DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

DIKLAT JURNALISTIK GELOMBANG VII JILID II, NASKAH BELUM SESUAI DENGAN HARAPAN

17 Januari 20189 Pukul 08.00 WIB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang sudah menjalin kerja sama dengan Radar Jawa Pos Madiun kembali menggelar Diklat jurnalistik Gelombang VII di Gedung Radar Jalan Panjaitan No. 12 Madiun, pemateri disampaikan oleh Wawan Isdarwanto, Redaktur Senior Radar Madiun, yang diikuti 45 peserta dari jenjang sekolah dasar.

Permasalahan kiriman naskah dan foto pendukung dari pihak sekolah sampai gelombang VII adalah, salah satu beritanya seputar peringatan hari besar dan isi naskah hampir sama, dimungkinkan browsing di mbah google, sehingga sangat menyulitkan tim edior.

Sebenarnya syah-syah saja, namun mereka banyak yang mengirim isi naskah dengan tema tujuan dan maksud secara umum, bagaimana misalkan ada 20 sekolah mengirim naskah seperti itu, jelas berita menjadi tidak menarik, dan dari pihak media koran juga enggan untuk menerbitkan.

Ini merupakan tugas berat dari tim editor agar bisa mengemas kesamaan isi naskah tersebut menjadi sebuah berita yang layak terbit, mereka jarang yang pernah berfikir untuk membuat berita dari event tertentu dikemas menjadi banyak berita, sebenarnya mengambil dari satu kategori tema sudah bisa dikembangkan menjadi berita.

Misalkan peringatan mauludan, kategori kuis dengan pertanyaan seputar kelahiran nabi sampai dewasa, lomba kaligarafi dengan tulisan nabi besar dan masih banyak dari peringatan mauludan yang dikembangkan dari kegiatan pihak sekolah untuk menjadi sebuah berita, jadi tidak pengertian secara umum.

Kita sudah mendengar sebuah wadah dari menpan tentang sistem inovasi pelayanan publik (Sinovik) yang telah menghasilkan banyak karya dan dengan iming-iming hadih total milyatan rupiah, sebagai upaya percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik Indonesia, termasuk pemberian penghargaan kepada instansi pemerintah yang mempunyai inovasi pelayanan publik terbaik.

Dengan adanya pelatihan jurnalistik kepada guru dan siswa jenjang SD tentu untuk menggali adanya inovasi dari masing-masing lembaga sekolah di Kabupaten Madiun, Siapa tau dari hasil tulisan mereka bisa masuk 99 besar sinovik mempan inovasi pelayanan publik.

Jangan hanya terpaku dengan semua kegiatan melulu yang ada kaitannya dengan tunjangan tambahan saja, misalkan data di dapodik belum sesuai, wah pasti ramai telepon menanyakan tentang kepastian tentang data tersebut, bagaimana kewjiban setelah menerima tunjangan perbaikan tersebut, apakah harus berpangku tangan saja ? itulah kewajiban untuk meningkatkan SDM yang akan menghimbas pada pemerintah daerah, lembaga sekolah dan tentu saja bisa menjadi sumber percontohan kepada siswa agar bisa mengembangkan inspirasinya.

Memang menanyakan hak itu wajib, tapi harus dibarengi dengan data yang jujur tidak ada rekayasa, kita harus ingat bahwa ada satu kalimat dari guru yang masih membekas di pikiran siswa sehingga mereka menjadi seorang yang berhasil dalam kehidupannya, maka Bangkitkan jiwa mereka, ajarkan cinta kepada ilmu, dan bangunkan semangat.

Diklat jurnalistik adalah dalam rangka menggali kegiatan dibalik rutinitas sekolah, yang harus bisa menghasilkan dan menciptakan sebuah karya tulis terbaik tentang inovasi sekolah, ciptakan hal-hal terbaru yang lain dari pada yang lain sehingga menjadi sebuah berita yang menarik di ruang khusus cendekia Radar Madiun.