DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

DIKLAT JURNALISTIK GELOMBANG IV JILID II

Proses guru atau siswa mulai dari awal menulis naskah sampai melalui tim iditor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga dari Radar Madiun sampai diterbitkan di media Koran adalah merupakan proses pembelajaran membandingkan hasil karya awal sampai sudah layak terbit.

Di sini akan terjadi transformasi ilmu antara kedua belah pihak, disatu sisi sekolah menguasai semua materi kategori pendidikan sedangkan pihak wartawan dan editor media menguasai ilmu jurnalistik yang menyeleksi kelayakan berita yang akan terbit.

Pihak jurnalistik sudah berpengalaman dan paham jika berita ini layak dibaca masyarakat atau tidak, ini sangat penting untuk bisa belajar cara memilah-milah berita apa yang cocok akan ditayangkan sesuai dengan ruang lingkup dan tidak melebar atau tidak sesuai dengan kewenangannya.

Misalkan kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah, jelas secara umum itu bukan kewenangan sekolah, namun apabila dari pihak sekolah mengirim tim kesenian atau group drumband, itulah titik sudut pandang yang akan dijadikan sebuah cerita naskah dan obyek yang akan diterbitkan, masih banyak contoh lain yang harus dicari untuk bisa dijadikan sebuah berita.

Penerbitan kegiatan sekolah di media Koran juga bisa sebagai promosi kepada masyarakat, karena akhir ini sangat penting untuk mengembalikan pemahaman mereka untuk kembali ke lembaga yang sudah di akreditisi oleh lembaga yang berwenang, selain itu semua guru sudah teruji oleh beberapa diklat dan sudah disesuaikan dengan kurikulum terbaru dan sudah mendekati indikator capaian kesesuaian mengajar.

Kesesuaian mengajar adalah bahwa ijazah sudah sesuai dengan mapel atau bidang studi yang mereka ajarkan di sekolah, juga sudah melalui kelayakan mengajar, artinya semua guru harus mempunyai minimal berpendidikan S1 yang linier atau sesuai, bagaiman nantinya jika siswa diberi pelajaran oleh guru yang bukan bidangnya.

Guru sebagai profesi tidak sama dengan ilmu teknologi lain yang bisa dipelajari secara outodidak, semua harus mempunyai pengakuan bahwa guru telah memiliki kompetensi untuk melaksanakan pelayanan pendidikan pada suatu pendidikan tertentu, dan harus di uji oleh lembaga sertifikasi yang ditunjuk oleh pemerintah.

Media berita yang paling efektif saat ini adalah Koran yang sudah terkenal dan media elektronik lainnya yang dimiliki oleh masing-masing lembaga, inilah pentingnya diklat jurnalistik saat ini, agar bisa member informasi yang lebih akurat, apalagi didukung pemateri yang sudah terkenal, yakni wakil Pimpinan Redaksi Radar Jawa Pos Madiun, “Sadmiko Supraptono”

Pelatihan dilaksanakan Kamis 29 November 2018 Pukul 08.00 dengan jumlah 60 peserta dari guru jenjang SD yang ditunjuk, semoga dengan pelatihan ini bisa membawa dampak kemajuan bagi lembaga, dan setelah mengikuti pelatihan segera mengirim artikel dan foto sesuai ilmu yang telah diserap ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun.