DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

PEMBERDAYAAN SAMPAH MENJADI LUMBUNG RUPIAH

alam kehidupan sehari-hari sampah adalah musuh kita yang perlu perhatian ekstra, dalam arti  tanpa kepedulian kita sampah tersebut makin menumpuk dan makin menggunung yang sewaktu-waktu bisa menjadi air bah yang siap menenggelamkan kita. Oleh karena itu SDN Garon 02 siap berperang melawan sampah khususnya sampah plastic bekas gelas/ botol minuman.

Awalnya adalah keinginan bersama antara Kepala Sekolah, Guru, dan Orang Tua/ wali murid untuk menyediakan minuman yang sehat dan aman untuk diminum oleh anak-anak. Akhirnya  KOPSIS bersedia diserahi untuk menyediakan minuman tersebut. Dalam sehari tidak kurang dari 4 dos air mineral habis dikonsumsi anak. Nah....permasalahan muncul adalah, di mana-mana berserakan sampah minuman, walaupun sudah disediakan bak sampah di setiap kelas dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Menyikapi hal ini maka timbul ide, bagaimana cara yang baik untuk mengamankan sampah bekas minuman ini agar tidak berserakan di mana-mana. Karena tiap hari sekian banyak gelas-gelas minuman ini terbuang. Caranya tiap kelas disediakan kantong plastic/ kampli untuk menampung sampah tersebut. Setiap hari anak-anak disarankan, diingatkan lewat pembiasaan agar membuang  bekas minuman tersebut pada kantong-kantong plastik yang telah disediakan, setelah terkumpul diloakkan pada tukang loak.

Uang hasil penjualan tersebut dikelola oleh masing-masing bendahara kelas, dan uang tersebut dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan kelas masing-masing, misalnya kelas belum mempunyai jam dinding, kipas angin, vas bunga dan lain sebagainya dapat dipenuhi dari uang tersebut. Kadang kala anak-anak ingin makan bersama-sama dengan temannya, dapat beli makanan yang diinginkan dari hasil sampah tersebut. Atau anak ingin belajar renang bisa untuk sewa kendaraan.

Selain itu anak-anak bisa belajar bagaimana cara mendapatkan rupiah, ternyata tidak semudah dia minta pada bapak ibu di rumah. Ini tidak berarti mendidik anak menjadi pemulung tetapi melatih anak bisa mengerti betapa sulitnya mencari uang. Dengan cara-cara tersebut di atas banyak keuntungan yang dipetik antara lain 1). Secara otomatis anak terbiasa membuang sampah pada tempatnya. 2). Lingkungan sekolah terlihat bersih. 3).

Tiap kelas mempunyai dana/ keuangan. Kerugiannya juga ada ini disebabkan SDN Garon 02 tidak mempunyai Gudang sehingga kantong-kantong sampah yang belum sempat diloakkan  penempatannya berada dipojok sekolah,hal ini juga mengganggu pemandangan. Walaupun demikian pihak sekolah tetap optimis dalam menangani masalah sampah karena yakin pasti ada jalan keluar untuk mengatasinya..

Kepala SDN Garon 02 SUPARMI,S.Pd.M.Pd

Penulis SUPARMI S.Pd,M.Pd

RADAR : LUMBUNG RUPIAH DARI SAMPAH 4 MEI 2017

 

NEW

December 9th 2018Views 1Comments 0Rating 0
December 9th 2018Views 0Comments 0Rating 0
December 9th 2018Views 0Comments 0Rating 0
December 7th 2018Views 2Comments 0Rating 0
December 5th 2018Views 8Comments 0Rating 0
December 4th 2018Views 10Comments 0Rating 0
December 4th 2018Views 13Comments 0Rating 0
December 4th 2018Views 11Comments 0Rating 0
December 4th 2018Views 18Comments 0Rating 0
December 3rd 2018Views 10Comments 0Rating 0
December 3rd 2018Views 14Comments 0Rating 0
December 1st 2018Views 13Comments 0Rating 0
November 30th 2018Views 13Comments 0Rating 0
November 29th 2018Views 15Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 12Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 12Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 9Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 11Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 9Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 10Comments 0Rating 0
November 27th 2018Views 9Comments 0Rating 0