamatan dan Sekolah untuk mengunjungi Kabupaten Banyuwangi selama 3 (tiga) hari tanggal 8 – 10 Nopember 2017.

Rombongan dari Dinas Pendidik dan Kebudayaan Kabupaten Madiun disambut langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi “Drs. Sulihtiyono, MM, M.Pd dan Ka. Sub. Bag. Penyusunan Program “Hj. Sumiati, S.Sos” otomatis pada acara ramah tamah terjadi petukaran informasi timbal balik tentang Pengetahuan di segala bidang pada era atau jaman perkembangan Teknologi Informasi yang sudah tidak bisa dibendung lagi.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun “Sodik Hery Purnomo S.Si”, Kabupaten Banyuwangi memang sangat layak dikunjungi sebagai bahan pertimbangan untuk melihat sejauh mana kabar bahwa kesan Kabupaten Banyuwngi dulu beda dengan sekarang, khususnya bidang Pendataan DAPODIK pusat maupun lokal pemerintah Daerah dan destinasi Pariwisata.

Menurut Beliau bahwa aplikasi online DAPODIK pusat memang sudah hampir mendekati sempurna, Seluruh lembaga sekolah update langsung untuk mengisi semua data Pendidikan, namun yang menjadi kendala adalah jika Pemerintah daerah setempat memerlukan data Pokok Pendidikan sebagai sumber penyusunan Buku Profil Pendidikan atau keperluan lainnya, jelas tidak bias mendapatkan data yang dinamis, karena mereka harus menunggu atau menghubungi operator pusat, masih belum real time.

Menurut kenyataan memang benar bahwa Kapupaten Banyuwangi memang sudah mempunyai Backbone DAPODIK yang ditempatkan sebagai leadeng sektor nya adalah BAPPEDA, sedangkan yang mempunyai kewenangan membuat aplikasi adalah KOMINFO, jadi setiap instansi seluruh wilayah Kabupaten Banyuwangi hanya mengusulkan rule nya saja, KOMINFO yang membuat.

Hal inilah yang diharapkan dari pihak Kabupaten Madiun, mengapa studi banding memilih Kabupaten Banyuwangi, karena adanya Semua system pendataan yang sudah terpusat untuk memudahkan baik dari segi kenyamanan operator dan kevalitan data, sehingga sudah tidak ada lagi atau meminimalisir saling menyalahkan antar atasan dan bawahan.

Selain acara ramah tamah di Dinas Pendidikan, rombongan juga diajak keliling mengunjungi beberapa lembaga sekolah yang menjadi andalan Kabupaten Banyuwangi, yakni SMP Cluring dan SDN Model, kedua lembaga tersebut sudah melaksanakan program yang dibuat dari Pemerintah Daerah, pada intinya semua pelaksanaan program dan kegiatan sudah terpusat di Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bukan kepentingan diri sendiri seperti pola jadul.

Keunggulan dari kedua lembaga sekolah tersebut adalah, semua siswa, guru atau pengunjung dibuat nyaman atau seakan-akan tidak mau meninggalkan tempat tersebut, baik dilihat dari kenyamanan lokasi maupun sarana prasarana yang menunjang siswa bisa melaksanakan ekstarakurikuler, itulah salah satu dari pilar kebijakan Pendidikan Nasional, yakni “Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing”

SDN Model salah satu Sekolah rujukan Nasional yang mempunyai 700 siswa dan 24 pilihan ekstrakurikuler, sedangkan SMPN 1 Cluring mempunyau lokasi yang luas dan seakan-akan bisa untuk tempat pariwisata, itulah mengapa Kabupaten Banyuwangi memilih dua lembaga sekolah untuk pembanding bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun sebagai bahan pertimbangan kebijakan selanjutnya.

