DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

BUSAKERAH SDN WUNGU 01

(Bunga Sakura Merah) merupakan judul yang kami pilih untuk mengikuti Lomba Kreasi Sampah tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA Tahun 2018. Kantong kresek sangat berguna bagi kehidupan manusia tapi sampah yang muncul akibat penggunaan kantong kresek juga menjadi masalah yang besar bagi kita, karena kita tahu bahwa sampah kantong kresek merupakan sampah anorganik yang susah diuraikan oleh tanah.

Akibat banyaknya penggunaan kantong kresek muncul kreativitas yang cemerlang dari siswa siswi SDN Wungu 01 untuk mendaur ulangnya menjadi sesuatu yang bisa bermanfaat dan bernilai jual yaitu dengan membuat BUSAKERAH (bunga sakura merah) yang berbahan dasar kantong plastik.

Adapun bahannya adalah kantong kresek warna warni yang sudah tidak terpakai, putik bunga, ranting pohon, lem tembak, setrika, kertas minyak, gunting dan politer, kegiatan pembuatan dimulai dengan memotong lembaran lembaran kertas, memilih warna kantong plastik yang sesuai dengan bunga dan daun, menyetrika kantong plastik, memotong pola, membentuk dan merangkai bunga sakura sehingga menjadi bunga sakura merah yang menawan.

Dalam lomba kreasi sampah ini SDN Wungu 01 mengirimkan 3 siswa siswi terbaik yang duduk di kelas 4 yaitu Aurellidya Nafasyach, Neshia Kirana Putri dan Fahat Catur Frebiansyah, setelah melalui proses penyaringan makalah dan pengiriman hasil karya kreasi sampah di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun dan mengikuti babak final yang dilakukan kemarin (senin, 26 Nop 2018 )di Gor Pangeran Timoer alhamdulillah kita mendapat Juara ke 2 tingkat Kabupaten,dari 54 peserta jenjang SD/  MI. Kerja keras membuahkan hasil yang luar biasa, Majulah terus kreativitas siswa siswi SDN Wungu 01!

Menurut Kepala Sekolah Nining, Bupati baru Ahmad Dawami, akhir-akhir ini telah banyak mengadakan senam bersama di Monomen Kresek, selain mengenalkan daerah wisata, juga dimungkin wilayah wungu sangat berpotensi sebagai pengembangan kota di Kabupaten Madiun.

Wilayah wungu khususnya daerah yang sejak dulu terkenal dengan sebutan “dungus” memang sangat ramai, jika benar-benar diperdayakan dengan maksimal bisa menjadi tempat perdagangan dan pariwisata yang tidak kalah dengan wilayah lain.

Wilayah sekitar banyak yang menghasilkan buah durian, namun hasilnya sekarang masih banyak yang langsung dikirim keluar kota, mereka membeli dari pemilik pohon langsung, jadi potensi wilayah wungu belum bisa diandalkan sebagai wilayah yang dapat digunakan sebagai sumber pendapatan asli daerah, sedangkan yang menikmati masih daerah lain.

Pengemasan wilayah agar bisa menjadi lebih berpotensi atau mempunya nilai tinggi dengan maksimal, ibarat seperti kami memfungsikan dan mengkreasii sampah yang tidak berguna menjadi busakera (bunga sakura merah) yang dapat dijadikan sebagai hiasan dan bisa menjadi sumber penghasilan.

 

NEW

December 9th 2018Views 1Comments 0Rating 0
December 9th 2018Views 0Comments 0Rating 0
December 9th 2018Views 0Comments 0Rating 0
December 7th 2018Views 2Comments 0Rating 0
December 5th 2018Views 8Comments 0Rating 0
December 4th 2018Views 10Comments 0Rating 0
December 4th 2018Views 13Comments 0Rating 0
December 4th 2018Views 11Comments 0Rating 0
December 4th 2018Views 19Comments 0Rating 0
December 3rd 2018Views 10Comments 0Rating 0
December 3rd 2018Views 14Comments 0Rating 0
December 1st 2018Views 13Comments 0Rating 0
November 30th 2018Views 13Comments 0Rating 0
November 29th 2018Views 15Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 13Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 12Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 9Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 11Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 10Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 10Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 9Comments 0Rating 0