DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

HIDROPONIK SMPN 1 WUNGU BERHASIL MENCURI PERHATIAN WILAYAH LAIN

Hidoponik SMPN 1 Wungu ternyata berhasil bisa mencuri perhatin dari sekolah luar Kabupaten Madiun, dan secara terencana bisa berpotensi sebagai percontohan sekolahpariwisata.

30 November 2018 SPS Mutiara Kelurahan Banjarejo Kota Madiun telah mengajak semua anak setingkat PAUD untuk berkunjung dan melihat betapa asrinya tanaman Hidroponik SMPN 1 Wungu.

Seperti biasa, Kepala Sekolah Muhammad Solihuddin  yang senang bercanda sambil mengajak tanya jawab anak PAUD, ada anak yang mengatakan bahwa “ sebenarnya yang mempunyai keinginan kesini itu mama saya pak, saya hanya mengantar mama saja pak”

Itu hanya sebuah ilustrasi guyonan Kepala Sekolah SMPN 1 Wungu kepada sang siswa PAUD, sebenarnya bukan itu yang dimaksud dari pihak SPS Mutiara, namun maksud yang sebenarnya adalah agar anak sejak usia dini untuk selalu mencitai tanaman lingkungan sekolah, karena sangat berdampak bagus bagi kesehatan.

Dampak dari hidroponik sudah bisa dirasakan dari pihak sekolah, khusunya guru dan siswa, ternyata dapat dilihat dan diukur dari tingkat capaian semangat dan kesehatan sesudah dan sebelumnya ada tanaman tersebut, ternyata bisa meningkatkan capaian prestasi juga, baik bidang akademik maupun non akaedemik, itulah yang dirasakan dari pihak sekolah, tegas kepala SMPN 1 Wungu.

Kembali ke permasalah kunjungan anak PAUD SPS Mutiara, sang guru PAUD dengan yakin bahwa dari sekian anak PAUD pasti mempunyai pemikiran yang yang lebih kreatif, karena dengan kunjungan ini akan bisa menjadi sebuah proses pembiasan pengalaman yang sangat berguna ketika mereka sudah dewasa nanti.

Tentu ada pertanyaan, apakah kegiatan semacam ini ada manfaatnya ? jawabannya, pasti sangat bermanfaat, karena kita sebagai orang sudah dewas pasti pernah mengalami ketika masih usia dini melihat, merasakan dan meresapi sesuatu yang kita lihat dan sampai sekarang masih membekas di hati dan pikiran.

Apakah pengalaman tersebut bisa teralokasikan ketika sudah dewasa,? tentu jawabannya, ada yang sudah dan ada yang sebaliknya, tinggal lingkungan mereka mampu untuk bisa mengimplementasikan dan memfasilitasi atau justru sebailknya.

Inilah permasalahan yang sebenarnya, mengapa anak usia dini sering diajak mengunjungi tempat yang beraneka ragam, misalkan melihat hidropinik lingkungan sekolah, home industri tempat peninggalan sejarah dan masih banyak lagi, jelas bisa menggugah kecendurang bakat mereka dan segera bisa mewujudkan dengan seiring perkembangan usia mereka.

Sulit memang kalau diartika secara rinci, karena ini adalah merupakan salah satu usaha pembentukan karakter dan merupakan bentuk dari bahasa kalbu yang sulit bisa dikontrol dengan sebuah alat secanggih apapun, namun bagi pendidik pasti paham betul  tentang proses pembiasan ini, kenyataannya sekarang masyarakat sudah mulai paham dan sadar, meskipun sekolah PAUD bianya mahal tetap ditempuh juga demi dambaan dan tercapinya sebuah cita-cita mereka.

 

NEW

December 9th 2018Views 1Comments 0Rating 0
December 9th 2018Views 0Comments 0Rating 0
December 9th 2018Views 0Comments 0Rating 0
December 7th 2018Views 2Comments 0Rating 0
December 5th 2018Views 8Comments 0Rating 0
December 4th 2018Views 10Comments 0Rating 0
December 4th 2018Views 13Comments 0Rating 0
December 4th 2018Views 11Comments 0Rating 0
December 4th 2018Views 18Comments 0Rating 0
December 3rd 2018Views 10Comments 0Rating 0
December 3rd 2018Views 14Comments 0Rating 0
December 1st 2018Views 13Comments 0Rating 0
November 30th 2018Views 13Comments 0Rating 0
November 29th 2018Views 15Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 12Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 12Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 9Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 11Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 10Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 10Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 9Comments 0Rating 0