AKUNTABILTAS KINERJA

PROGRAM

       

      

     

AKUNTABILTAS KINERJA

Created on Tuesday, 22 September 2020 07:16
Hits: 105
  1. A.Pengukuran Capaian Kinerja Tahun2019

Tahapan awal penilaian atas keberhasilan/kegagalan dalam pelaksanaan kegiatan, program, kebijakan sesuai dengan sasaran dan tujuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan adalah penentuan indikator kinerja dan capaian indikator kinerja.

Dalam mengukur skala capaian kinerja instansi pemerintah, berikut ini adalah Tabel berikut menggambarkan skala nilai peringkat kinerja :

Tabel 3.1. Skala Nilai Peringkat Kinerja

NoInterval Nilai Realisasi KinerjaKriteria Penilaian Realisasi Kinerja

Kode

1100% ≤Tercapai Target
2≤ 100Tidak Tercapai Target

Dari indikator kinerja dapat dihitung capaian indikator kinerja hasil pelaksanaan kegiatan program, kebijakan yang telah ditetapkan berdasarkan Rencana Strategis yang diuraikan dalam kebijakan, 9 program dan 89 kegiatan. Dalam pelaksanaan kegiatan, program dan kebijakan telah didistribusikan kepada bidang yang terdapat pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Berikut ini ditampilkan indikator kinerja, target, realisasi dan capaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaandan tahun 2019, sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Perubahan RPJMD Kabupaten madiun Tahun 2018-2023, dengan rincian sebagai berikut :

Tabel 3.2. Pengukuran Kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019

No

Sasaran Strategis / Indikator KinerjaTahun 2019
Target 2019Realisasi 2019

Capaian

(%)

(1)(2)(4)(5)(6)

Meningkatnya akses dan mutu

pendidikan

1Rata-rata lama sekolah7,607,80102,63
2Angka harapan lama sekolah13,1413,14100
3

Rata-rata Nilai Ujian Nasional

-        SD/MI

-        SMP/MTs

71,50

52,88

84,80

53,59

118,60

101,34

Meningkatnya nilai-nilai keagamaan siswa
4

Persentase lembaga pendidikan formal yang melaksanakan pendidikan

karakter keagamaan

100100100

Meningkatnya pengembangan dan

pelestarian seni budaya

5Persentase budaya daerah yang dilestarikan9057,5763,97
Rata-rata97,76

Sedangkan capaian indikator pendukung indikator sasaran pada tahun 2019 adalah sebagai berikut:

Tabel 3.3. Pengukuran Kinerja Indikator Pendukung Indikator Sasaran pada Tahun 2019

No

Indikator Sasaran / Indikator Kinerja Pendukung

Tahun 2019
Target 2019Realisasi 2019Capaian (%)
(1)(2)(4)(5)(6)
  1. Rata-rata lamasekolah
  2. Harapan lamasekolah
  3. Rata-rata nilai ujiannasional

-     SD/MI

-     SMP/MTs

7,60

13,14

7,80

13,14

102,03

100,00

71,50

84,80

118,60

52,8853,59101,34
1Angka Partisipasi Sekolah PAUD51,8988,02169,63
Angka Partisipasi Kasar PAUD43,1085,40198,14
2Angka Partisipasi Kasar
- SD/MI100,0088,8288,82
- SMP / MTs100,0087,7287,72
3Angka Partisipasi Murni
- SD/MI100,0082,3782,37
- SMP/MTS100,0073,8873,88

No

Indikator Sasaran / Indikator Kinerja Pendukung

Tahun 2019

Target

2019

Realisasi

2019

Capaian

(%)

(1)(2)(4)(5)(6)
4Angka Partisipasi Sekolah
- SD/MI100,0093,6893,68
- SMP/MTS100,0088,7388,73
5Persentase Guru yg memenuhi kualifikasi S1/D-IV96,1297,22101,14
6Angka Melanjutkan dari SD/MI ke SMP / MTs97,32101,91104,72
7Angka Melanjutkan dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA87,00114,23131,30
8Angka Kelulusan
- SD/MI100100100
- SMP/MTS100100100
9Angka Putus Sekolah
- SD/MI00,0799,93
- SMP/MTS00,1799,83

Persentase lembaga pendidikan formal yang melaksanakan

pendidikan karakter

100100100
10Rasio tenaga pendidik karakter keagamaan dengan jumlah kelas1:31:3100
Persentase Pelestarian Seni dan Budaya
11Persentase kesenian daerah yang dikembangkan21,5018,4285,67
12

