GROPYOK NYAMUK MENGURANGI JUMLAH SISWA TIDAK MASUK SEKOLAH

Banyak anak yang ijin karena sakit, Kepala SDN Sumbenrbendo 01 kecamatan Saradan mempunyai firasat, bahwa dimungkinkan mereka terkena penyakit akibat gigitan nyamuk, apalagi lokasi sekolah ditengah hutan yang jauh dari pusat kota dan jalan raya.

Wilayah hutan sangat berpotensi untuk wadah perkembangan nyamuk dengan cepat, dan sebagai pertimbangan bahwa wilayah sumberbendo yang jauh dari keramaian kota, jika siswa terkena penyakit akibat nyamuk, jelas sangat sulit untuk bisa berobat menuju Rumah sakit yang lokasinya sangat jauh.

Apalagi musim hujan seperti ini, alur jalan saja sulit dilalui, akibat akses jalan milik perhutani yang belum boleh dibangun, ditengah jalan masih banyak bebatuan besar yang berpotensi menghalangi kendaraan, jadi kasian mereka jika tidak segera diatasi permasalahan tersebut.

Permasalahan bukan di akses jalan, jelas tidak bisa dibenahi karena milik perhutani tersebut, yang perlu dibenahi adalah adanya tempat sarang nyamuk yang dimungkinkan untuk berkembangnya nyamuk di daerah ini, tegas Purwanto.

Beliau memberi istilah “Gropyok Nyamuk” kamis tanggal 14 Februari 2019 mengerahkan seluruh guru dan siswa menggeropok sarang nyamuk di lingkungan sekolah dan sekitar hutan, terlihat guru dan siswa semangat dalam melaksanakan kegiatan ini.

Semoga dengan adanya gropyok nyamuk yang dilakukan guru dan siswaini bisa memberi dampak yang postitif, selain mengurangi jumlah angka siswa tidak masuk karena sakit juga berdampak kepada  masyarakat sekitar bisa terbebas dari penyakit.