DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

PERSAINGAN DALAM DUNIA PENDIDIKAN

Dengan semaraknya  program-program pendidikan baik metode pembelajaran maupun  extrakulikuler disetiap sekolah untuk menarik nilai jual masyarakat maupun anak-anak terutama orang tua yang ingin anaknya masuk sekolah  dapat pendidikan plus yang artinya pendidikan secara umum maupun secara khusus yaitu bidang agama, kami SDN Bajarsari Kulon 02 kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun mengambil program extrakulikuler baik  dibidang kesenian maupun agama.

Melihat lingkungan sekitar sekolah kami yaitu lingkungan agama islam yang mengingin kan anaknya sekolah di MI  karena di MI mempunyai nilai agamanya lebih ditekankan karena untuk mendidik akhlak  anak-anak yang sekarang anak-anak lebih senang ke internet atau main hp daripada ke masjid untuk  sholat dan mengaji.

Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat. Menyadari betapa pentingnya peran agama bagi kehidupan umat manusia maka internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan setiap pribadi menjadi sebuah keniscayaan, yang ditempuh melalui pendidikan baik pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. 

Pendidikan Agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan membentuk karakter peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan moral sebagai perwujudan dari memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat. Menyadari pendidikan Agama. Peningkatan potensi spritual mencakup pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi spritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.

Pendidikan Agama Islam diberikan dengan mengikuti tuntunan bahwa agama diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia, serta bertujuan untuk menghasilkan manusia yang jujur, adil, berbudi pekerti, etis, saling menghargai, disiplin, harmonis dan produktif, baik personal maupun sosial.

Pendidikan Agama Islam menekankan keseimbangan, keselarasan, dan keserasian antara hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan sesama manusia, hubungan manusia dengan diri sendiri, dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.

Pendidikan Agama Islam diharapkan menghasilkan manusia yang selalu berupaya menyempurnakan iman, takwa, dan akhlak, serta aktif membangun peradaban dan keharmonisan kehidupan, khususnya dalam memajukan peradaban bangsa yang bermartabat. Manusia seperti itu diharapkan tangguh dalam menghadapi tantangan, hambatan, dan perubahan yang muncul dalam pergaulan masyarakat baik dalam lingkup lokal, nasional, regional maupun global.

Program Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah Dasar

Sekolah adalah lembaga pendidikan formal yang melaksanakan pendidikan dan pengajaran dengan sengaja, teratur, dan terencana.Dengan kata lain, sekolah sebagai institusi pendidikan yang formal menyelenggarakan pendidikan secara berencana, sengaja, terarah, dan sistematis oleh para guru profesional dengan program yang dituangkan ke dalam kurikulum untuk jangka waktu tertentu dan diikuti oleh para peserta didik pada setiap jenjang pendidikan tertentu.

Sekolah melakukan pembinaan pendidikan untuk peserta didiknya didasarkan pada kepercayaan dan tuntutan lingkungan keluarga dan masyarakat yang tidak mampu atau tidak mempunyai kesempatan untuk mengembangkan pendidikan di lingkungan masing-masing, oleh karena berbagai keterbatasan para orang tua anak.

Sebagai lembaga pendidikan formal, secara umum, sekolah memiliki tiga tanggung jawab yang mendasar, yaitu :

  1. Tanggung jawab formal, di mana kelembagaan formal kependidikan sesuai dengan fungsi, tugas, dan tujuan yang hendak dicapainya. Misalnya, pendidikan dasar diselenggarakan untuk mengembangkan sikap dan kemampuan serta memberikan pengetahuan keterampilan dasar yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat serta mempersiapkan peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan menengah. Demikian pula pendidikan menengah, diselenggarakan untuk melanjutkan dan meluaskan pendidikan dasar serta menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan mengadakan hubungan timbal-balik dengan lingkungan sosial, budaya, dan alam sekitar serta dapat mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja.
  2. Tanggung jawab keilmuan, yaitu tanggung jawab berdasarkan bentuk, isi dan tujuan, serta tingkat pendidikan yang dipercayakan masyarakat kepadanya.
  3. Tanggung jawab fungsional, yaitu bentuk tanggung jawab yang diterima sebagai pengelola fungsional dalam melaksanakan pendidikan oleh para pendidik yang diserahi kepercayaan dan tanggung jawab melaksanakannya berdasarkan ketentuan yang berlaku sebagai pelimpahan wewenang dan kepercayaan serta tanggung jawab yang diberikan oleh orang tua peserta didik. Pelaksanaan tugas tanggung jawab yang dilakukan oleh para pendidik profesional ini didasarkan atas program yang telah terstruktur yang tertuang dalam kurikulum.

