DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

MENGENANG SEPANJANG MASA

SDN Sangen 01 berdiri tepatnya tanggal 1 Oktober 1918, berarti sudah ada 107 tahun, sekalian bertepatan juga dengan perpisahan ibu Hasrini yang  saat ini juga telah mengakiri masa purna tugas.

Kepala Sekolah Sundari mengatakan bahwa SDN Sangen 01 sudah melalui tiga zaman, yakni Belanda, Jepang dan Indonesia Merdeka, sejak saat itu juga yang merupakan dari salah satu sekolah yang ikut kompetisi merebut satu-satunya SMP Negeri yang pada saat itu namannya SMPN Uteran dan sekarang berubah nama menjadi SMPN 1 Geger.

SMP Negeri tersebut, waktu itu direbut oleh sekolah tiga kecamatan, yakni Kecamatan Geger, Dagangan dan Kebonsari, karena waktu itu di tiga kecamatan tersebut hanya adan satu SMP Negeri, bahkan sekolah swasta belum ada, Beliau menambahkan, kalau saat itu kompetisi merebut untuk bisa sekolah SMP sangat sulit dan terbatas, yang tidak diterima,mayoritas tidak bisa sekolah, karena sekolah lainnya lokasinya sangat jauh.

Untuk mengenang itu semua, sekolah mengadakan jalan santai dengan membawa nasi kuning diarak keliling desa dengan tujuan, agar masyarakat sekitar yang alumni bisa tersentuh hatinya untuk bisa ikut berperan aktif ikut memajukan dan mempertahankan keberadaan sekolah.

Banyak sekolah yang sudah tutup karena sudah ditinggal oleh masyarakat, isu tersebut harus segera ditanggulangi, bekerjasama dengan masyarakat dan sekolah selalu aktif dalam mengadakan kegiatan yang disesuaikan dengan keadaan sekarang, tentu sekolah bisa bertahan.

Menurut Beliau, jika sekolah mempunyai banyak inovasi, tentu kepercayaan masyarakat akan kembali mencintai dan sebaliknya bila tidak, siap-siap untuk gulung tikar, jangan meremehkan dengan kegiatan yang dianggap seakan-akan tidak bermanfaat, akan tetapi sebenarnya mempunyai makna dan dampak yang luar biasa, khusunya bagi siswa yang sudah menjelang dewasa.

Saling mencintai dan menghargai sesama selalu ditekan oleh Kepala Sekolah, misalkan mengadakan perpisahan dan memberi tali asih kepada guru yang sudah pensiun adalah merupakan kegiatan yang mengarahkan fikiran siswa untuk menghargai jasa-jasa Beliau dan harus selalu terus menerus untuk mengenang sepanjang masa.