DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

DHARMA WANITA : LOMBA RANGKAIAN BUNGA

Sabtu 3 November 2018 pukul 08.00 WIB Ketua Dharma Wanita Persatuan Nunung Mintarsih Sodik melaksanakan pertemuan pleno di Gedung Dwija Hayu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Beliau mengatakan bahwa dalam pertemuan ini sekalian untuk menyongsong hari ibu mengadakan lomba merangkai bunga untuk meja dari bahan daur ulang dengan ketentuan peserta lomba adalah anggota unsur pelaksana Dharma wanita Persatuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setiap unsur pelaksana mengirimkan dua orang anggota, jadi semua ada 51 peserta yang terdiri dari 15 unsur pelaksana SD/TK dan 36 SMP Negeri

Ketentuan rangkaian bunga, tinggi rangkaian bunga maksiimal 30 cm (termasuk vas bunga), ini yang menjadi permasalah peserta lomba, sulit untuk mengukur sesuai ketentuan, menurut salah satu peserta lomba yang tidak mau disebut namanya.

Selain itu syarat yang harus dipenuhi adalah toleransi bahan non daur ulang 20% dari rangkaian dan waktu pelaksanaan tidak boleh lebih dari satu jam, tim juri yang terdiri Ny. Suprijadi dan Nanik Hendro S menyatakan sebagai berikut.

Juara I SMPN 2 Nglames, juara II Kecamatan Kare, juara III Kecamatan Mejayan, Harapan I Kecamatan Pilangkenceng, harapan II SMPN 1 Mejayan dan Harapan III Kecamatan Geger.

Nunung menambahkan, Peranan sebagai ibuk rumah tangga sebenarnya bebannya hampir sama beratnya kalau dibanding dengan suami yang bekerja, karena ibu rumah tangga mempunyai peranan yang ganda, hampir setiap detik, waktu, menit bahkan jam terus konsentrasi penuh untuk mengurusi semua permasalahan yang ada di rumah, sedangkan sang suami bekerja sesuai struktur organisasi di tempat kerjanya, perlu konsentrasi penuh untuk mendapatkan hasil kerja yang bagus.

Semua hasil karya atau profesi apapun yang dianggap kurang bermanfaat atau merasa tidak ada artinya, apabila dapat dikelola dengan profesional, tentunya akan menghasilkan output yang berbeda atau mempunyai nilai jual yang lebih, tinggal mereka rajin untuk selalu berusaha menggali yang terbaru.

Pesan terakhir adalah bahwa kita jangan sepenuhnya mempercayakan pendidikan anak di rumah oleh pembantu, karena sang anak harus mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak dan komplek, jangan karena kita sibuk kemudian melupakan mereka.

 

NEW

November 12th 2018Views 3Comments 0Rating 0
November 12th 2018Views 1Comments 0Rating 0
November 12th 2018Views 5Comments 0Rating 0
November 7th 2018Views 13Comments 0Rating 0
November 7th 2018Views 7Comments 0Rating 0
November 7th 2018Views 6Comments 0Rating 0
November 6th 2018Views 7Comments 0Rating 0
November 6th 2018Views 8Comments 0Rating 0
November 5th 2018Views 17Comments 0Rating 0
November 5th 2018Views 8Comments 0Rating 0
November 5th 2018Views 6Comments 0Rating 0
November 4th 2018Views 6Comments 0Rating 0
November 1st 2018Views 14Comments 0Rating 0
November 1st 2018Views 16Comments 0Rating 0
October 31st 2018Views 15Comments 0Rating 0
October 31st 2018Views 10Comments 0Rating 0
October 31st 2018Views 17Comments 0Rating 0
October 31st 2018Views 9Comments 0Rating 0
October 31st 2018Views 10Comments 0Rating 0
October 30th 2018Views 10Comments 0Rating 0
October 29th 2018Views 12Comments 0Rating 0
October 29th 2018Views 10Comments 0Rating 0
October 25th 2018Views 24Comments 0Rating 0
October 24th 2018Views 14Comments 0Rating 0