DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

MEMBANGUN KARAKTER DENGAN PERMAINAN TRADISIONAL

Permainan tradisional merupakan kekayaan budaya bangsa Indonesia warisan nenek moyang yang wajib kita jaga. Dalam permainan tradisional mengandung banyak nilai – nilai dasar dalam kehidupan bermasyarakat yang merupakan modal dalam membangun karakter anak. Maka penting juga bagi orang tua dan guru untuk memperkenalkan permainan tradisional kepada anak. Guru memberi wawasan tentang macam dan cara bermain permainan tradisional di sekolah (Permainan tradisional ada dalam materi Bahasa Jawa kelas V dengan judul “Dolanan Tradhisional”). Dirumah, orang tua lah yang bertanggung jawab mendampingi anak dalam bermain permainan tradisional karena mengingat dampak positifnya disamping mengembangkan kreatifitas, permainan tradisional juga meningkatkan kecerdasan intelektual dan natural anak.

Kita tidak bisa memaksa anak menyukai permainan “kuno” seperti gobak sodor, egrang, congklak/dakon, lompat tali, petak umpet, engklek dan lain-lain. Kita perlu  mencari cara agar mereka lebih memilih permainan kuno tersebut dibanding game yang sudah tren dijaman sekarang contohnya android, tab, gadget, playstation yang sering dimainkan sendirian tanpa membutuhkan teman (individual activity). Kelestarian permainan tradisional akan terjaga jika kita sebagai guru mau memanfaatkannya dalam konteks pembelajaran. “Ya, semacam metode pembelajaran, selain materi lebih mudah terserap, mereka juga akan mengetahui inilah “game” asli bangsa kita. “ kata Ajar Waspodo, S.Pd selaku Kepala SDN Luworo 01, Kecamatan Pilangkenceng. “Permainan yang dimainkan oleh orang-orang terdahulu, yang sekarang telah menjadi orang-orang sukses. Inspirasi itulah yang akan ditanamkan pada peserta didik kami”, imbuhnya lagi

Guru memakai permainan tradisional tersebut sebagai alat atau media belajar . Misalnya congklak/dakon, pada bidang studi matematika semua materi pada ranah bilangan bisa diajarkan memakai media ini salah satunya untuk mengenalkan konsep dasar KPK dan FPB, guru hanya perlu berinovasi mendesain permainan ini sesuai kepentingan pembelajaran. Diluar pembelajaran, siswa dapat memainkan congklak/dakon di waktu istirahat bersama temannya, hal ini juga akan membuat terjalinnya kerjasama antar teman (cooperative activity). Kecerdasan natural anak akan tercipta ketika mereka bermain permainan tradisional yang hampir sebagian besar menggunakan bahan yang menyatu dengan alam sekitar misalnya batu kerikil, biji-bijian, pecahan genting, pasir dan lain-lain

Melalui keanekaragaman permainan tradisional, diharapkan siswa mewarisi budaya bangsa serta terbentuk karakter yang positif yang mungkin akan terbawa sampai dewasa nanti seperti kejujuran, kerjasama, tanggung jawab, percaya diri, kerja keras, kreatif dan  bersahabat/komunikatif.

 

NEW

November 12th 2018Views 3Comments 0Rating 0
November 12th 2018Views 1Comments 0Rating 0
November 12th 2018Views 5Comments 0Rating 0
November 7th 2018Views 14Comments 0Rating 0
November 7th 2018Views 7Comments 0Rating 0
November 7th 2018Views 6Comments 0Rating 0
November 6th 2018Views 8Comments 0Rating 0
November 6th 2018Views 9Comments 0Rating 0
November 5th 2018Views 17Comments 0Rating 0
November 5th 2018Views 9Comments 0Rating 0
November 5th 2018Views 6Comments 0Rating 0
November 4th 2018Views 7Comments 0Rating 0
November 1st 2018Views 15Comments 0Rating 0
November 1st 2018Views 17Comments 0Rating 0
October 31st 2018Views 16Comments 0Rating 0
October 31st 2018Views 11Comments 0Rating 0
October 31st 2018Views 17Comments 0Rating 0
October 31st 2018Views 10Comments 0Rating 0
October 31st 2018Views 11Comments 0Rating 0
October 30th 2018Views 11Comments 0Rating 0
October 29th 2018Views 12Comments 0Rating 0
October 29th 2018Views 11Comments 0Rating 0
October 25th 2018Views 25Comments 0Rating 0
October 24th 2018Views 14Comments 0Rating 0