 

Ada beberapa Program Kebijakan pada sektor pendidikan Kabupaten Banyuwangi yang paling menonjol adalah Siswa Asuh Sebaya (SAS), dengan slogan “agar sang teman tetap bisa menggapai harapan” menurut informasi bahwa penerima manfaat SAS sudah lebih dari 100 ribu siswa dari 911 sekolah, kedua ada yang namanya progam Putus Sekolah (Garda Ampuh), dan yang terakhir adalah “Beasiswa Banyuwangi Cerdas, dengan manfaat sudah lebih dari 700 mahasiswa asli Banyuwangi berkuliah di berbagai perguruan tinggi yang dibiayai sepenuhnya dari PAD Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

 

Lulusan Mahasiswa yang dibiayai oleh pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi nanti akan dimanfaatkan untuk bekerja di daerah sindiri, khususnya daerah terpencil dan akan digaji dari PAD Kabupaten Banyuwangi, itulah salah satu upaya untuk bisa meningkatkan PAD dengan tujuan agar masyarakat menjadi sejahtera.

Terjawab sudah semua persiapan pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya, tinggal menunggu apakah Pemerintah Kabupaten Madiun khusunya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera mengaplikasikan adanya Database pendataan satu pintu yang sangat bermanfaat untuk kepentingan kontrol pelaksanaan Program dan Kegiatan baik sebagai perencanaan, pengendalian, kebijakan, koordinasi dan komunikasi, dan penilaian kinerja, adapun beberpa pertanyaan sebagai beikut :

  1. Bagaimana pengelolaan dapodik di Kabupaten Banyuwangi ?
  2. Bagaimana proses validasi data sekolah, peserta didik, dan PTK di Kabupaten Banyuwangi ?
  3. Peran Dinas Pendidikan dalam verifikasi dan validasi data
  4. Bagaimana Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi menyikapi kekurangan guru di sekolah ?
  5. Bagaimana persyaratan dan mekanisme penambahan PTK baru di Kabupaten Banyuwangi?
  6. Bagaimana pola kerjasama yang dibangun antara Kepala Sekolah, operator, dan Dinas Pendidikan
  7. Apakah ada peningkatan kesejahteraan dan peningkatan mutu SDM, dalam bentuk apa ?
  8. Apakah ada paguyuban operator, jika iya apa kontribusinya
  9. Apakah ada program kerja/kegiatan tentang dapodik ?
  10. Bagaimanakah langkah-langkah membangun backboone di Kabupaten Banyuwangi ?
  11. Sampai saat ini apakah backbopne sudah optimal dalam rangka pelayanan pendidikan ?
  12. Apakah ada aplikasi pendataan online selain dapodik yang dibangun oleh Pemerintah daerah Kabupaten Banyuwangi?
  13. Bagaimana cara menyikapi Permendikbud no 17 Tahun 2017 yang pada tahun ajaran 2017/2018 ditetapkan oleh pemerintah?
  14. Solusi apa saja yang dirumuskan oleh sekolah / Dinas terkait pemberlakuan Permen No. 17 Tahun 2017 tersebut?
  15. Langkah apa yang ditempuh Dinas untuk meminimalisir kesalahan dalam pengentryan dapodik ?

FOTO KEGIATAN

 

NEW

July 16th 2018Views 1Comments 0Rating 0
July 13th 2018Views 10Comments 0Rating 0
July 12th 2018Views 6Comments 0Rating 0
July 12th 2018Views 7Comments 0Rating 0
July 12th 2018Views 11Comments 0Rating 0
July 11th 2018Views 14Comments 0Rating 0
July 11th 2018Views 8Comments 0Rating 0
July 10th 2018Views 12Comments 0Rating 0
July 9th 2018Views 8Comments 0Rating 0
July 5th 2018Views 26Comments 0Rating 0
July 4th 2018Views 14Comments 0Rating 0
July 4th 2018Views 13Comments 0Rating 0
July 3rd 2018Views 17Comments 0Rating 0
July 2nd 2018Views 19Comments 0Rating 0
July 2nd 2018Views 24Comments 0Rating 0
June 28th 2018Views 17Comments 0Rating 0
June 28th 2018Views 10Comments 0Rating 0
June 26th 2018Views 6Comments 0Rating 0
June 26th 2018Views 6Comments 0Rating 0
June 25th 2018Views 13Comments 0Rating 0
June 21st 2018Views 18Comments 0Rating 0
June 21st 2018Views 30Comments 0Rating 0
June 13th 2018Views 38Comments 0Rating 0
June 8th 2018Views 30Comments 0Rating 0