DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

SISTEM ZONASI PENDIDIKAN, BERDAMPAK PADA SISTEM, PTK ATAU MASYARAKAT

Sistem Zonasi pendidikan pada penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang digulirkan oleh kemendikbud tentu ada yang pro dan kontra, rencana dalam PPDB siswa secara otomatis jarak rumah terdekat dengan sekolah negeri di daftar di dalam sistem, cuman yang menjadi pertanyaan, apakah orang tua siswa tersebut berkenan atau tidak.

Jika orang tua siswa tidak berkenan tentu saja mereka menyabut siswa yang sudah terdaftar dalam sistem PPDB kemudian didaftarkan ke sekolah yang bukan negeri, padahal isu yang sudah berkembang bahwa sekolah Negeri khususnya jenjang Sekolah Dasar di daerah sudah semakin ditinggalkan mereka.

Wilayah Kabupaten dengan kota tentu ada perbedaan, kenyataan di lapangan banyak orang tua siswa yang merelakan mengeluarkan biaya tinggi untuk sekolah yang dianggap mereka favorid atau swasta yang sudah terkenal, tidak memandang jarak jauh atau dekat dari rumah, bagaimana nasib sekolah dasar yang ada di daerah, tentu berdampak tidak memperoleh siswa yag sesuai yang diharapkan minimal satu rombel 20 siswa.

Sebenarnya kemendikbud mempunyai maksud untuk mengatasi kesenjangan antar sekolah Negeri, dengan mengarahkan program seperti itu otomatis bisa mempermudah dalam memberi bantuan agar lebih tepat sasaran, karena selain anak dekat dengan sekolah mereka bisa sekolah di wilayah sendiri, tentunya peruntukan bantuan tidak melebar ke mana-mana yang tidak sesuai dengan warga penduduk setempat.

Permasalahan utama sistem Zonasi pendidikan untuk mengatasi isu pendidikan yang sudah lama, yakni belum maksimalnya adanya program perluasan dan pemerataan dalam memperoleh akses pendidikan di masyarakat, dan yang lebih penting bukan hanya permasalahan dengan tempat tinggal siswa saja, namun juga untuk mempermudah dalam penyebaran guru kerkualitas.

Sejak otonomi daerah sekolah baik negeri maupun swasta sangat kompetitif dalam ajang promosi untuk memperoleh calon peserta didik, permasalahan yang sering dihadapi karena tidak adanya pemetaan lokasi sekolah baru, bermunculan tanpa memperdulikan sekolah sekitarnya mati atau tidak, ini permasalahan serius yang harus segera di tangani.

Hal tersebut merupakan suatu permasalahan dalam bidang pendidikan atau tidak, itu tergantung dari mereka yang mempunyai kepentingan dalam memajukan pendidikan di daerah, jika semua sama-sama tidak mempunyai kepentingan, tentu saja dibiarkan ke mana arah angin akan berhembus, apakah bidang pendidikan akan dijadikan alat dalam kepentingan dalam dunia apa saja atau di segala bidang yang bebas, yang menjadi kata kunci, adalah dunia pendidikan sebagai ladang bisnis atau bukan.

Sebelum jauh hari banyak kalangan masyarakat yang menghendaki adanya sekolah gratis, kemudian pemerintah menggelontorkan berupa perbaikan tunjangan guru maupun bantuan siswa, setelah itu mengapa banyak sekolah dasar negeri khususnya wilayah pedesaan semakin minim calon peserta didik, justru mereka lebih berminat menyekolahkan anaknya dengan jarak jauh dengan biaya tinggi pula.

Ladang bisnis dan sekolah favorid itu mencul dari kalangan masyarakat itu sendiri, semua terbentuk oleh pemikiran masyarakat luas, mereka bebas dalam menempatkan anaknya ke mana saja yang mereka anggap terbaik, itulah risiko adanya perubahan industri 4.0, yang menjadikan pertanyaan besar adalah, yang dirubah dalam lingkungan sekolah sistem atau PTK nya?

Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 tentang Penerimaaan Peserta Didik Baru.

YEL-YEL KABUPATEN MADIUN : KABUPATEN MADIUN JAYA, KABUPATEN MADIUN JAYA, KABUPATEN MADIUN MILIK KITA

VISI BUPATI MADIUN : AMAN, MANDIRI, SEJAHTERA DAN BERAKHLAK

MOTO KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN : MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA