DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

SUKA DUKA OPERATOR DAPODIK

 

Di era keterbukan informasi dan pelayanan publik yang berbasis data online digunakan untuk memaksimalkan pelayanan dengan cepat, tepat dan akuntabel. Begitu juga apa yang telah dilakukan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional yang telah menjalankan pendataan pokok pendidikan atau yang sering disebut dengan Dapodik (Data Pokok Pendidikan) yang meliputi sekolah dasar maupun menenggah saat ini baik negeri maupun swasta. Dapodik memungkinkan terjadinya efektifitas dan efisiensi yang terintegrasi satu pintu, hal ini menjadikan Dapodik sebagai sumber data utama Kemendikbud. Untuk menyukseskan pendataan Dapodik, telah diatur dalam Permendikbud No 79 tahun 2015 tentang Data Pokok Pendidikan yang salah satunya memuat aturan tentang tugas dari satuan pendidikan. Dalam melaksanakan tugas di satuan pendidikan Kepala Sekolah menunjuk salah satu Tenaga Kependidikan yang ada di satuan pendidikan masing-masing untuk bertugas sebagai operator Dapodik. Itulah salah satu tugas yang dilaksanakan oleh Ibu Nanik Sulistyaningsih,SE PNS lingkungan Kabupaten Madiun yang merupakan Operator Dapodik dari SMPN 1 Saradan.

Menurut Ibu Nanik Sulistyaningsih atau yang sering disapa dengan Ibu Nanik, operator Dapodik merupakan pekerjaan meng-input dan meng-update data sekolah, data sarana prasana, data siswa, dan data guru dan hal-hal yang berkaitan dengan data tersebut dalam satu aplikasi yang dinamakan Dapodik. Semua data tersebut mempunyai waktu tersendiri untuk kapan diupdate, kapan diinput, kapan harus dihapus. Hasil dari pengisian data Dapodik meliputi banyak hal diantara untuk data mendapatkan blockgrand,rehabilitasi sarana dan prasana sekolah, penerbitan tunjangan serifikasi pendidik bagi guru bersertifikat pendidik, pelayuran Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa-siswi di satuan pendidikan yang berhak untuk menerima maupun diusuIkan menerima. Pengambilan data untuk peserta Ujian Nasional dan masih banyak lainya. Hal inilah yang membuat beban pekerjaan sebagai Operator Dapodik bisa dikatakan sangat vital karena menjadi tumpuan untuk pengambilan data dari satuan pendidikan untuk digunakan berkaitan dengan kebijakan dalam dunia pendidikan. “Jadi, operator ibarat seperti reporter harus selalu update berita berita terkait data sekolah masing-masing, karna data yang ada di aplikasi Dapodik itu sangat berkesinambungan antara satu sama lain dalam proses administrasi sekolah.” Tutur ibu 2 anak tersebut.

Selain menjadi Operator Dapodik SMPN 1 Saradan pada periode tahun ini ibu Nanik Sulistyaningsih dipercaya menjadi Ketua Forum Komunikasi Operator Dapodik (FORKAODA) SMP Negeri dan Swasta Sekabupaten Madiun.

“Kami tergabung dalam satu organisasi yaitu FORKAODA, bersama Pengurus FORKAODA dimana kami   juga meliliki satu agenda yaitu pertemuan rutin, dimana kita bisa saling berbagi ilmu dan sharing hal-hal baru terkait Aplikasi Dapodik,” tegasnya. 

Lewat pertemuan rutin dalam Forum Komunikasi Operator Dapodik SMP Negeri /Swasta Kabupaten Madiun diharapkan antar Operator Dapodik bisa saling mengenal dan saling bertukar informasi berkaitan perkembangan Dapodik serta memberikan kemudahan dalam mengatasi kendala dalam proses pendataan, sehingga progres pendataan untuk wilayah Kabupaten Madiun khususnya untuk tingkat SMP bisa berjalan dengan cepat dan benar sesuai keadaan riil di satuan pendidikan masing-masing.

Beliau juga merasakan dengan adanya Forum Komunikasi Operator Dapodik SMP Negeri Swasta sekabupaten Madiun bisa mengetahui, memahami dan merasakan banyak sekali hal-hal yang telah dialami baik apa yang dialaminya sendiri maupun dari Operator Dapodik lainnya selama menjadi Operator Dapodik di satuan pendidikan.

