DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

HUT PGRI : PERBEDAAN GURU ABAD 20 DAN 21


21/11/2017 Pukul 08.00 WIB, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan “Sodik Hery Purnomo S.Si” didampingi Kepala Bidang Ketenagaan “Hendro Suwondo” berkenan membuka kegiatan “Seminar Inovasi Pembelajaran” yang diadakan dalam rangka HUT PGRI ke 72 dan di ikuti 150 pesert di Aula Puspem Kabupaten Madiun di Mejayan.


 

Kepala Dinas dalam sambutannya telah menyampaikan banyak hal tentang perubahan yang terjadi antara perbedaan Guru Jaman Abad 20 dengan Guru Jama Now atau abad 21, selain itu, Beliau yakin juga bahwa kedatangan sebagian para peserta yang telah mengikuti seminar ini banyak yang dipaksa bukan karena kemauan sendiri.

Bulan Nopember 2017 merupakan awal untuk mengakiri pemikiran seperti itu, harus ada perubahan, bulan nopember yang bertepatan dengan peringatan hari guru nasional harus ditandai dengan adanya kebangkitan, baik itu Guru, Korpri maupun PNS.

Mengapa kita harus berubah, Beliau mengingatkan jaman dulu (abad 20) ketika semua guru menginginkan adanya kesejahteraan. karena waktu itu guru gajinya masih kecil, meskipun begitu mereka tetap mempunyai semangat yang membara, akan tetapi pada abad 21 ini semua keinginan guru sudah bisa diwujudkan, seharusnya sudah tidak berfikir tentang kesejahteraan justru berfikir akan adanya inovasi pembelajaran yang lebih hebat.

Kepala Dinas sangat berharap bahwa Forum inobel harus diadakan setiap tahun dan semua peserta harus sudah mempunyai pemikiran dan harapan yang berbeda yakni bukan dipaksa oleh masing-masing lembaga sekolah atau Kepala Sekolah akan tetapi justru menjadi sebuah kebutuhan.

Ada beberapa hal yang berhubungan dengan perubahan paradigma pembelajaran, yakni jika dahulu teacher centre sekarang Student centre, dahulu pembelajaran satu arah sekarang interaktif, dahulu isolasi sekarang jejaring, dahulu pasig sekarang aktif menyelidiki, dahulu abstrak sekarang konteks dunia nyata, dahulu hubungan arah tunggal sekarang kooperatif dan yang terakhir dan tidak bisa ditinggalkan yakni dahulu alat tunggal sekarang multimedia.

Sebelum mengakhiri, Kepala Dinas menyampaikan  beberapa kalimat yang mengandung sebuah pesan atau nasehat yang ditujukan untuk sang pendidik, yakni “yang paling hebat bagi seorang guru adalah mendidik dan rekreasi yang paling indah adalah mengajar, ketika melihat murid – murid yang menjengkelkan dan melelahkan terkadang hati teruji kesabarannya, namun hadirkanlah gambaran bahwa diantara satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menuju surga”

 

NEW

February 23rd 2018Views 6Comments 0Rating 0
February 23rd 2018Views 8Comments 0Rating 0
February 22nd 2018Views 3Comments 0Rating 0
February 19th 2018Views 7Comments 0Rating 0
February 15th 2018Views 18Comments 0Rating 0
February 14th 2018Views 22Comments 0Rating 0
February 12th 2018Views 15Comments 0Rating 0
February 9th 2018Views 29Comments 0Rating 0
February 7th 2018Views 26Comments 0Rating 0
February 6th 2018Views 43Comments 0Rating 0
February 5th 2018Views 26Comments 0Rating 0
February 4th 2018Views 33Comments 0Rating 0
February 2nd 2018Views 32Comments 0Rating 0
February 1st 2018Views 34Comments 0Rating 0
January 31st 2018Views 46Comments 0Rating 0
January 31st 2018Views 33Comments 0Rating 0
January 30th 2018Views 30Comments 0Rating 0
January 29th 2018Views 33Comments 0Rating 0
January 26th 2018Views 39Comments 0Rating 0
January 25th 2018Views 58Comments 0Rating 0
January 25th 2018Views 40Comments 0Rating 0
January 24th 2018Views 39Comments 0Rating 0
January 23rd 2018Views 124Comments 0Rating 0
January 23rd 2018Views 37Comments 0Rating 0
January 17th 2018Views 57Comments 0Rating 0