DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

Pasendrat Lukardho, Itu Sesuatu

Nguri-uri seni tradisi merupakan salah satu program  penting di SDN Mejayan 01. SD yang terletak di Jalan P. Sudirman no. 109 Desa Mejayan Kecamatan Mejayan ini sudah dikenal masyarakat sekitar kecamatan Mejayan sebagai salah satu Sekolah Dasar yang lebih mengutamakan pelestarian seni tradisi daripada mempelajari seni modern yang kadang kurang pas dengan norma dan adat bangsa kita. Alasan utama memilih seni tradisional karena didalamnya terkandung makna yang dalam untuk membangun mental serta watak siswa agar kelak menjadi manusia yang tidak hanya cerdas namun juga berkarakter dan berjiwa ketimuran yang sangat luhur. Dari seni tradisi ini pula dipercaya bisa menanamkan rasa cinta kepada budaya serta adat istiadat yang sangat cocok bagi generasi bangsa. Pilihan ini sebagai salah satu wujud pengimplementasian pendidikan karakter di sekolah. Dimana salah satu tujuannya mengarah terbentuknya watak generasi bangsa yang berjiwa dan berkarakter bangsa menuju periode emas 2045.

SD  Negeri yang dikepalai oleh ibu Dwi Ratna Supriyani, S.Pd., M.Pd ini mempunyai banyak ekstra kurikuler untuk mengasah ketrampilan siswa selain pendidikan akademik. Semua siswa wajib memilih salah satu ekstra yang diminati. Dari beberapa ekstra tradisional yang ada dibentuk sebuah perkumpulan seni dengan nama Pasendrat Lukardo. Pasendrat Lukardho adalah sebuah akronim yang artinya Paguyuban Seni Drama, Tari, Lukis, Karawitan, dan Dongkrek. Dari kolaborasi antara seni drama, tari, dongkrek, dan karawitan tersebut, SDN Mejayan 01 mulai merambah setingkat Propinsi. Paguyuban seni SDN Mejayan 01 bergabung dengan PPST Propinsi Tahun 2012 .Pertama kali ikut seleksi dan dinyatakan layak untuk ikut ajang bergengsi tingkat propinsi pada tahun 2013 Antusias siswa dan wali murid sangat luar biasa. Para wali murid sangat mendukung prestasi tersebut baik secara moral maupun spiritual.  

Pertama kali mengikuti lomba PPST,  Pasendrat Lukardho menyajikan  judul Baruklinting. Namun belum membuahkan hasil. Meski demikian tidak menyurutkan semangat para siswa untuk terus berkarya. Sejak awal telah ditanamkan bahwa keikut sertaan mereka di PPST bukan melulu untuk meraih kemenangan namun lebih memberikan penanaman rasa percaya diri dan rasa cinta bangsa, sehingga tidak akan membuat mereka gampang menyerah. Meski kandas di awal, kegagalan yang pertama tersebut adalah cambuk bagi Pasendrat Lukardho untuk memacu prestasi. Pada tahun kedua mulai menampakkan hasil, yakni sebagai penampil yel-yel terbaik non rangking setingkat Propinsi Jawa Timur. Moment tersebut sangat memacu siswa untuk lebih percaya diri dan lebih semangat lagi meraih prestasi. Dan benar saja, pada tahun ketiga, pasugatan seni yang diketuai oleh Bapak Syamsudin, S.Pd ini mendapatkan juara ke - 2 tingkat Propinsi Jawa Timur bersaing dengan juara bertahan SD Hang Tuah Surabaya. Pada waktu itu Pasendrat Lukardho mengusung tema “Dolanan Dadi Tenanan“.  Sekelumit cerita tentang “Dolanan Dadi Tenanan adalah sebagai berikut; Dalam adegan di ceritakan tentang perpindahan taman Sriwedari  ke kerajaan Maespati oleh Sukosrono,  namun demikian bantuan yang diberikan Sukosrono kepada kakaknya tidak berkenan. Sehingga Sukosrono terbunuh di tangan kakaknya sendiri.    “Kami benar-benar tidak menyangka akan membuahkan hasil yang diluar dugaan,” demikian kata Bapak yang mempunyai perawakan kecil, gesit, kreatif dan supel tersebut.

Prestasi yang berhasil diraih pada tahun ketiga tersebut sedikit membuat kelompok seni yang selalu menampilkan seni lokal dongkrek tersebut agak terlena. Sehingga pada event ke-4, prestasi yang diraihnya bukan menjadi juara umum lagi, namun hanya meraih gelar penampil tari terbaik tingkat Propinsi Jawa Timur. Meski sedikit tersirat kekecewaan namun tetap kembali pada niat awal bahwa keikut sertaan kompetisi tersebut bukan hanya untuk melulu pestasi namun untuk membangun percaya diri, jiwa kompetisi yang penuh dengan kejujuran dan menghargai hasil karya orang lain. Toh mereka pulang dengan tetap membawa hasil penampil tari terbaik. Dari even demi even yang dilakoni Pasendrat Lukardho banyak sekali hikmah dan pelajaran yang bisa diambil. Salah satunya adalah Tradisi itu sesuatu yang bisa membuat kita berprestasi, berhati-hati, rendah diri dan selalu waspada bahwasanya meraih itu lebih mudah daripada mempertahankan. Kemenangan  bukanlah tujuan utama, namun pengalaman bisa membuat kita terus semangat untuk berkarya. Karena dengan banyak ilmu akan semakin bisa koreksi diri untuk menjadi lebih baik di masa depan. Sesuatu kaan??

Penulis : RETNO NUR HAYATI, SS, Kepala Sekolah DWI RATNA SUPRIYANI, S.Pd., M.Pd

RDR : PASENDRAT LUKARDO ITU SESUATU 19 MEI 2017

 

NEW

July 16th 2018Views 1Comments 0Rating 0
July 13th 2018Views 10Comments 0Rating 0
July 12th 2018Views 6Comments 0Rating 0
July 12th 2018Views 7Comments 0Rating 0
July 12th 2018Views 11Comments 0Rating 0
July 11th 2018Views 14Comments 0Rating 0
July 11th 2018Views 8Comments 0Rating 0
July 10th 2018Views 12Comments 0Rating 0
July 9th 2018Views 8Comments 0Rating 0
July 5th 2018Views 26Comments 0Rating 0
July 4th 2018Views 14Comments 0Rating 0
July 4th 2018Views 13Comments 0Rating 0
July 3rd 2018Views 17Comments 0Rating 0
July 2nd 2018Views 19Comments 0Rating 0
July 2nd 2018Views 24Comments 0Rating 0
June 28th 2018Views 17Comments 0Rating 0
June 28th 2018Views 10Comments 0Rating 0
June 26th 2018Views 6Comments 0Rating 0
June 26th 2018Views 6Comments 0Rating 0
June 25th 2018Views 13Comments 0Rating 0
June 21st 2018Views 18Comments 0Rating 0
June 21st 2018Views 30Comments 0Rating 0
June 13th 2018Views 38Comments 0Rating 0
June 8th 2018Views 30Comments 0Rating 0