Persentase Benda, situs dan kawasan Cagar Budaya yang

dikembangkan

1,933,96205,18
  1. B.Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja PerSasaran

 

Bagian ini akan menguraikan evaluasi dan analisis capaian kinerja yang menjelaskan capaian kinerja secara tiap indikator sebagai berikut:

 

 
  

Sasaran Meningkatnya akses dan mutu pendidikan diukur melalui 3 (tiga) indikator yaitu indikator Rata-rata lama sekolah, Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata nilai ujian Nasional untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs. Sasaran ini dimaksudkan untuk menggambarkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai institusi yang mempunyai Tupoksi di bidang pendidikan yang harus menyusun kebijakan dan perencanaan yang mengakomodir hak-hak masyarakat dalam mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas. Terjangkaunya layanan pendidikan dasar yang bermutu, relevan dan berkesetaraan adalah memberikan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat baik yang berada di pedesaan dan perkotaan serta tidak memandang tingkat dan derajat masyarakat serta responsive gender. Berbagai program kegiatan dilaksanakan untuk mendukung sasaran ini. Yaitu Program Pendidikan SD, Program Pendidikan SMP, Program Pendidikan Anak Usia Dini, Program Non Formal, Program Peningkatan mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Program Pelayanan Majemen Pendidikan dan Program Bantuan Operasional Sekolah. Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran ini disajikan dalam Tabel 3.4. sebagai berikut:

Tabel 3.4 Capaian Indikator Sasaran Meningkatnya Akses dan Mutu Pendidikan

NoIndikator KinerjaRealisasi 2018Tahun 2019Target Akhir RPJMD (2023)

Capaian s/d 2019

thd 2023 (%)

Target

Realisasi            %

Realisasi

(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)
1Rata-rata lama sekolah7,577,607,80102,037,68101,56
2Harapan lama sekolah13,1313,1413,14100,0013,1699,85
3

Rata-rata Nilai Ujian Nasional

-    SD/MI

-    SMP/MTs

70,41

51,37

71,50

52,88

80,63

56,07

112,77

106,03

74,00

58,92

108,96

95,16

Rata-rata105.21

Rata-rata lama sekolah adalah Jumlah tahun belajar penduduk usia 25 tahun ke atas yang telah diselesaikan dalam pendidikan formal (tidak termasuk tahun yang mengulang), yang digunakan untuk melihat kualitas penduduk dalam hal mengenyam pendidikan formal. Tingginya angka Rata-rata Lama Sekolah (MYS) menunjukkan jenjang pendidikan yang pernah/sedang diduduki oleh seseorang. Semakin tinggi angka MYS maka semakin lama/tinggi jenjang pendidikan yang ditamatkannya. Karena Angka rata-rata lama sekolah pada tahun 2019 tercapai 7,80 atau tercapai 102,03 dari target yang ditetapkan. Rata- rata lama sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas di Kabupaten Madiun tahun 2019 sebesar 7,80 ini masih setara jenjang SMP kelas VII. Jika dikaitkan dengan target yang di usulkan UNDP, maka rata-rata lama sekolah di Kaupaten Madiun relatif tertinggal. Masih perlu kerja keras dari pemerintah dan kesadaran masyarakat untu mengejar ketertinggalan sampai batas minimal pedidikan yang diusulkan UNDP yaitu 15 tahun.

Angka harapan lama sekolah (HLS) adalah lamanya sekolah (dalam tahun) yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang. HLS dapat digunakan untuk mengetahui kondisi pembangunan sistem pendidikan di berbagai jenjang dan dihitung pada usia 7 tahun ke atas karena mengikuti kebijakan pemerintah yaitu program wajib belajar. Capaian angka rata-rata lama sekolah pada tahun 2019 adalah 13,14 atau tercapai 100% dari target yang ditetapkan. Angka HLS diatas 13 tahun ini menunjukkan keberhasilan program wajib belajar sembilan tahun terutama untuk jenjang sekolah dasar. Upaya penuntasan wajib belajar sembilan tahun ini perlu ditingkatkan.

Untuk mewujudkan ketercapaian sasaran meningkatnya akses dan mutu pendidikan, didukung beberapa indikator, dengan rincian sebagai berikut:

  1. 1.Angka Partisipasi Sekolah dan Angka Partisipasi KasarPAUD
  2. Usia 0-6Tahun

Usia 0 – 6 tahun merupakan periode emas                     anak-anak.           Dengan meningkatkan aksesbilitas dan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini, diharapkan mampu mendukung dan mengembangkan                     kemampuan penerus bangsa yang berkualitas.

