DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

HAL BARU BELUM TENTU MASUK PENILAIAN INOVASI SINOVIK

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun bersama dengan enam guru jenjang SD dan SMP menghadiri undangan dari Bagian Organisasi tentang penulisan proposal inovasi pelayanan publik tanggal 7 Desember 2018 di I Club Jalan Bali Kota Madiun.

Adapun sekolah yang di undang adalah Rochmawati Fadilah SMPN 1 Mejayan, Sri Ekowanti SDN Gemarang 02, Nur Syamsiah SDN Pucangrejo Sawahan, Nihen Astariah SDN Rejosari Sawahan, Aftsani Romassidiqi SDN Bajulan Saradan dan Rudy Juli Hartono SDN Mejayan 01, mereka mengikuti dengan penuh antusias.

Diskusi terjadi setelah melihat paparan vidio nara sumber dari tramsformasi Mitra Pembangunan Jatim JIPP Redhi Setiadi, kelihatannya yang masuk top 40 inovasi pelayanan publik sangat sederhana sekali dan tidak memerlukan biaya yang mahal, namu memang ada juga yang mengeluarkan biaya sangat mahal.

Menurut Beliau, yang penting adalah ada proses input, output (keluaran), outcome (hasil), benefit (manfaat) dan impact (dampak) harus terpenuhi dan bisa diukur dengan dibuktikan proses kenyataan dilapangan setelah berjalan satu tahun, bukan hanya sebuah tulisan di proposal saja.

Memang kelihatannya mudah, namun jika dicari kegiatan atau event apa yang harus dikerjakan ternyata sulit juga, salah satu contoh setelah membuat inovasi di suatu lembaga sekolah, harus dibuktikan beberapa dari manfaat dan dampak, misalkan prestasi meningkat, semakin berkurangnya anak bolos dan terlambat, membuat nyaman orang tua dan semua serba kondusif, hal itu benar-benar hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat.

Kesimpulannya yang harus dipenuhi adalah kebaruan dalam kreatifitas, hasil bisa diukur, bermanfaat dan dapat memberi solusi atas permasalahan publik, berpoteni di replikasi kemudian hasilnya selalu keberlanjutan juga terus dipertahankan dan dikembangkan.

Ditegaskan juga oleh redi, kriteria proposal inovasi ini jangan disalah artikan, membuat kegiatan baru yang belum dilaksanakan oleh lembaga lainnya belum tentu bisa masuk dalam penilaian, jika tidak bisa diukur kemanfatan langsung oleh masyarakat, belum dikategorikan dalam inovasi pelayanan publik sinovik yang digagas oleh Menpan ini.

Rencana setelah pelatihan ini Tim Dinas dengan pihak sekolah selalu koordinasi untuk menciptakan kegiatan yang bisa masuk kriteria, namun pihak dari sekolah merasa sangat kekurangan waktu karena tercurah penuh dengan kegiatan sekolah yang sudah melaksanakan Kuriklum 2013.

Guru harus berhadapan dengan siswa dan beberapa laporan yang setiap hari harus disiapkan untuk proses Pembelajaran saja sudah menguras banyak tenaga dan waktu, dengan adanya hal ini mereka menginginkan suatu kebijakan agar bisa terfokus untuk membuat proposal inovasi ini.

Mereka bertekad bulat akan mengegolkan program inovasi Nasional yang akan dilaksanakan bulan Januari Tahun 2019, karena jika bisa masuk top 40 akan membawa nama baik bagi lembaga mereka naungi selain itu berdampak kepada Dinas Pendiddikan dan Kebudayaan juga pemerintah Kabupaten Madiun, yang menjadi tercengan peserta adalah hadiahnya sangat luar biasa, yakni milyaran rupiah.

Referensi hasil inovasi DISINI dan pendaftaran DISINI