DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

MEMBANGUN INFORMASI TEKNOLOGI YANG TERINTEGRASI

Banyak masalah yang dihadapi dalam membangun system informasi teknologi yang terintegrasi, terutama dalam tahap awal, hal ini sangat dirasakan hampir semua kembaga dari kalangan bawah sampai atas.

Meskipun ada pepatah “mengawali lebih baik dari pada tidak sama sekali” namun menurut anda rivanda dari pihak qiandra Information Technology Jakarta yang sebagai narasumber tentang Focus Group pengembangan Infrastruktur telematika dan aplikasi informatika di ruang rapat baca jalan cempa gg III/03 Mejayan pada tanggal 1 november 2018 kemarin.

Mengawali memang harus, namun jika tidak betul-betul memahami dengan konsep apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu, menurut pengalaman banyak lembaga yang gagal paham dan dampaknya hanyalah membuang waktu dan anggaran.

Ada lembaga yang mencari dalam jumlah banyak programmer aplikasi, karena mereka beranggapaan hanyalalah dengan terbangunnya aplikasi semua akan beres, apakah demikian ? terbangunnya aplikasi memang penting, tetapi apa hanya hal itu yang dibutuhkan, menurutnya, tidak demikian, masih banyak komponen yang harus dibangun sebagai pendukung.

Membangun aplikasi di suatu lembaga yang memerlukan link yang tidak sederhana, menurut Beliau, aplikasi tidak bisa terbangun hanya satu kali jadi, pasti ada penyempurnaan yang harus disesuaikan dengan masing-masing user, karena mereka pasti mempunyai kepentingan yang mungkin belum dipahami oleh programmer.

Programmer sendiri untuk merubah aplikasi yang disesuaikan dengan kepentingan dari masing-masing user, tentu saja ada yang mudah dan ada yang sulit, jadi pada intinya semuanya harus berkesinambungan sampai menuju sebuah system satu pintu yang terintegrasi dengan sempurna.

Beliau mencontohkan, bagaimana bila ada perubahan aturan baru, misalkan tentang juklak dan juknis yang merubah komponen di aplikasi, apakah harus merubah total atau tidak? Hal ini yang harus selalu dipersiapkan oleh programer untuk bisa membuat update otomatis tanpa mengganggu pihak pengguna.

siapa yang bertanggung jawab dan mempunyai tugas mencari dan menginformasi adanya aturan baru tersebut? hal ini apakah juga dibebankan oleh programer aplikasi, jawaban beliau, jelas bukan, ini adalah merupakan tim tersendiri sebagai pendukung programer.

Gambaran semacam ini adalah sebagai contoh bahwa membentuk sebuah jaringan informasi teknologi di lembaga yang besar tidak hanya dibebankan hanya satu tim programer aplikasi saja, namun masih banyak tim yang harus dibangun untuk mendukung sebuah proses agar bisa terintegrasi antar semua lini atau masing-masing kepentingan.

Tim apa saja yang harus dibentuk untuk membangun? Menurut beliau, tim yang harus dibentuk adalah, misalkan tim Admin server, jaringan, admin sowftware aplikasi, programer aplikasi, yang tidak kalah penting adalah tim peraturan dan regulasi, masing-masing mempunyai tugas menurut kewenangannya, jadi tidak dibebankan oleh satu tim misalkan hanya programer.

Jika semua sudah terbentuk, apalagi sudah ditetapkan dengan peraturan bupati/walikota, tentu yakin minimal bisa mengawali membangun sebuah jaringan bisa dengan mudah, namun apabila hanya dibebankan oleh satu tim, beliau yakin, itu justru akan memperbesar adanya kegagalan seperti yang sudah dialami oleh wilayah lain.

Pesan terakhir Beliau adalah, menyarankan agar jika mencari tenaga yang berhubungan dengan IT, seyoganya jangan hanya memandang ijazah yang dia miliki, karena masih banyak yang mempunyai ijazah sesuai namun belum paham tentang bahasa pemograman, justru banyak yang outodidak yang lebih menguasai.

Dengan cara apa untuk bisa mengetahui apakah mereka benar-benar menguasai sesuai keahlian yang sudah sesuai dengan yang diharapkan oleh lembaga, menurut beliau, dengan cara tes langsung kemudian disuruh praktik sesuai dengan kemampuan dalam satu jam, itulah cara yang paling efektif daripada melihat ijazah yang dimiliki.

Menurut beliau, Sementara ini perusahaan swasta yang besar, cara penerimaan pegawai tidak harus wajib mempunyai ijazah yang sesuai, justru yang diterimaa ketika dites langsung banyak yang tidak sesuai dengan ijazah, perusahaan swasta lebih mementingkan menguasai praktik langsung dari pada teori yang tidak pernah praktik.

Tidak mengurangi rasa hormat, baik pemerintah maupun perusahaan swasta pasti mempunyai maksud dan target sendiri-sendiri.

 

NEW

December 9th 2018Views 1Comments 0Rating 0
December 9th 2018Views 0Comments 0Rating 0
December 9th 2018Views 0Comments 0Rating 0
December 7th 2018Views 2Comments 0Rating 0
December 5th 2018Views 8Comments 0Rating 0
December 4th 2018Views 10Comments 0Rating 0
December 4th 2018Views 13Comments 0Rating 0
December 4th 2018Views 11Comments 0Rating 0
December 4th 2018Views 19Comments 0Rating 0
December 3rd 2018Views 10Comments 0Rating 0
December 3rd 2018Views 14Comments 0Rating 0
December 1st 2018Views 13Comments 0Rating 0
November 30th 2018Views 13Comments 0Rating 0
November 29th 2018Views 15Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 12Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 12Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 9Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 11Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 10Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 10Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 9Comments 0Rating 0