Mulai tahun 2019 capaian Angka Partisipasi PAUD dihitung khususnya untuk anak usia 0 – 6 tahun yang terlayani pendidikan yaitu pada jenjang TK, RA dan Kelompok Bermain. Untuk capaian Angka Partisipasi Sekolah dan Angka Partisipasi Kasar PAUD di Kabupaten Madiun pada tahun 2019 adalah sebagai berikut:

Tabel 3.5 Capaian Indikator Angka Partisipasi Sekolah dan Angka Partisipasi Kasar PAUD Tahun 2019

NoSasaran Strategis / Indikator KinerjaTahun2019Target Akhir RPJM (2023)

Capaian s/d 2019

thd 2023 (%)

Realisasi

2018

Target

2019

Realisasi             %

2019         Realisasi

(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)
1

Angka Partisipasi

Sekolah PAUD

49,4551,8946,3089,2358,4179,27
2

Angka Partisipasi

Kasar PAUD

42,7643,1041,1395,4352,67113,55
Rata - rata95,43

Realisasi Angka Partisipasi Sekolah PAUD (usia 0-6 tahun) pada tahun 2019 belum rilis, kurang dari angka yang ditargetkan yaitu 43,10%,dengan capaian kinerja sebesar 95,43%. Terjadi penurunan sebesar 3,15% point dari tahun 2018. Menurunnya Angka Partisipasi Sekolah PAUD (usia 0-6 tahun), disebabkan karena semakin besar anak usia 6 tahun yang sudah duduk di jenjang SD. Adapun pengukuran Indikator kinerja APS PAUD (usia 0-6 tahun) adalah :

Jumlah penuduk usia 0 – 6 tahun yang belajar di PAUD

x 100%

Jumlah penduduk usia   0 – 6 tahun

28.558 siswa

x 100

= 46,30%

61.687 orang

Realisasi Angka Partisipasi Kasar PAUD (usia 0-6 tahun) tahun 2019 adalah 41,13%, dibawah angka yang ditargetkan yaitu 43,10%,dengan capaian kinerja sebesar 95,43%. Terjadi penurunan sebesar 1,63% point dari tahun 2018. Siswa PAUD yang terhitung adalah siswa yang sedang belaar di jenjang TK, RA, KB, TPA, SPS. Angka Partisipasi Kasar PAUD (usia 0-6 tahun) cukup fluktuatif, hal ini dikarenakan semakin banyaknya anak usia antara 5-6 tahun yang sudah masuk jenjang SD sederajat. Adapun pengukuran Indikator kinerja APK PAUD (usia 0-6 tahun) adalah :

Jumlah siswa PAUD

x 100%

Jumlah penduduk usia   0 – 6 tahun

25.372 siswa

x 100

= 41,13%

61.687 orang

  1. Usia 5-6Tahun

Realisasi Angka Partisipasi Sekolah PAUD (usia 5-6 tahun) pada tahun 2019 adalah 88,02. Masih terdapat sekitar 11,98 penduduk usia 5-6 tahun yang belum mengenyam pendidikan. Karena standar Pelayanan Minimal pendidikan mewajibkan anak usia 5-6 tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan semua, maka diperlukan usaha lebih untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menyekolahkan anaknya yang berusia 5-6 tahun. Adapun pengukuran Indikator kinerja APK PAUD (Usia 5-6 tahun) adalah :

Jumlah penduduk usia 5 – 6 tahun yang sekolah

x 100%

Jumlah penduduk usia 5 – 6 tahun

17.134 siswa

x 100

= 88,02%

19.467 orang

Realisasi Angka Partisipasi Kasar PAUD (usia 5-6 tahun) pada tahun 2019 adalah 85,40%. Diharapkan dengan semakin besarnya kesadaran masyarakat untuk memberikan pendidikan sejak dini kepada anak-anaknya, memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan Angka Partisipasi Kasar PAUD (usia 5-6 tahun). Adapun pengukuran Indikator kinerja APK PAUD (usia 5-6 tahun) adalah :

Jumlah siswa usia 5 – 6 tahun

x 100%

Jumlah penduduk usia   5 – 6 tahun

16.624 siswa

x 100

= 85,40%

19.467 orang

Beberapa upaya yang dilakukan untuk pemenuhan target antara lain dengan :

  1. Insentif Guru kepada lembaga TK/KelompokBermain/SPS
  2. Pemberian APE bagi lembaga PAUD yangmembutuhkan
  3. Dukungan dari Pemerintah Pusat melalui DAK Non Fisik berupa BOP lembagaPAUD
  4. Peningkatan kompetensi guruPAUD

Rencana Aksi

ü Memberikan fasilitasi kepada masyarakat yang ingin mendirikan lembaga PAUD di Daerah yang sulit di jangkau.

