DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

BERMODAL “SAYA HARUS BISA”

Wungu – Berlokasi di daerah pinggiran bukan menjadi hambatan siswa-siswi SDN Mojorayung 02 untuk terus berprestasi. Berbagai upaya terus dikembangkan untuk menambah semangat peserta didik mengeluarkan kemampuannya,  baik melalui proses pembelajaran, pembiasaan, dan motivasi. “Rata-rata siswa berangkat ke sekolah tanpa modal, dan itulah tugas kita sebagai pendidik untuk memberi modal para siswa untuk berprestasi.” Ujar Katinem, Kepala sekolah SDN Mojorayung 02.

Ketika ditanya bagai mana cara memberi modal para peserta didiknya, Katinem menjelaskan bahwa , resep yang paling utama dalam meraih prestasi tersebut tak lain dan tak bukan diawali dari semangat “Saya Harus Bisa”.  Ya, itulah semboyan pelecut semangatyang selama ini melekat pada seluruh warga SDN Mojorayung 02.  Semboyan  “Saya Harus Bisa”  selalu didengungkan  ketika belajar maupun berlatih dan pada saat pembiasaan pagi menjadi pelecut semangat para siswa untuk berprestasi.

Awal semboyan ini muncul pada tahun 2010 diawali dari menurunnya prestasi dan semangat belajar para peserta didik SDN Mojorayung 02. Katinem yang saat itu baru menjabat sebagai kepala sekolah memikirkan berbagai cara bagaimana menanamkan semangat belajar kepada peserta didik. Akhirnya tercetuslah ide untuk memberikan semangat melalui semboyan “Saya Harus Bisa”. Beliau optimis jika segala sesuatu diawali dengan semangat pasti menghasilkan sesuatu yang maksimal.

Beliau menambahkan, “Saya Harus Bisa”  adalah sebuah kalimat yang terdiri dari tiga kata tetapi syarat akan makna. Melalui kalimat itu itu diharapkan bisa mensugesti siswa bahwa tidak ada yang tidak bisa. Asalkan mau berusaha bukan tidak mungkin berbagai prestasi terbaik akan mampu diraih. Beliau mengakui bahwa sangat sulit menanamkan semangat “Saya Harus Bisa” tersebut. “ya setiap saat jika anak-anak sudah mulai kurang bersemangat kita selalu meneriakkannya bersama-sama,” imbuhnya.

Terbukti cara tersebut memang ampuh untuk membakar semangat siswa untuk berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik. Katinem berharap jika semboyan tersebut tidak hanya keluar dari mulut semata tapi benar-benar harus dihayati dan diterapkan. “jika dilandasi dengan doa dan kemauan, saya optimis suatu saat pasti kata-kata “Saya Harus Bisa” berubah menjadi “saya sudah bisa”. Pungkasnya.