DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

MEMFUNGSIKAN MESIN SIDIK JARI TERHUBUNG DENGAN SERVER BKD

pemasangan mesin absensi sidik jari (Finger print) dilakukan untuk menyongsong tahun 2019 yang rencananya akan menggunakan aplikasi berbasis E kinerja, dengan tujuan untuk mengukur semua aktivitas kerja bagi seluruh pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun.

Petugas BKD didampingi Tim dari Dinas hari ini mendaftar seluruh pengawas dan tenaga kependidikan baik dari interen Dinas dan semua Korwil Kecamatan, secara berurutan antre satu persatu menunggu giliran menuju tempat mesin absensi, sementara untuk tenaga kependidikan di lembaga jenjang SMP belum di data, menyusul menunggu adanya mesin baru.

Mesin absensi ini nanti akan terhubung dengan system online dengan database yang ada di BKD Kabupaten Madiun, jadi semua rekap absen akan terdaftar dan masuk di satu server, jika ada keterlambatan dan pulang terlebih dulu akan ada konsekuenasinya.

Menurut informasi dari vendor yang dipercaya dari pihak BKD, meskipun sudah online semua data bisa masuk ke server di BKD, namun masing-masing pegawai harus sidik jari di masing-masing mesin yang sudah didaftar sebelumnya, jadi belum bisa di tempat atau kantor lain yang terdekat, meskipun mereka sedang melaksanakan tugas agak jauh dari kantor induk, mereka harus kembali ke induknya.

Jam sidik jari pagi pukul 07.00 WIB sedangkan pulang diberi batas waktu sampai pukul 12.00 WIB, hal ini membuktikan bahwa Kabupaten Madiun ingin lebih meningkatkan adanya monitoring terpadu, jadi pegawa yang tidak ke kantor bisa dilihat langsung di server BKD.

Banyak yang bertanya-tanya, mengapa mesin ini masing-masing pegawai belum bisa absen di tempat lain, hal ini yang aka menjadi sebuah pekerjaan rumah untuk bisa lebih mengefektifkan fungsi mesin sidik jari tersebut, sekalian bisa mempermudah pegawai yang tugas di luar kantor induk bisa sidik jari di kantor terdekat.

Perlu diketahui bahwa kemampuan satu mesin ini bisa menampung maksimal sekitar 1200 pegawai, dan harapan dari semua pegawai agar mesin ini bisa dikombinasikan bisa terhubung secara otomatis dengan model sistem aplikasi website, jadi misalkan setiap mengikuti undangan di tempat jauh atau diluar kota pendataan absen cukup membuka website sebagai laporan.