ü Memperketat standar   pemberian   ijin kepada lembaga   TK,   Kelompok Bermain yang sudah memiliki lembaga dalam suatu wilayah.

  1. 2.Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI danSMP/MTs

Angka Partisipasi Kasar (APK) merupakan proporsi anak sekolah pada suatu jenjang tertentu terhadap penduduk pada kelompok usia tertentu yang digunakan untuk menunjukkan tingkat partisipasi penduduk secara umum pada suatu tingkat pendidikan. APK yang tinggi menunjukkan tingginya tingkat partisipasi sekolah, tanpa memperhatikan ketepatan usia sekolah pada jenjang pendidikannya. Jika nilai APK mendekati atau lebih dari 100 persen menunjukkan bahwa ada penduduk yang sekolah belum mencukupi umur dan atau melebihi umur yang seharusnya. Hal ini juga dapat menunjukkan bahwa wilayah tersebut mampu menampung penduduk usia sekolah lebih dari target yang sesungguhnya. Untuk capaian Angka Partisipasi Kasar SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Madiun pada tahun 2019 adalah sebagai berikut:

Tabel 3.6 Capaian Indikator Angka Partisipasi Kasar SD/MI dan SMP/MTs

NoSasaran Strategis Indikator Kinerja/            Realisasi 2018Tahun 2019Target Akhir RPJM (2023)

Capaian s/d 2019

thd 2023 (%)

Target

Realisasi           %

Realisasi

(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)
1APK
- SD/MI95,48100,0088,8288,82100,0088,82
- SMP / MTs93,56100,0087,7287,72100,0087,72
Rata – rata88,2788,27

  1. a.SD /MI/PaketA

Pada tahun 2019 target APK SD/MI/Paket A =100% dan tercapai APK SD=88,82% dan atau 88,82%. Angka Partisipasi Kasar SD/MI/Paket A dibawah 100% menunjukkan bahwa jumlah siswa SD/MI/Paket A di Kabupaten Madiun yang berjumlah 54.578, mengalami penurunan 4.156 siswa apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berjumlah 58.734 orang. Angka Partisipasi Kasar SD/MI/Paket A kurang dari 100% menunjukkan jumlah siswa jenjang SD/MI/Paket A yang bersekolah di Kabupaten Madiun jumlahnya lebih sedikit daripada jumlah penduduk usia 7-12 tahun. Terindikasi terdapat penduduk Kabupaten Madiun yang melanjutkan ke pondok pesantren, sekolah diluar kota atau tidak sekolah. Adapun pengukuran Indikator kinerja APK jenjang SD/MI/Paket A adalah :


Jumlah seluruh siswa pada jenjang SD/MI/Paket A di Kabupaten Madiun

x 100%

Jumlah penduduk usia 7 – 12 tahun

54.578 siswax100= 88,82%
61.726 orang

  1. b.SMP /MTs
Jumlah penduduk usia 13 – 15 tahun
 

x 100%

 
Jumlah seluruh siswa pada jenjang SMP/MTs/Paket B di Kabupaten Madiun
 
Target APK SMP/MTs/Paket B = 100% dan tercapai APK SMP/MTs/Paket B = 87,72% dan atau 87,72 %. Angka Partisipasi Kasar SMP/MTs dibawah 100% menunjukkan bahwa jumlah siswa SMP/MTs di Kabupaten Madiun yang bejumlah 25.747 siswa berkurang 959 siswa jika dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 26.706 siswa. Adapun pengukuran Indikator kinerja APK jenjang SMP/MTs adalah :

25.747 siswaX 100= 87,72%
29.497 orang

Permasalahan yang dihadapi di Kabupaten Madiun, untuk jenjang SMP sederajat belum mampu mencapai 100% karena selain masih terdapat anak usia 13-15 tahun yang melanjutkan ke pondok pesantren, sekolah diluar kota, lebih memilih bekerja atau tidak sekolah.