“Sebenarnya pekerjaan ini ringan, hanya meng-input data, namun yang menjadi kendala adalah ketika semua data sudah terinput lengkap dan akan segera dikirim ke pusat via internet maka disitulah kesabaran saya dan teman-teman diuji, menunggu bersabar sampai data sukses berhasil terkirim ke server. Pagi, siang, malam kita lalui bersama untuk menunggu data-data tersebut sukses terkirim ke server pusat. Sinyal internet ditiap tempat berbeda-beda, jadi ada beberapa yang sudah berhasil terkirim ke server namun juga ada beberapa yang mesti menunggu beberapa hari.”

Bukan hanya itu Ibu Nanik juga menceritakan bahwa tugas dari Operator Dapodik belum sampai pada kepastian terkirimnya data ke server pusat. Karena masih ada lagi pekerjaan yang harus dilakukan karena data yang diinput di Dapodik merupakan data yang berkesinambungan.

“Munculnya tulisan “berhasil terkirim” dan “valid” itu adalah kata-kata yang indah bagi saya dan teman-teman FORKAODA, meski sesungguhnya itu belum selesai karena masih ada tahap selanjutnya yang harus dilalui, yaitu cek data kita di web pusat, disana akan tampil apakah data yang kita masukan itu sudah benar atau belum, karena terkadang di Aplikasi Dapodik sudah benar dan sesuai namun di server pusat data kita ada yang berubah, ada yang belum masuk, dsb. Dan disitulah merupakan kendala Operator, Kita diburu deadline, setelah selesai ternyata  data kita tidak valid dengan apa yang ada di Dapodik. Tapi saya lalui bersama-sama dengan teman-teman Operator baik dalam pegurus dan keanggotaan FORKAODA dengan suka cita dan bersabar”.

Salah satu pemanfaatan Dapodik adalah untuk penerbitan SK Tunjangan Profesi bagi guru yang bersertifikat pendidik dan telah memenuhi syarat untuk mendapatkan tunjangan profesi. Berkaitan dengan hal ini, Ibu Nanik menceritakan kendala Operator Dapodik di satuan pendidikan masing-masing dalam pemanfaatan Dapodik untuk Tunjangan Profesi membutuhkan perhatian khusus di setiap batas penarikan data untuk Tunjangan Profesi. “Beberapa waktu terakhir ketika proses pendataan telah berjalan di Semester 1 dan harus update Semester 2,beberapa masalah mulai muncul ketika Tunjangan Profesi tahap 1 akan segera dicairkan. Banyak Operator Sekolah yang bukan hanya kalang kabut tapi berjuang sedemikian rupa tidak melakukan cek verifikasi data. Apakah data yang dientry valid? Mengapa SKTP tidak keluar, padahal data di Dapodik sudah valid. Pertanyaan-pertanyan itu kerap membikin Operator Sekolah tidak bisa tidur nyenyak,belum lagi kondisi website seringkali offline sehingga sulit diakses, tentu saja hal tersebut semakin membikin Operator Sekolah tak tenang,ketir-ketir,bahkan kerap bergadang tiap malam untuk hanya sekedar menanti situs bisa dibuka.”

Pekerjaan sebagai Operator Dapodik juga sama halnya seperti pekerjaan pada umumnya yang selalu dekat dengan namanya tekanan pekerjaan. Sedikit cerita dari Ibu Nanik ketika data guru belum valid di Info GTK terkadang Operator Dapodik di satuan pendidikan masing-masing terkadang mengalami tekanan berkaitan dengan penarikan data dalam hal tunjangan profesi.

“Jika ada data guru yang belum valid,Guru biasanya langsung menekan atau menyalahkan Operator Sekolah,kenapa datanya tidak valid seolah – olah Operator Sekolah kerjasamanya tidak maximal begitu juga sebaliknya Jika data sudah valid hati Operator akan menjadi tenang, Guru akan mendapatkan SKTP sehingga pencairan Sertifikasi akan berlangsung lancar”.