Sekolah dituntut untuk mampu menjalankan tiga bentuk tanggung jawab tersebut secara optimal. Untuk itu, pada umumnya, sekolah tidak membatasi tanggung jawab formal kependidikan dengan sekedar menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara rutin, tapi juga berupaya mengembangkan keterampilan siswa melalui kegiatan-kegiatan terprogram lainnya, dengan tujuan agar hasil belajar yang diperoleh siswa menjadi lebih maksimal.

Di antara kegiatan-kegiatan terprogram yang diselenggarakan oleh sekolah dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswanya adalah program kegiatan ekstrakurikuler, baik yang sama sekali tidak terkait dengan mata pelajaran maupun yang masih memiliki kaitan dengan mata pelajaran tertentu. Program kegiatan ekstrakurikuler pada mata pelajaran tertentu yang diselenggarakan sekolah lebih sering untuk mata pelajaran ilmu-ilmu eksakta dan bahasa, seperti matematika,  dan bahasa Inggris. Sementara, mata pelajaran lain sering diabaikan termasuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Padahal, bidang studi Pendidikan Agama Islam sangat penting bagi siswa serta wujud pelaksanaan tanggung jawab sekolah terhadap orang tua yang mempercayakan penanaman nilai-nilai agama anak kepada sekolah, terlebih alokasi waktu untuk bidang studi Pendidikan Agama Islam yang sangat minim, yaitu hanya 2 jam pelajaran dalam satu minggu atau ± 70 menit dalam seminggu.

Manfaat shalat membentuk pelajar berdisiplin . Sebagai orang islam, shalat 5 waktu adalah hal wajib yang harus di lakukan untuk membuktikan ketaatan dan kepatuhan kita kepada Allah dzat pencipta seluruh alam. Tapi kebanyakan orang akan mengaku bahwa shalat itu adalah hal yang berat. Membagi waktu dan menyempatkan diri beberapa menit untuk meakukan shalat 5 waktu tiap hari tanpa adanya bolong-bolong adalah hal yang sulit. Bahkan beberapa orang islam juga akan mengatakan hal yang sama. Tapi sebenarnya kata-kata mereka menunjukan watak asli mereka. Mereka tak mengerti arti dari kata syukur, dan makna dari kata ikhlas. Karena sifat malas menunjukan seberapa dangkal iman yang ada di dada mereka.

Shalat adalah kewajiban yang harus tetap di jalankan. Bahkan dalam keadaan apapun. Baik dalam keadaan kerja, sakit, atau bahkan perang sekalipun. Dalam islam, orang tua di anjurkan mengajari anak mereka untuk melakukan shalat sejak usia dini. Semakin dini semakin baik. Kelak jika sudah berumur 7 tahun, maka orang tua di anjurkan untuk melakukan shalat secara rutin pada anak. Tapi jika anak masih sedikit bandel dan kadang menolak, maka orang tua tak boleh memukul atau membentak. Tapi jika sudah umur 9 tahun, maka orang harus secara tegas mengingatkan mereka untuk menjalankan shalat secara rutin. Karena usia 9 tahun adalah usia dimana masa akil baligh mungkin terjadi. Sedangkan shalat sendiri hukumnya wajib bagi orang islam yang telah menginjak akil baligh. Karena di masa itu, mereka telah menanggung tiap dosa dan pahala dari perbuatan mereka sendiri.

