Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

MEMANFAATKAN SAMPAH ANORGANIK

SDN Sumberejo 02 kecamatan Madiun memulai aksi dan ajakan untuk mengatasi masalah sampah plastik di lingkungan sekolah untuk mengasilkan inovasi. Hampir setiap orang pasti tidak terlepas dari yang namanya bahan plastik dalam aktivitas sehari-hari. Sifat-sifat bahan plastik inilah yang membuat sulit tergantikan dengan bahan lainnya dalam kehidupan sehari-hari mulai kemasan makanan dan minuman yang sering djumpai dilingkungan sekolah. Peningkatan penggunaan bahan plastik ini juga mengakibatkan peningkatan produksi plastik dari tahun ke tahun. Setelah kita ketahui bersama bahwa plastik sangat sulit terurai dalam tanah yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk terurai, dan ini akan menimbulkan permasalahan tersendiri dalam penangannnya. Maka perlu adanya managemen sampah plastik mulai dari lingkungan yang terkecil yaitu lingkungan keluarga.

Dari permasalahan tersebut di atas tenaga kependidikan di SDN Sumberejo 02 kecamatan madiun ikut serta dalam penanganan maasalag tersebut, dengan membiasakan siswa-siswanya untuk membuang sampah pada tempat yang tersedia di depan kelas masing-masing yang terdapat tempat sampah organik dan anorganik. Mereka sudah terbiasa memisah-misahkan kedua jenis sampah tersebut. Untuk sampah anorganik guru mengajarkan kepada para siswa bagaimana cara memanfaatkan sampah yang ada dilingkungan sekolah, terutama sampah kemasan makanan dan minuman yang merupakan sampah paling banyak di lingkungan sekolah untuk dijadikan kreasi yang menarik yang dapat dimanfaatkan kembali. Kreasi tersebut berupa tas, bunga, vas bunga, tempat pensil dll. Materi pengolahan sampah tersebut diterapkan pada pembelajaran SBDP (Seni Budaya dan Prakarya), pada pembelajaran SBDP selain menari, menyanyi, menggambar siswa juga ditekankan pada pemanfaatan barang bekas yang berada di lingkungan sekitar mereka. Mereka memperoleh sumber informasi dari guru dan dari siswa sendiri yang mempunyai ide kreatif yang bisa saling ditularkan pada teman-teman mereka. “Hal ini bisa didapatkan beberapa keuntungan sekaligus yaitu mengurangi problem sampah plastik juga mengajarkan dan membekali siswa siswi kami, yang diharapkan mereka mempunyai kreativitas dalam mengubah sampah tersebut menjadi barang berharga yang nantinya dapat menambah nilai ekonomis setelah mereka dewasa” ujar Siti Wasikah, selaku kepala sekolah.

Mendaur ulang sampah dan barang bekas merupakan cara yang paling banyak dilakukan untuk memanfaatkan sampah anorganik. Dengan demikian, beban pencemaran lingkungan dapat dikurangi bahkan kerajinan dari sampah bisa memiliki nilai ekonomis dengan menjadikannya sebagai komoditas yang diperjual belikan. “Dan diharapkan para siswa dapat mengembangkan sendiri atau dapat menciptakan sendiri kresi-kreasi baru yang lebih inovatif dalam penangan masalah sampah tersebut”, ujar Siti Wasikah.