Ibu Nanik juga menjelaskan Kendala bukan hanya dialami pada saat penarikan data berkaitan dengan Tunjangan Profesi. Dalam pengisian kondisi sarana dan pasarana juga dibutuhkan pembagian tugas yang jelas baik dari Kepala Sekolah maupun Urusan Sarana Prasana dan Operator Dapodik, agar apa yang diinputkan di Apliaksi Dapodik sesuai dengan kondisi riil di satuan pendidikan masing-masing. Hal ini sangat penting karena berkaitan dengan alokasi sekolah untuk menerima bantuan berkaitan dengan pengadaan gedung baru maupun rehabilitasi ruang. Jika dalam pendataan di Dapodik tidak diatur secara jelas dan akuntabel di satuan pendidikan, bisa jadi operator akan kebingungan dalam mengisi data yang ada di apliaksi Dapodik sehinga terjadinya input data yang asalasal. Bagaimanapun juga pendataan Dapodik ini sangat menentukan mutu dan kwalitas pendidikan bukan hanya di satuan pendidikan masing-masing tapi juga secara nasional. Dalam hal pemanfaatan Dapodik untuk Program Indonesia Pintar, Ibu Nanik juga menyampaikan untuk pemanfaatak Dapodik untuk PIP tak jarang ada orang tua atau wali murid yang datang ke sekolah untuk menginginkan mendapat PIP walupun belum dapat dipastikan bahwa yang bersangkutan berhak untuk diusulkan menerima PIP dalam aplikasi. Ada juga kendala yakni berkas untuk pengusulan PIP dari siswa yang terlambat untuk diserahkan ke sekolah, artinya siswa siswi kurang memahami pentingnya administrasi dalam malayani segala permintaan dunia pendidikan. Keterlambatan penyerahan data berupa berkas hardcopy yang akan digunakan sebagai dasar input di aplikasi Dapodik bukan hanya dari siswa siswi namun terkadang juga dari PTK di satuan kerja masingmasing, hal sedemikian ini sering dikeluhkan oleh Operator Dapodik karena dateline dan volume kerja yang masih berkelanjutan membuat operator Dapodik harus bisa memanfaatkan waktu supaya target pekerjaan bisa tercapai.

Bagi Ibu Nanik Operator Dapodik selain menjadi tugas yang amat vital di satuan pendidikan masing-masing, ternyata dengan adanya Dapodik yang menjadi data utama di kementrian pendidikan dan kebudayaan juga memberikan kemudahan dalam hal administrasi sekolah. “Bagi saya, dengan adanya operator sekolah itu sangat membantu. Karena hanya dengan satu aplikasi kita bisa memuat semua data sekolah secara lengkap dan update sehingga dapat membantu proses administrasi sekolah dalam hal apapun”.

Tidak jarang dalam setiap pertemuan Forum Komunikasi Operator Dapodik SMP negeri swasta kabupaten Madiun Ibu Nanik juga memberikan semangat kepada Operator Dapodik lainya. Beliau mengerti bahwa sebagian besar dari Operator Dapodik di wilayah Kabupaten Madiun merupakan usia muda yang berstatus sebagai PTT atau bahkan sebagai GTT dan hanya sebagian kecil yang berstatus PNS, perlu adanya motifasi kerja dan arahan agar situasi yang terjadi di satuan pendidikan masing-masing Operator Dapodik tidak membuat surut semangat kerja dalam menyelesaikan proses pendataan ini. Karena dari hasil kerja Operator Dapodik akan mencerminkan hasil dari pendataan pendidikan yang bisa dipakai untuk mengeluarkan kebijakan baik ditingkat pusat maupun daerah demi kewujudkan pendidikan nasional yang lebih maju, bermartabat dan bermutu sesuai tuntutan zaman.

Semoga dengan adanya serba serbi kerjaan Operator Dapodik sebagai jantungnya Sekolah akan memberi motivasi peningkatan SDM Di bidang Pendidikan untuk menjadi sejahtera  SALAM SATU DATA SATU BAHASA YAITU VALID. 

Penulis Verida Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun

RADAR : TUGAS BERAT OPERATOR DAPODIK 2 MEI 2017

 

NEW

December 9th 2018Views 1Comments 0Rating 0
December 9th 2018Views 0Comments 0Rating 0
December 9th 2018Views 0Comments 0Rating 0
December 7th 2018Views 2Comments 0Rating 0
December 5th 2018Views 8Comments 0Rating 0
December 4th 2018Views 10Comments 0Rating 0
December 4th 2018Views 13Comments 0Rating 0
December 4th 2018Views 11Comments 0Rating 0
December 4th 2018Views 18Comments 0Rating 0
December 3rd 2018Views 10Comments 0Rating 0
December 3rd 2018Views 14Comments 0Rating 0
December 1st 2018Views 13Comments 0Rating 0
November 30th 2018Views 13Comments 0Rating 0
November 29th 2018Views 15Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 12Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 12Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 9Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 10Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 9Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 10Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 9Comments 0Rating 0