DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

WAKIL BUPATI MEMBERI PIAGAM, INOVASI SDN PUCANGREJO MASUK PENILAIAN SINOVIK

SDN Pucangrejo Kecamatan Sawahan yang telah mendapat penilian terbaik khusus jenjang sekolah dari bagian organisasi tentang proposal jaringan sistem inovasi pelayanan publik (Sinovik), berupa piagam dan uang pembinaan yang diserahkan oleh Wakil Bupati Madiun Hari Wuryanto bertepatan upacara hari ibu ke 90 tanggal 22 Desember 2018 pukul 06.30 di pendapa muda graha jalan alon-alon utara Madiun.

Salah satu sekolah terbaik dalam kategori inovasi se Kabupaten Madiun diantara beberapa sekolah jenjang SD dan SMP yang telah mengirim proposal sistem informasi pelayanan publik (sinovik), namun masih rangking empat pada kompetisi tingkat pemerintah daerah Kabupaten Madiun.

Piagam diterima langsung oleh Kepala Sekolah Anita Dwiningdyah Budi Andayani, Beliau merasa bangga karena mendapat perhatian khusus dari pemerintahan Kabupaten Madiun, hal ini tentu saja semakin membuat semangat tim kami untuk terus bekerja keras dalam mengembangkan jaringan inovasi yang sudah terbangun ini.

Kami membuat proposal dengan judul Perak dengan baja Pembentukan karakter dengan budaya jawa, pembiasaan ini dilakukan setiap hari rabu tanpa kecuali bagi guru, siswa dan tamu harus menggunakan bahasa jawa yang sesuai tatanan bahasa jawa atau dalam istilah kromo inggil baik di dalam maupun di luar sekolah

Menurut Guru Bahasa Jawa Nur Syamsiah, dalam bahasa jawa memang lain dari pada yang lain, karena ada aturan dalam penggunaanya, misalkan bahasa kepada orang lain, yakni berbicara dengan sesama yang sebaya atau seusia dan juga penerapan kepada untuk orang yang lebih tua, termasuk bahasa untuk diri sendiri atau isitilahnya membahasakan dirinya sendiri, semua itu ada perbedaan yang sangat menyolok, sehingga kadang-kadang orang jawa sendiri masih banyak yang tidak bisa membedakan.

Perbedaan itu jika diterapkan dengan benar, maka otomatis generasi sekarang akan semakin menghormati kepada orang yang lebih tua, secara tidak langsung bahasa jawa mengarahkan mereka untuk berbuat lebih sopan santun, rasa saling gotong royong dan menghormati antar sesama golongan, dampak ini yang kadang-kadang semakin diremehkan atau ditinggalkan.

Bahasa adalah menunjukkan bangsa, jika mereka tidak diarahkan atau disadarkan mulai sekarang, berarti kita terjajah bahasa, apa akibatnya, jelas lambat laun kita akan mengikuti peradaban yang sebenarnya tidak sesuai dengan kepribadian kita, semua ajaran jawa akan punah, tinggal sejarah masa lalu.

Penilaian sinovik yang digagas oleh menpan ini harus memenuhi kriteria, yakni nilai kebaruan dalam kreativitas, hasil bisa diukur, bermanfaat dan dapat memberi solusi atas permasalahan publik, berpotensi di replikasi kemudian hasilnya selalu keberlanjutan juga terus dipertahankan dan dikembangkan minimal satu tahun, perlu diingat bahwa program kegiatan terbaru belum tentu bisa mendapat penilian dari Sinovik, apabila tidak mempunyai proses input, output (keluaran), outcome (hasil), benefit (manfaat) dan impact (dampak), khusunya kepada masyarakat luas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sodik Hery Purnomo S.Si merasa bangga karena Sekolah di wilayahnya mendapat Piagam, namun sangat menyayangkan yang mengirim proposal sinovik sangat minim sekali, karena makna dari kriteria sinovik agak sulit dimengerti, apa yang dimaksud dengan inovasi pelayanan yang berdampak kedepan? khusunya untuk sekolah

Hal ini nyata adanya, terbukti Lembaga sekolah masih sulit membedakan antara inovasi pelayanan publik dengan informasi publik, karena sekolah jelas menangani siswa, apa yang bisa berdampak langsung ke masyarakat luas dan terus berkelanjutan minimalnya satu tahun.

Menurut Kepala Dinas, artikel dari sekolah yang terkumpul di Program Cendekia Mejayan sebenarnya banyak yang bisa dikembangkan menjadi proposal Sinovik yang digagas menpan, namun mereka belum bisa mengemas ke dalam kegiatan yang berkelanjutan dan berdapak kedepan, sifatnya masih sementara dan masih terkendala belum ada pembentukan tim khusus, karena sinovik tidak bisa digagas atau dikerjakan hanya satu guru saja, semua harus terlibat bahkan bisa kerjasama dengan pihak dari luar.

Semoga sekolah lain mendapat inspirasi dari SDN Pucangrejo ini, perak dengan baja adalah kegiatan sangat sederhana, tidak memerlukan anggaran banyak namun mempunyai dampak yang sangat luar biasa dalam pembiasan pembentukan karakter siswa, khususnya budaya jawa dan juga tidak kalah penting mempunyai pengaruh langsung terhadap guru dan masyarakat.