Melihat betapa tegasnya islam dalam mengajarkan pentingnya mengerjakan shalat bahkan untuk anak-anak sekalipun, dapat kita petik begitu banyak manfaat dan hikmah yang cukup besar terkandung di dalamnya. Salah satunya adalah kedisiplian. Bagi seorang pelajar yang telah di didik oleh orang tuanya untuk rutin mengerjakan shalat, memiliki pribagi tingkat kedisiplinan yang lebih tinggi dari pada mereka yang tidak. Dalam kata lain, shalat membentuk pelajar berdisiplin. Karena mereka memiliki pribadi yang telah terbentuk untuk selalu disiplin dan menghargai waktu. Mereka secara otomatis akan tahu cara membagi waktu. Mana waktu untuk bermain, belajar, dan waktu untuk beribadah kepada Tuhan yang mereka yakini. Manfaat shalat membentuk pelajar berdisiplin, dapat kita buktikan secara nyata. Rata-rata pelajar yang sadar untuk selalu menjaga shalatnya, akan lebih bisa membagi waktu dan memiliki kepribadian yang lebih baik. Hal tersebut di karenakan shalat juga dapat mencegah seseorang dari perbuatan yang munkar.

Orang yang rajin melaksanakan shalat akan memiliki kepribadian, fikiran, dan hati yang lebih tenang. Hal tersebut tak dapat lepas dari cara kehidupan mereka yang selalu seimbang. Baik seimbang dalam membagi waktu untuk urusan duniawi, dan juga membagi waktu untuk beribadah pada Tuhan Yang Maha Esa demi kepentingan akhirat. Salah satu manfaat shalat membentuk karakter pelajar, jika dapat di terapka , niscaya mereka akan terbentuk menjadi pelajar yang disiplin, beradab, dan memiliki budipekerti yang luhur. Sehingga mereka akan secara otomatis sadar untuk menjauhi hal-hal yang memiliki dampak negatif.

Dengan begitu besarnya  manfaat dan dampak dari ibadah  sholat yang menjadikan anak didik kita lebih baik aklak dan sikapya maka SDN Banjarsari Kulon 02 Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun tiap hari melaksanakan kegiatan  sholat dhuha pagi hari  dan sholat dhuhur  siang hari .

Dengan demikian diharapkan kegiatan sholat dhuha dan sholat zhuhur berjamaah di    SDN Banjarsari Kulon 02 dapat membentuk anak didik yang berkarakter, bertaqwa dan beraklaq qarimah.

KS ERNA PUDJIASTUTI, S.Pd

Pnls ANIK ENDARWATI,S.Pd

 

RDR : 10 JULI 2017 PERKUAT MORAL SISWA DENGAN AGAMA

 

 

NEW

June 21st 2018Views 6Comments 0Rating 0
June 21st 2018Views 5Comments 0Rating 0
June 13th 2018Views 19Comments 0Rating 0
June 8th 2018Views 25Comments 0Rating 0
June 7th 2018Views 18Comments 0Rating 0
June 7th 2018Views 28Comments 0Rating 0
June 6th 2018Views 18Comments 0Rating 0
June 6th 2018Views 22Comments 0Rating 0
June 5th 2018Views 22Comments 0Rating 0
June 5th 2018Views 27Comments 0Rating 0
June 4th 2018Views 24Comments 0Rating 0
June 4th 2018Views 20Comments 0Rating 0
May 31st 2018Views 34Comments 0Rating 0
May 31st 2018Views 23Comments 0Rating 0
May 30th 2018Views 31Comments 0Rating 0
May 28th 2018Views 40Comments 0Rating 0
May 28th 2018Views 24Comments 0Rating 0
May 26th 2018Views 41Comments 0Rating 0
May 25th 2018Views 39Comments 0Rating 0
May 24th 2018Views 70Comments 0Rating 0
May 24th 2018Views 38Comments 0Rating 0
May 24th 2018Views 44Comments 0Rating 0
May 23rd 2018Views 48Comments 0Rating 0
May 22nd 2018Views 43Comments 0Rating 0