DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

JANGAN MAU DISEBUT SEBAGAI GENERASI SAMPAH, HANYA KARENA MALAS BERKREASI

 

Orang tua yang menerapkan pendidikan kepada anaknya manja dan cengeng, menurut pengalaman kebiasaan di sekolah, mereka jarang yang menyenangi kegiatan pramuka, meskipun pada awal-awal jenjang SD ikut, namun tidak sampai berlanjut ke jenjang sekolah yang lebih tinggi.

Pramuka dituntut bagi mereka yang mempunyai jiwa mandiri, inovatif dan suka berkolaborasi dengan semua kalangan, karena mereka sadar bahwa sebagai generasi penerus masa depan bangsa, harus siap baik fisik, mental sampai ke tingkat yang lebih dalam, yakni spiritual.

Bagi mereka yang lebih mementingkan egois suka beraktifitas nyaman di rumah tidak ada yang mengganggu karena semua fasilitas serba ada, otomatis mengarahkan mereka kearah yang tidak mempunyai jiwa sebagai pejuang tangguh, tidak sesuai dengan situasi sekarang yang penuh dengan kompetitif ini.

Kepala sekolah “Surini” tanggap dengan situasi kejiwaan anak zaman sekarang, banyak aduan dari orang tua siswa, semenjak dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat meluncur pesat ini, dilema memang bagi pendidik dan masyarakat, jika dilarang mereka ketinggalan perkembangan, jika dibebaskan mereka tidak mengerti waktu, selalu asyik dengan HP.

Harapan dari orang tua adalah, karena mereka dibebaskan diberi dengan fasilitas HP adalah untuk mencari ilmu yang lebih berguna dan bermanfaat, karena disitu banyak referensi ilmu dari semua kategori, bisa disesuaikan dengan hobi mereka, mau jadi programer, teknisi, managemen IT dan masih banyak lagi, disitu ada semua.

Orang tua mereka sangat kecewa berat, ternyata kemanfaatan HP yang begitu canggih tersebut hanya dimanfaatkan sebagai alat komunikasi jarak jauh atau media sosial yang mempunyai dampak tidak bisa berkolaborasi dengan dunia nyata, hanya terpana di dunia maya saja, tegas kepala sekolah.

Kemarin tanggal 15 Desember 2018 kepala sekolah mengadakan persami di halaman sekolah, untuk sementara mereka biar agak istirahat sebentar dengan kegiatan yang sifatnya menyendiri hanya berteman dengan HP, dengan persami mereka dihadapkan dengan acara yang padat untuk bisa berkolaborasi dengan teman-teman mereka.

Dari situ nanti bisa dilihat, bagi mereka yang yang tidak mempunyai jiwa sebagai pejuang tangguh, guru tinggal mengarahkan sedikti demi sedikit, karena untuk bisa merubah mereka hanya dengan teknik pembiasaan yang berkelanjutan, tidak bisa seperti membalikkan sebuah tangan.

Menurut Kepala sekolah, bahwa manusia diciptakan untuk bisa memberi manfaat kepada sesama yang saling membutuhkan, jika mereka tidak bisa, tentu saja menjadi orang yang tidak berguna, mandul berkreasi, ujung-ujungnya bisa disebut sebagai generasi sampah.