Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

SANTUNAN SAAT BULAN MUHARRAM

13/10/2017 Pukul 08.00 WIB, Dalam rangka bulan Muharram 1439 H Tahun 2017, Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dengan Ketua“Ny. Nunung Mintarsih Sodik” menyelenggarakan kegiatan penyerahan santunan kepada anak yatim Piatu di Gedung Dwija Hayu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun.

Menurut Ny. Nunung, Undangan Sarimbit yang hadir terdiri dari Sekretaris, Kepala Bidang, Kepala SMP dan Kepala UPT TK/SD Pendidikan Kecamatan, adapun undangan yang mendapat santunan sejumlah 100 peserta terdiri dari 1 (satu) perwakilan dari SMP dan 4 (empat) perwakilan dari UPT Kecamatan.

Bulan Muharram merupakan salah satu bagian bulan dari dua belas bulan yang ada, bulan ini saat paling tepat untuk melaksanakan kebaikan atau berbagi bukan sebaliknya untuk mencari permusuhan, menurut Beliau akan mebagikan sesuatu yang mungkin bisa bermanfaat untuk siswa, yakni Uang, Tas dan Buku.

“Ny. Nunung Mintarsih Sodik” berharap pada saat momen pemberian santuanan kepada Siswa, untuk sebisa mungkin dan semaksimal mungkin diabadikan menjadi sebuah dokumen foto, dengan tujuan bisa dijadikan kenang-kenangan yang mewarnai dari salah satu atau bagian dari kegiatan yang ada.

Ciri khas Dharma Wanita Persatuan Tahun 2017 adalah menitik beratkan berupa bantuan-bantuan kepada siswa/siswi yang sangat benar-benar membutuhkan, selain itu untuk memperdalam pelatihan keterampilan bagi pengurus dan anggota Dharma Wanita dengan harapan bisa menciptakan interpreneur sejati, khususnya bagi Ibu Rumah Tangga murni agar mempunyai kesibukan dan bisa menghasilkan beberapa karya yang terhebat , baik secara person maupun kelompok.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun “Sodik Hery Purnomo S.Si” sebenarnya pagi ini akan mengantar tamu dari Perancis ke lembaga yang ada di wilayah Kecamatan Kare sambil menikmati daerah pegunungan, akan tetapi Beliau tidak tega karena di Kantor sendiri mengundang siswa/siswi yang akan mendapat bantuan santunan dari Dharma Wanita.

Beliau mengibaratkan seperti bertemunya antara bunga dan lebah, sehingga terjadinya proses penyerbukan antara benangsari dan putik, akhirnya bunga bisa bermanfaat bagi orang lain, dan yang lebih penting dipahami adalah “jangan sampai guru tidak menjadi idola anak didiknya, maka guru perlu terus belajar dan belajar dalam hal segala bidang agar guru menjadi terhebat dan menjadi idola bagi semua masyarakat.
FOTO KEGIATAN DISINI