DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

SKOR IQ

KEBONSARI, “Tidak ada peserta didik yang tidak memiliki potensi !” Ungkapan ini tidaklah berlebihan saya kira. Sebab setiap peserta didik memiliki potensi  yang  berbeda – beda. Potensi merupakan bagian tak terpisahkan dari kemampuan besar manusia yang  terdiri dari kemampuan aktual yaitu kemampuan yang ada saat ini atau kemampuan yang sudah teraktualisasi. Contohnya : Skor IQ. Kemampuan potensial yaitu kemampuan yang belum tergali, belum teraktualisasi, kemampuan yang berwujud kemungkinan – kemungkinan. Contohnya : bakat.

Untuk menggali kemampuan anak tersebut maka sekolah kami  menerapkan model pembelajaran yang menggabungkan mata pelajaran satu dengan mata pelajaran yang lain.Belum lama ini, siswa  kelas V diberi tugas untuk membuat kerajinan dari kertas bekas yaitu wayang. Di luar dugaan anak sangat antusias membuat wayang tersebut. Bahkan salah satu anak mengatakan bahwa dia biasa membuat wayang dan memainkan wayang tersebut di rumah.

Di akhir tugas anak – anak menampilkan hasil karyanya dalam bentuk pertunjukan wayang. Ada yang berperan sebagai dalang,penabuh gamelan walau itu dari barang- barang bekas, dan sinden. Tembang yang dinyanyikan adalah tembang yang sudah diajarkan dalam pelajaran bahasa Jawa seperti  Tembang  Dolanan, Pucung, dan Gambuh”Kegiatan ini sangat bagus, dan  perlu digalakkan terus sehingga anak yang mempunyai bakat bisa menyalurkan bakatnya dengan baik dan perlu adanya pembinaan dari Bpk/Ibu guru terutama yang tahu persis tentang pewayangan,”Ungkap Ibu Hj Endang Winarni,S.Pd.SD selaku Kepala SDN Tanjungrejo 02 Kebonsari.

Pertunjukan ini disaksikan oleh teman – teman sekelas dan kelas lain beserta Bpk/Ibu guru. “Dia adalah anak yang berbakat, kalau ada pembinaan yang intensif dari orang yang profesional  Insya Allah akan menjadi penerus seni yang handal terutama seni pembuat wayang dan pedalangan, ”Komentar guru yang lain.

Dalam mata pelajaran yang lain pun seperti MIPA dan Keagamaan sekolah kami juga melakukan bimbingan – bimbingan. Sehingga anak didik yang memiliki potensi dalam bidang tersebut dapat mengasah potensinya.

Dengan kegiatan – kegiatan  ini diharapkan guru tidak menggeneralisasi anak didiknya dengan potensi yang sama. Karena sikap tersebut akan menutup atau bahkan akan mematikan potensi anak didik.Kalau hal itu benar – benar terjadi, maka tujuan pendidikan yakni memberdayakan setiap anak didik menurut potensi mereka tak kan tercapai. (Hesti Kurniawati,S.Pd, Guru SDN Tanjungrejo 02 Kebonsari)

RDR : GALI POTENSI ANAK DENGAN MAKSIMAL 6 JUNI 2017.