DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

KONSEP KETOPRAK DALAM PELEPASAN SISWA KELAS VI

 

Pendidikan seni budaya pada hakekatnya adalah suatu proses kegiatan pembelajaran untuk mengembangkan nilai- nilai budaya yang bermakna bagi para siswa. Melalui pembelajaran seni diharapkan para siswa bisa berkembang imajinasi, intuisi, pikiran, kreativitas dan kepekaan rasa

Di era globalisasi seperti saat sekarang ini budaya daerah semakin ditinggalkan oleh para generasi muda. Mereka cenderung menggandrungi seni budaya asing. Seni budaya daerah dianggap kuno dan tidak gaul. Apalagi bahasa daerah, sudah hampir menjadi bahasa asing bagi anak-anak kita. Mereka cenderung sulit menggunakan bahasa daerah yaitu bahasa Jawa. Anak-anak sering bilang ribet pakai bahasa Jawa, apalagi yang bahasa Jawa kromo inggil. Tidak banyak yang mampu menggunakan bahasa Jawa kromo dengan baik di jaman ini. Untuk itu SDN sumbergandu 02 menampilkan seni ketoprak dalam acara pelepasan siswa-siswi kelas VI tahun pelajaran 2016/2017. Konsep ketoprak dalam acara pelepasan ini adalah wujud komitmen dari para pengajar di SDN Sumbergandu 02, dalam upaya melestarikan seni tradisional Jawa. Disamping itu sebagai langkah melestarikan keberadaan seni tradisional khususnya ketoprak. Dengan menggunakan bahasa Jawa pada seluruh rangkaian acara, dekorasi yang temanya Jawa, kostum Jawa yaitu kebaya dan beskap serta gamelan Jawa. Serta penampilan ketoprak bawang abang bawang putih menjadi hiburan yang lucu dan menarik. Lebih lanjut lagi ketua panitia Bapak Suhari, S.pd mengatakan bahwa “maksud dan tujuan penyelenggaraan adalah untuk membangun ketahanan budaya bangsa, memberikan wadah bagi seni teater tradisional Jawa di kalangan siswa sekolah dasar. Disamping itu juga untuk mendukung regenerasi seni budaya ketoprak sebagai wahana pengembangan kreatifitas dan aktualisasi pegiat seni peran. Kepala sekolah SDN Sumbergandu 02 ibu Sundarini,S.Pd dalam sambutanya mengatakan, “ kemajuan teknologi di era globalisasi mengakibatkan perubahan segala aspek kehidupan termasuk perubahan budaya yang sangat cepat. Sehingga tidak mengherankan apabila kemudian menimbulkan kegamangan budaya akibat pengaruh budaya tradisional banyak yang ditinggalkan masyarakat khususnya generasi muda sehingga perlu upaya untuk melestarikan seni tradisional tersebut khususnya ketoprak” ujarnya. Dalam sambutanya  ketua komite mengatakan, “ konsep perpisahan tahun ini sungguh sangat menarik dan luar biasa, semuanya menggunakan bahasa Jawa, sangat salut dengan anak-anak.” Ditambahkan pula oleh kepala UPT Pendidikan TK/SD Kecamatan Pilangkenceng, “semoga budaya jawa tidak akan hilang dimakan waktu, cintai dan lestarikan budaya sendiri.”

SDN SUMBERGANDU 02 KECAMATAN PILANGKENCENG KABUPATEN MADIUN

NAMA PENULIS : WIWIK PUJIATI

RDR : LEPAS SISWA DENGAN PERTUNJUKAN KETOPRAK 30 MEI 2017