DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

BELUM PERDULI DENGAN IMING-IMING

Salah satu usaha Kepala SDN Mojorejo 01 Kecamatan Kebonsari Parno, dengan memberi beberapa fasilitas dan gebrakan kegiatan, ternyata belum bisa membuahkan hasil yang maksimal, terbukti penerima peserta didik tahun ini hanya mendapatkan 10 siswa

Beberapa fasilitas yang diberikan guru adalah satu set drumband beserta seragam nya, tidak hanya itu saja, untuk variasi dan kelengkapan drumband bapak/ ibu guru juga membelikan (sebagian dari seperangkat gamelan) berupa Demong satu buah, Saron dua  buah, Peking satu buah, Kempul dua buah, Bonang dua buah dan Gayor satu buah.

Selain itu masih ada iming-iming dengan memberikan bantuan seragam gratis bagi siswa yang akan masuk ke SDN Mojorejo 01, berupa empat stel seragam, namun apa daya, masih belum bisa memperoleh siswa baru yang maksimal.

Kendala yang dihadapi SDN Mojorejo 01 adalah lokasi nya dikelilingi sekolah berbasis agama, disitu banyak berdiri pondok pesantren, tidak dipungkiri lagi bahwa minat orang tua siswa sekarang banyak yang menyekolahkan anaknya ke pondok atau banyak ajaran agama nya.

Fenomena ini menjadi tantangan sekolah negeri yang masih mengandalkan bantuan program operasional sekolah (BOS), apakah bisa merubah minat masyarakat untuk kembali menyekolahkan ke sekolah negeri, padahal gratis.

Mereka belum perduli dengan iming-iming peralatan eskul yang sekolah miliki di atas, tetap berminat ke pondok pesantren, dengan harapan bisa membaca lancar dan hafal Alquran, dengan lancar dan hafal alquran akan bisa mengangkat orang tua ketika sudah berada di alam akherat nanti, itulah keyakinan orang tua yang sudah ditanamkan kepada siswa sejak dini.

Karena perkembangan zaman yang begitu cepat, banyak orang sudah kehilangan arah untuk menentukan tujuan hidup, mereka beranggagapan dengan banyak uang akan hidup bahagia, namun apa yang dipraktekkan di masyarakat, tidak begitu, lebih mengutamakan berkah dan hidup bahagia sesuai jalur ajaran agama.

Setelah melihat kenyataan seperti itu, bagaimana nasib sekolah negeri di kemudian hari, apakah harus tutup atau bertahan menyesuaikan dengan keinginan masyarakat setempat, jika seperti itu dimungkinkan agak sulit, akan tetapi optimis bisa berhasil apabila mempunyai cara yang tepat dalam menggali dana tambahan di luar dana BOS.