DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

WISATA RELIGI

Kepala SDN Klumutan 02 Saradan Pudjiarti, S.Pd.SD mengalihkan kesan bahwa bila bulan syura atau muharam wilayah Madiun terkenal adanya arak-arakan beberapa organisasi silat yang dulu kesannya adanya tawuran, padahal muharam adalah tahun baru islam.

Maka Kepala Sekolah mengalihkan semua itu dengan arak-arakan siswa mengadakan wisata religi, kesempatan ini juga digunakan untuk mengenalkan kegiatan sekolah yang lebih positif, sekaligus untuk menghilangkan kesan bahwa setiap bulan syura ada tawuran dibeberapa daerah Madiun

Penanaman dari salah satu poin pendidikan karakter yang baik sejak dini ini, tentu akan membekas di hati semua siswa, sehingga mereka kalau sudah dewasa sudah tidak mengenal kegiatan yang tidak berguna seperti hura-hura di jalan.

Lebih baik mengenalkan dan mencatat seluruh Masjid yang ada di wilayah Desa klumutan, sekalian mengajarkan anak untuk bisa bersosialisasi dengan para tokoh agama setempat, juga bisa sebagai latihan cara berkolaborasi dengan masyarakat, karena mereka harus ditempa pendidikan seperti itu agar tidak canggung lagi dalam mengarungi kehidupan yang nyata nanti.

Selain pengenalan beberapa masjid, mereka juga dikenalkan lokasi Pusat Pemerintahan baru, agar siswa mengetahui bahwa lokasi Pemerintahan Kabupaten Madiun sudah tidak lagi di Jalan Alon-alon utara Kota Madiun, akan tetapi di Mejayan, hal ini jelas penting, untuk membedakan antara Kota Madiun dan Kabupaten Madiun.

Anak jaman sekarang masih banyak yang belum faham, mereka menganggap bahwa Madiun itu hanya satu wilayah, apalagi klumutan adalah wilayah pedesaan, sehingga siswa perlu mengetahui wilayahnya sendiri.

Acara terakhir mengenalkan Masjid baru yang besar dan megah yang dibangun di sekitar alon-alon Rekso Gati Mejayan, yakni Masjid Quba, dengan kegiatan ini siswa bisa lebih faham untuk mengetahui wilayahnya, jadi jika sudah dewasa nanti sudah tidak akan keliru lagi.