DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MADIUN

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

SUKA DUKA MELATIH HADROH

 

Suka duka melatih anak-anak SD melatih Hadroh adalah salah satu seni yang menjadi identitas di sebuah Sekolah Dasar Negeri Nglanduk 01 Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun. Seni Hadroh ini biasanyaditampilkan sebagai pra acara dalam acara-acara penting di SD, seperti : rapat wali murid, silaturahmiguru-guru, wisuda atau pelepasan kelas VI. Bahkan untuk berpartisipasi di masyarakat, seperti pentas seni dalam rangka HUT RI di lingkungan sekolah, pra acara pengajian Muharoman dan lain-lain.

Suatu tanggung jawab yang besar bagi guru atau pelatih yang melatih Hadroh anak-anak, hal itu dikarenakan hasilnya akan dilihat dan dinilai oleh banyak kalangan mulai dari anak-anak, guru-guru, wali murid bahkan sampai masyarakat umum. Jika hasilnya kurang memuaskan bukan anaknya yang diperbincangkan tetapi pelatihlah yang harus menerima banyak kritikan. Dunia anak-anak berbeda dengan dunia orang yang sudah dewasa.

Sebagai pelatih Hadroh anak-anak harus siap merasakan suka dan duka diantaranya yaitu :

Banyak anak yang suka main sendiri.

Dalam melatih Hadroh memerlukan konsentrasi yang cukup tinggi. Karena  rumus yang harus dihafalkan, dan ketika banyak rumus dimainkan bersama, diusahakan agar menghasilkan bunyi dan saling bersautan sehingga dapat mengiringi lagu yang dibawakan. Tetapi untuk praktiknya anak-anak terkadang masih ada yang mainan sendiri (kurang bisa konsentrasi), bahkanada yang sengaja menggangguatau menggoda atau membuat teman tidak konsentrasi. Akibatnya suara antara nada A dan nada B tidak selaras.

Harus dapat menyesuaikan suasana hati pemain dan perasaan anak.

Yang namanyasuasana hati anak-anak itu tidak pasti terkadang ada anak yang lagi   “ngambek” mungkin berselisih dengan teman maupun dengan anggota keluarga dirumah. Jika suasana hati anaktidak enak pastilah akan lebih sulit untuk konsentrasi. Mereka lebih suka diam dan tidak mau berlatih menabuh Hadroh. Untuk ituseorang guru atau pelatih harusbisa mencairkan suasana hati anak agar bisa ceria kembali dan mau berlatih bersama lagi dengan semangat.

Pola pikir anak berbeda dengan guru ataupelatih.

Ketika anak-anak diperintahkan untukistirahat merekajustru tidak mau berhenti memukul alat-alat Hadroh. Tetapiketika latihan dimulai  beberapa anak yang masuk lagu ketiga atau keempat ada anak-anak yang protes “capek bu”, istirahat dulu lah disini seorang guru atau pelatih harus tegas pada anak-anak, ketika waktuistirahatia tidak boleh mainan alat Hadroh, dan ketikalatihan tidak bolehmngeluh dan berhenti sendiri.

Anak yang terampil menabuh Hadroh malas berangkat latihan.

Dari seluruh siswa-siswi di SD tidak semuanya bisa dan terampil dalam menabuh Hadroh. Hanya ada beberapa siswa yang mempunyai bakat seni yang bagus sehingga dapat menghasilkan bunyi Hadroh yang selaras dan dapat mengikuti lagu yang dibawakan vokal. Selain ituada kendala lagi yang muncul, anak yang terampil manabuh Hadrohada yang malas untuk berangkat latihan. Hal itu tentu sangat merugikan, karena bermain Hadroh itu adalah beregu. Jadi, ketika ada satu anak yang tidak berangkat mereka menjadi kurang lengkap, dapat menghambat kegiatan latihan, dan akibat terburuknya adalah ketidak kompakan saat tampil di depan umum. Ketegasan seorang guru atau pelatih harus lebih ditonjolkan untuk dapat membuat anak-anak selalu bersemangat ketika latihan. Mungkin diadakan hukuman bagi yang tidak berangkat atau yang lainnya.

Vokalis tidak pernah mendengar lagu-lagu sholawat.

Tidak semua siswa juga mempunyai suara yang baik dan merdu. Bahkan sangat sulit mencari vokal yang mempunyai suara yang tinggi. Giliran ada yang bisa tetapi anak tersebut jarang atau bahkan tidak pernah mendengarkan lagu-lagu sholawat. Hal inijuga menjadi PR untuk guru atau pelatih. Guru harus mau memberikan contoh untuk menyanyikan lagu sholawat yang akan dimainkan ataujika tidak bisa maka jalan termudah adalah memperlihatkan video atau rekaman contoh lagu yang akan dimainkan. Semakin sering hal tersebut dilakukan maka akan semakin baik.

Kunci sukses melatih Hadroh kepada anak-anak adalah kesabaran dan istiqomah. Sabar menghadapi sikap dan tingkah laku anak-anak yang sangat beragam, serta tetap istiqomah untuk selalu latihan secara rutin. Semoga isi artikel ini dapat menjadi  pembelajaran dan motivasi bagi anda. Amiiiin......

KS : R. DJOKO PUDJIANTO,S.Pd, PNL : TRI YANI,S.Pd.SD

RDR : HADRAH, GALI KREATIVITAS ISLAMI (25 SEPTEMBER 201

 

NEW

November 12th 2018Views 3Comments 0Rating 0
November 12th 2018Views 1Comments 0Rating 0
November 12th 2018Views 5Comments 0Rating 0
November 7th 2018Views 14Comments 0Rating 0
November 7th 2018Views 8Comments 0Rating 0
November 7th 2018Views 7Comments 0Rating 0
November 6th 2018Views 8Comments 0Rating 0
November 6th 2018Views 9Comments 0Rating 0
November 5th 2018Views 17Comments 0Rating 0
November 5th 2018Views 9Comments 0Rating 0
November 5th 2018Views 7Comments 0Rating 0
November 4th 2018Views 7Comments 0Rating 0
November 1st 2018Views 15Comments 0Rating 0
November 1st 2018Views 17Comments 0Rating 0
October 31st 2018Views 16Comments 0Rating 0
October 31st 2018Views 11Comments 0Rating 0
October 31st 2018Views 17Comments 0Rating 0
October 31st 2018Views 10Comments 0Rating 0
October 31st 2018Views 11Comments 0Rating 0
October 30th 2018Views 11Comments 0Rating 0
October 29th 2018Views 13Comments 0Rating 0
October 29th 2018Views 11Comments 0Rating 0
October 25th 2018Views 25Comments 0Rating 0
October 24th 2018Views 15Comments 0Rating 0