DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

PGRI : SOSIALISASI SABER PUNGLI 2017

23/02/2017  Bupati Madiun “H. Muhtarom, S.Sos”, didampingi Wakil Bupati “Drs. H. Iswanto, M.Si,” membuka kegiatan sosialisasi Saber Pungli dengan tema “Membangkitkan kesadaran kolektif guru dalam meningkatkan mutu pendidikan” yang diadakan oleh pengurus PGRI dengan ketua “Drs. Suprijadi, M.Pd” dengan mengundang 350 peserta di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun.

Selain tamu undangan dari perwakilan PGRI yang hadir adalah Sekretaris Daerah “Ir. Tontro Pahlawanto”, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  “Sodik Hery Purnomo S.Si”, wakil dari kejaksaan Kasi Pidsus “Wartajiono Hadi, SH”, wakil dari Polres Madiun waka Polres Madiun kompol “Ary Murtini, S.I.K selaku ketua pelaksana unit pemberantas pungli dan seluruh pejabat OPD Pemerintah Kabupaten Madiun.

Menurut informasi dari nara sumber wakil dari Polres Madiun Iptu Afin Choirudin, S.H bahwasannya Tim Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Kabupaten Madiun telah membuka “call center” yang bertempat di Polres Madiun dan Kantor Ispektorat dengan tujuan agar masyarakat dapat denga mudah segera menginformasikan langsung apabila terjadi pungutan liar sehingga petugas cepat bertindak untuk menanganinya.

Kegiatan berlangsung tertib dan lancar dan banyak yang sangat antusias sekali sehingga setelah nara sumber selesai menyampaikan materi banyak peserta yang timbul pertanyaan, yang menjadikan sosialisasi semakin meriah dan lebih berwarna.

Kutipan dari Kanit Tipikor reskrim POLRES Madiun “Afin Khoirudin”. Antara lain :

SUMBER INFORMASI PUNGLI :

DARI MASYARAKAT

  1. Masyarakat membuat Surat Aduan  dengan identitas yang jelas.
  2. Masyarakat membuat Surat Aduan  tidak ada identitasnya/surat kaleng/surat budek namun diakui kebenarannya dan ada bukti-bukti telah terjadi tindak pidana korupsi.
  3. Surat aduan dari LSM peduli pemberantasan tindak pidana korupsi.
  4. pengaduan Orang yang  sakit hati (teman dekat, rekan kerja, saudara dekat ) namun tetap harus didukung dengan bukti-bukti yang cukup.
  5. Pengaduan dari Masyarakat yang merasa dirugikan .

TEMUAN POLRI

  1. Operasi Tertangkap Tangan (OTT)  ditangkap melakukan TP.Korupsi.
  2. Hasil lidik Polri
  • Dari media Cetak (Koran, majalah)
  • Dari media Elektronik (Internet, Hp, E-mail)
  • Temuan BPK
  • LHP Inspektorat

SYARAT  DAPAT DIPIDANA PUNGLI

a.           Melakukan perbuatan  Pidana Korupsi sebagaimana diatur didalam undang undang Korupsi.

  • Setiap orang, orang per orang, koorporasi.
  • Melakukan perbuatan melawan hukum
  • Menyalahggunakan Kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan
  • Tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau Koorporasi.
  • Dapat merugikan keuangan negara/atau perekonomian negara.

b.          Melakukan kesalahan  baik unsur kesengajaan atau unsur kealfaan yang dapat dibuktikan.

c.   Tidak ada alasan pembenar atau pemaaf.

  • Perkara tidak ada duplikasi penanganan.
  • Terlapor masih hidup/tdk meninggal dunia.
  • Terlapor tidak cacat kejiwaan/gila.

PENENTUAN PELAKU TP PUNGLI

  • Tersangka Utama.(orang yg benar-benar menikmati uang hasil korupsi dan benar-benar orang yg bertanggungjawab).
  • Turut  serta melakukan
  • Menyuruh melakukan
  • Membantu

UPAYA PEMBERANTASAN PUNGLI

Pencegahan (Preventif)

  • Membentuk Satgas pencegahan yang anggotanya terdiri dari anggota unit 3 Tipikor Polres Madiun;
  • Melakukan kegiatan pencegahan pungli ke pemerintahan Kab. Madiun dan Aparatur Desa, bentuk kegiatanya adalah sosialisasi dan koordinasi;
  • Membangun sinergitas dengan pemerintah daerah Kab.Madiun guna pencegahan pungli.
  • Membudayakan perilaku anti pungli

Penindakan (Represif)

  • Membentuk Satgas penindakan yang anggotanya terdiri dari anggota unit Tipikor Polres Madiun;
  • Melakukan Lidik perkara Pungli yang diadukan oleh masyarakat;
  • Melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), terhadap pelaku Pungli;
  • Melakukan Penyelidikan dan penyidikan secara profesional dan proporsional.
  • Meningkatkan sinergi dengan CJS dan penegak hukum lainya.

HIMBAUAN

  1. Hilangkan niat untuk melakukan pungli walaupun ada kesempatan dan peluang;
  2. Kalau sudah ada niat untuk melakukan tindak pidana pungli dan terbukti maka akan kita lakukan proses hukum sesuai dengan ketentuan Undang-Undang;
  3. Mari mulai sekarang kita berubah, mulai dari diri kita sendiri, di ibaratkan binatang Dinosaurus, binatang kuat namun tidak mau berubah, maka tetap akan punah. (HIDUPLAH DI JAMANMU);
  4. Masyarakat harus mulai cerdas menyikapi masalah pungli dan ikuti prosedur yang ada, apabila ada aparat yang meminta memaksa laporkan saja kepada pihak yang terkait.

 

 

BARU DIBACA

 

NEW

May 23rd 2018Views 3Comments 0Rating 0
May 22nd 2018Views 7Comments 0Rating 0
May 21st 2018Views 10Comments 0Rating 0
May 17th 2018Views 17Comments 0Rating 0
May 15th 2018Views 23Comments 0Rating 0
May 15th 2018Views 19Comments 0Rating 0
May 9th 2018Views 24Comments 0Rating 0
May 7th 2018Views 35Comments 0Rating 0
May 7th 2018Views 31Comments 0Rating 0
May 7th 2018Views 31Comments 0Rating 0
May 4th 2018Views 54Comments 0Rating 0
May 4th 2018Views 33Comments 0Rating 0
May 3rd 2018Views 50Comments 0Rating 0
May 3rd 2018Views 38Comments 0Rating 0
May 2nd 2018Views 49Comments 0Rating 0
May 2nd 2018Views 39Comments 0Rating 0
April 30th 2018Views 43Comments 0Rating 0
April 23rd 2018Views 58Comments 0Rating 0
April 23rd 2018Views 48Comments 0Rating 0
April 20th 2018Views 55Comments 0Rating 0
April 19th 2018Views 46Comments 0Rating 0
April 19th 2018Views 56Comments 0Rating 0
April 18th 2018Views 55Comments 0Rating 0
April 18th 2018Views 181Comments 0Rating 0
April 13th 2018Views 58Comments 0Rating 0