Untuk meningkatkan APK SD/MI dan SMP/MTs terutama untuk SD dan SMP yang menjadi kewenangan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berupaya untuk meningkatkan mutu baik dari sarana prasarana, kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan serta membangun sistem pendidikan yang lebih baik antara lain dengan menerapkan ekstra keagamaan, penguatan pembinaan karakter siswa dan memberikan informasi, sosialisasi dan fasilitasi untuk melanjutkan ke jalur pendidikan non formal yaitu melelaui pendidikan kesetaraan Paket A dan Paket B.

  1. 3.Angka PartisipasiMurni

APM merupakan Proporsi penduduk pada kelompok umur jenjang pendidikan tertentu yang masih bersekolah terhadap penduduk pada kelompok umur tersebut. APM menunjukkan seberapa banyak penduduk usia sekolah yang sudah dapat memanfaatkan fasilitas pendidikan sesuai pada jenjang pendidikannya. Jika APM sama dengan 100, berarti seluruh anak usia sekolah dapat bersekolah tepat waktu sesuai dengan jenjang usia sekolahnya.

Tabel 3.7 Capaian Indikator Angka Partisipasi Murni SD/MI dan SMP/MTs

NoSasaran Strategis Indikator Kinerja/         Realisasi 2018Tahun 2019Target Akhir RPJM (2023)

Capaian 2019 thd

2023 (%)

Target

Realisasi             %

Realisasi

(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)
1APM
- SD/MI88,74100,0082,3782,37100,0082,37
- SMP/MTS73,10100,0073,8873,88100,0073,88
Rata – rata78,1378,13

  1. a.SD/MI

Target APM SD/MI A=100% dan tercapai APM SD/MI =82,37% dan atau 82,37%. APM SD/MI kurang dari 100% berarti bahwa tidak semua anak usia sekolah SD/MI bersekolah tepat waktu sesuai dengan usia sekolahnya. Jumlah siswa SMP/MTs di Kabupaten Madiun yang tepat bersekolah sesuai dengn usia sekolahnya bejumlah 50.614 siswa berkurang

Jumlah penduduk usia 7 – 12 tahun
 
1.504 siswa jika dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 52.118 siswa.. Adapun APM SD/MI dengan perhitungan rumus sebagai berikut:

 
  

50.614 siswa

x 100 %

= 82,37 %

61.726 orang


  1. b.SMP /MTs
Jumlah penduduk usia 13 – 15 tahun
 

x 100 %

 
Target APM SMP/MTs =100% dan tercapai APM SMP/MTs = 73,88% dan atau 73,88%. APM SMP/MTs kurang dari 100% berarti bahwa tidak semua anak usia sekolah SMP/MTs bersekolah tepat waktu sesuai dengan usia sekolahnya. Realisasi tidak dapat mencapai target karena terdapat penduduk usia 13-15 tahun yang yang masih duduk di jenjang SD/MI/Paket A atau sudah duduk di jenjang SMA/SMK/MA/Paket C, melanjutkan ke pondok pesantren, sekolah diluar kota, lebih memilih bekerja atau tidak sekolah. Adapun APM SMP/MTs dengan perhitungan rumus sebagai berikut:

21.685 siswa

x 100 %

= 73,88 %

29.497 orang

Belum maksimalnya APM SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Madiun, antara lain terjadi karena selain karena adanya penduduk usia 7-12 tahun yang bersekolah di luar Kabupaten Madiun, juga terdapat penduduk usia 7-12 tahun yang sudah sekolah di SMP/MTs atau masih sekolah di TK, atau anak SD yang masih berusia kurang dari 7 tahun. Hal ini akan berdampak pada jenjang-jenajnag selanjutnya, dimana anak-anak yang mulai bersekolah lebih awal dari usia seharusnya otomatis akan semakin bertambah banyak juga. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa kecenderungan orang tua untuk menyekolahkan anaknya lebih awal dari usia seharusnya juga relatif besar, pada tahun 2019 terdapat sekitar 4,31

% siswa SD/MI yang berusia kurang dari 7 tahun dan 16,64% siswa SMP/MTs yang berusia kurang dari 13 tahun

Untuk meningkatkan APM SD/MI dan SMP/MTs terutama untuk SD dan SMP yang menjadi kewenangan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berupaya untuk memberikan sosisalisasi kepada sekolah melaui wali murid agar menyekolahkan anaknya sesuai dengan jenjang usia sekolahnya. Selain juga dalam aplikasi Dapodik sudah terdapat warning untuk siswa baru yang mendaftar di bawah usia seharusnya. Apabila terdapat siswa baru yang mendaftar di bawah usia seharusnya maka harus melampirkan rekomendasi dari psikolog atau dewan guru. Selain itu perlu adanya peran dari pemerintah Desa sebagai pemberi pelayanan yang terdekat dengan masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada warganya akan manfaaat sekolah sesuai dengan jenjang usia sekolahnya.

