DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

RAPAT DINAS REVIEW KEGIATAN TAHUN 2018, RENCANA TAHUN 2019

Rapat Dinas awal tahun 2019 sekaligus ulasan laporan tahun 2018, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sodik Hery Purnomo S.Si mengumpulkan seluruh pejabat dan semua staf, baik interen dinas maupun yang ada di Korwil kecamatan di Gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan wajah baru, karena baru saja mengalami renovasi wajah gedung.

Kata kunci Beliau adalah, hasil kegiatan jangan hanya sekedar ditumpuk sebagai administrasi saja, tetapi harus mempunyai kemanfaat yang bisa menghasilkan inspirasi bagi satuan pendidikan baik dasar maupun menengah dan tidak kalah penting bagi guru, siswa dan masyaratakat.

Beliau menyarankan, untuk menyusun laporan 2018 harus per item kegiatan dan disertai foto pendukung, tujuannya adalah bisa melihat dengan mudah kira-kira kegiatan mana yang belum dan sudah mempunyai kemanfaat kedepan, karena semua itu ada hubungan dengan kebijakan pimpinan agar tepat saran dan jangan lupa laporan kegiatan tahun 2019 nanti juga dibuat seperti itu.

Mengapa demikian?, karena telah banyak terindikasi adanya bukti kenyataan di lapangan kurang lebih ada 70% masih banyak peserta belum memahami dari hasil sosialisasi kegiatan tersebut, dengan adanya kenyataan seperti itu, bagaimana langkah kita untuk membuat format kedepan agar peserta bisa betul-betul memahami 100%.

Semua dibuktikan dengan masih banyak satuan pendidikan yang belum mengumpulkan format hasil sosialisasi tersebut, apalagi banyak pertanyaan dari mereka yang sebenarnya gampang tapi sulit bagi mereka, hal ini menandakan tidak fokusnya ketika mengikuti sosislisasi kemarin.

Selain itu masih ada lagi yang perlu dibenahi, yakni pembuatan Surat Keputusan (SK) yang berhubungan dengan kegiatan, kalau bisa jangan terlalu mendadak, karena kenyataan di lapangan melalui proses yang panjang kurang lebih ada dua minggu, sebelum tanda tangan ke Bupati harus lewat revisi bagian hukum dan sekretariat.

Untuk menerbitkan Peraturan bupati, Beliau memohon untuk bisa menyajika ulasan singkat, agar bapak bupati bisa memahami maksud dan tujuan, tidak lagi mencermati satu persatu bab demi bab, itu jelas akan membuang banyak waktu.

Jangan menyimpan permasalahan, sekiranya tidak bisa di atasi jangan ditinggal atau disembunyikan, lebih baik dikoordinasi dengan pimpinan untuk mengatasi permasalahan tersebut, jika tidak, Beliau yakin suatu saat akan muncul dan ketahuan.

Rencana tahun 2019 semua operasional satuan pendidikan yang berkaitan dengan media, listrik, telepon, dan internet semua ditanggung oleh Dinas, dan rencana biaya akan keluar pada bulan april nanti, ini menandakan kepedulian Pemerintah daerah untuk mengatasi kekurangan yang ditanggung oleh satuan pendidikan.

Pada kesempatan yang sama Kepala Bidang Ketenagaan Drs, Hendro Suwondo, M.Pd menjelaskan bahwa akan melaksanakan pendataan GTT dan PTT, perlu diketahui jika yang masuk pendataan adalah mereka yang masa tugasnya minimal tercatat Desember 2017, di luar itu, bukan kewenangannya, tegas Beliau.

Selain itu Hendro memberi pencerahan berkaitan dengan adanya Kepala Dinas ingin mengadakan wawancara dengan calon guru prestasi dalam hal hasil karya ilmiah, karena masih banyak dari mereka tidak paham dengan judul dan isi karya tersebut.

Menurut Hendro, maksud Kepala Dinas adalah baik, jangan berasumsi negativ, meskipun sebenarnya tidak ada dasar untuk melaksanakan hal tersebut, namun Kepala Dinas harus mengetahui lebih mendalam karakter calon penyandang gelar sebagai gupres terbaik Kabupaten Madiun.

Kembali dari Kepala Dinas, rencana Dinas untuk pengadaan Komputer dan printer untuk satuan pendidikan dasar, Beliau berharap mohon diperuntukan bagi satuan pendidikan yang betul mempunyai prestasi yang hebat, jangan asal memberi bantuan, harapannya bantuan tersebut harus bisa berdampak yang baik untuk kedepan bukan justru sebaliknya mandul.

 

Laporan kegiatan 2018 sebagai rujukan dan pembenahan atau pendukung rencana kegiatan 2019 yang berkelanjutan, bukan sekedar adanya kegiatan sesaat saja, titik fokusnya adalah memproses menjadi kegiatan yang mempunyai hasil, manfaat dan dampak kedepan, dan semua itu wajib bisa dirasakan dan terimplementasikan oleh lembaga, guru, siswa dan masyarakat.