DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

PELUNCURAN PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH DAN SEMINAR LITERASI

Berangkat dari sebuah keprihatinan akan minimnya minat baca peserta didik di era milinium ini yang telah tergantikan oleh kecanduan game on line dan hal-hal yang serba istan tanpa menggali sumber dan informasi yang sangat dibutuhkan bagi perkembangan intelektual maupun psikis peserta didik, SMPN 1 Mejayan menggagas sebuah program yang dapat mendorong peserta didik untuk kembali menjadi insan yang suka membaca dan menggali informasi dari berbagai sumber serta membangkitkan peserta didik untuk menulis apa yang dibaca atau gagasan yang dimilikinya.

Gerakan Literasi Sekolah sudah berjalan 2 tahun di SMPN 1 Mejayan. Di tahun ke dua sekolah merancang program GLS dengan berbagai kegiatan yang variatif dan menantang antara lain: AMS (Ayo Membaca di Sekolah), SAKU (Satu Anak Satu Buku), kompetisi membaca, jumpa pengarang, perpustakaan kelas, pameran buku, berbagi cerita, mari menulis cerita, seminar literasi, dsb.

Peluncuran Progam GLS dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 Januari 2019. Seperti gayung bersambut Program GLS didukung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Madiun, bapak Sodiq Heri Purnomo,S.Si., Bunda Baca (istri Bupati Madiun/Ibu Penta Lianawati), Komite, Ikatan Alumni SMPN 1 Mejayan dan seluruh stake holder. Bahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Madiun pada kesempatan tersebut mencanangkan tantangan membaca bagi guru dan tenaga pendidikan di Kabupaten Madiun dan akan memberikan reward bagi guru/ tenaga kependidikan yang dapat membaca dengan menembus 1000 halaman tentunya dengan melalui proses validasi dan keabsahan dari Tim Literasi yang akan dibentuk oleh Kepala Dinas. Demikian juga dengan Bunda Baca Kab. Madiun juga mencanangkan program “1000-pages Reading Chalenge (Tantangan Membaca 1000 halaman)” bagi seluruh peserta didik SD dan SMP di Kabupaten Madiun.

Kepala SMPN 1 Mejayan, bapak Agus Sucipto,S.Pd., M.Pd., dan seluruh warga sekolah meyakini program ini mampu membentuk karakter peserta didik untuk cinta membaca dan menulis. Guru, tenaga kependidikan dan siswa berkomitmen untuk melaksanakan pgrogram tersebut dan wujud dari komitmen tersebut Guru, tenaga kependidikan dan siswa menandatangani Deklarasi Komitmen GLS pada kain sepanjang 30 meter dan mengajak seluruh peserta yang hadir untuk menandatangi kain tersebut sebagai wujud bahwa Gerakan Literasi Sekolah tidak hanya untuk SMPN 1 Mejayan tetapi untuk seluruh insan pendidikan di Kab Madiun.

Acara Peluncuran Program GLS dilanjutkan dengan Seminar Literasi dengan nara sumber bapak Satria Dharma, salah seorang penggagas Gerakan Literasi Sekolah di Indonesia. Beliau pernah mengajar di SMPN 1 Mejayan selama dua tahun (sekitar tahun 1980an) dan dapat menghimpun kembali alumni SMPN 1 Mejayan. Hal yang dapat ditedani adalah bahwa alumni SMPN 1 Mejayan sangat peduli dengan Gerakan Literasi Sekolah dan telah mewujudkan kepedulian itu dengan terkumpulnya sumbangan dana sekitar 20 juta rupiah yang seutuhnya untuk melengkapi buku-buku dan kegiatan GLS di SMPN 1 Mejayan. Harapan sekolah Program GLS benar-benar dapat dijalankan dan mendorong seluruh warga sekolah untuk menjadi seorang literat.