DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

ABDUL JAJAL MENTAL DI DEPAN PAPAN CATUR DENGAN SENIOR

Hobi catur memang sudah sejak lama jarang diminati oleh orang tua siswa, menurut mereka banyak waktu yang terbuang, namun setelah dibandingkan dengan zaman millennium, ternyata anak sekarang banyak yang menghabiskan waktu untuk bermain gadget, entah untuk positif dan sebaliknya.

Persamaan yang hampir sama ini merupakan indikasi bahwa mereka ingin menghabiskan waktu luang untuk bermain, perbedaan hobi gadget dengan catur adalah kalau gadget lebih cenderung ke individu, akan tetapi catur lebih menantang lagi, yakni kompetisi langsung antar individu.

Dampak dari gadget mempunyai teman banyak, akan tetapi mayoritas sebatas di dunia maya saja, sedangkan catur dampaknya mempunyai teman banyak yang langsung saling berinteraksi satu sama lain.

Cabang olahraga catur yang banyak tidak disenangi orang tua siswa, ternyata membawa dampak yang lebih baik, akan tetapi hal ini banyak yang belum paham, keinginan dari orang tua bahwa anak menurut kehendak mereka, belajar dan terus belajar tetapi tidak pernah memahami hobi mereka yang sedang ditekuni sekarang.

Kepala SDN Wugu 02 Kecamatan Wungu Suwarno, kemarin tanggal 1 Januari 2019 menginformasikan bahwa Muhammad Abdul Qodir zailani klas 5 SDN Wungu 02 setelah meraih prestasi juara 3 catur kilat pada event Pekan Olah Raga ke 2 tingkat Kabupaten Madiun di Graha Retno Dumilah, kali ini jajal uji coba mental di ajang umum yang diadakan oleh percasi jatim tempat di sekitar jalan mastrip depan setadion kota madiun.

Uji coba mental anak sangat penting, karena disitu banyak kompetisi menghadapi sesama lawan sebaya maupun di atas umur, hal ini penting untuk mencoba mental abdul, karena setelah nanti menghadapi pada even sebenarnya, abdul sudah mempunyai rasa percaya diri untuk melaksanakan kompetisi menghadapi lawan dalam segala umur.

Kesan santai pada pelaksanaan catur kemarin, berjejer di trotoar sepanjang jalan mastrib kota madiun, hal itu bisa menjadi perhatian mereka yang sedang lewat jalan tersebut, tidak disangka bahwa disitu ada kelompok pemain catur andal, mulai usia muda sampai sudah dewasa non prestasi, mereka ternyata secara diam-diam merekrut bibit-bibit muda.

Melestarikan bidang kesenian dan olahraga, mayoritas tumbuh berkembang atas inisiatif masyarakat sendiri, jika tidak ada yang peduli, tentu saja tidak akan tercipta atlet yang mempunyai bakat terpendam, selain dorongan dari orang tua juga dari kemauan anak sendiri.