  1. 4.Angka PartisipasiSekolah

Angka Partisipasi Sekolah (APS) merupakan proporsi dari semua anak yang masih sekolah pada suatu kelompok umur tertentu terhadap penduduk dengan kelompok umur yang sesuai. APS yang dihitung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan adalah proporsi dari jumlah siswa pada suatu kelompok umur tertentu terhadap penduduk dengan kelompok umur yang sesuai. APS yang tinggi menunjukkan terbukanya peluang yang lebih besar dalam mengakses pendidikan secara umum. Pada kelompok umur mana peluang tersebut terjadi dapat dilihat dari besarnya APS pada setiap kelompok umur.

Tabel 3.8 Capaian Indikator Angka Partisipasi Sekolah SD/MI dan SMP/MTs

NoSasaran Strategis Indikator Kinerja/         Realisasi 2018Tahun 2019Target Akhir RPJMD (2023)

Capaian 2019 thd

2023 (%)

Target

Realisasi             %

Realisasi

(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)
1APS
- SD/MI95,8710093,6893,6810093,68
- SMP/MTS75,4910088,7388,7310088,73
Rata – rata91,2191,21

  1. c.SD/MI
Jumlah penduduk usia 7 – 12 tahun
 

x 100 %

 
Target APS SD/MI =100% dan tercapai APS SD/MI = 93,68% dan atau 93,68%. Capaian APS SD/MI dibawah 100% mengindikasikan bahwa belum semua penduduk Kabupaten Madiun usia 7-12 tahun menikmati layanan pendidikan di Kabupaten Madiun. Adapun pengukuran kinerja dengan perhitungan rumus :


57.562 siswa

x 100 %

= 93,68 %

61.726 orang

  1. d.SMP /MTs

x 100%

 
Jumlah penduduk usia 13 – 15 tahun yang bersekolah
 
Target APS SMP/MTs =100% dan tercapai APS SMP/MTs = 88,73% dan atau 88,73%.. Capaian APS SMP/MTs dibawah 100% mengindikasikan bahwa belum semua penduduk Kabupaten Madiun usia 13-15 tahun menikmati layanan pendidikan di Kabupaten Madiun. Adapun pengukuran kinerja dengan perhitungan rumus :

 
  

26.045 siswa

x 100 %

= 88,73%

29.497 orang

Belum maksimalnya APS SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Madiun antara lain disebabkan karena data base Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terbatas pada siswa. Belum terintegrasinya data kependudukan dan data pendidikan, sehingga belum bisa mengukur partisipasi sekolah penduduk secara riil. Pada awal tahun 2020, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah merilis aplikasi SPM dimana pada aplikasi SPM ini telah mengintegrasikan data Dapodik dengan data kependudukan pada aplikasi SIAK. Akan tetapi data yang ada pada aplikasi SPM ini masih perlu diverifikasi dan divalidasi terkait dengan data anak yang terindikasi tidak sekolah, apakah anak ini benar-benar tidak sekolah atau sekolah tetapi belum tercatat di sistem. Koordinasi dengan Bappeda, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kemenag, Kecamatan dan Pemerintahan Desa diharapkan dapat terwujudnya integrasi data kependudukan dan pendidikan, sehingga database anak tidak sekolah dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan SPM pendidikan di Kabupaten Madiun.

  1. 5.Guru yang memenuhi Kualifikasi S – 1 / D –IV

Kompetensi guru yang tinggi sangat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Salah satu indikator yang mendukung yaitu guru yang berkualifikasi S1/DIV. Guru yang berkualifikasi S1/DIV diharapkan mempunyai kompetensi yang mumpuni untuk memberikan pembelajaran yang berkualitas dan mendorong prestasi peserta didik.

Tabel 3.9. Capaian Indikator Guru Yang Memenuhi Kualifikasi S1/D IV

NoIndikator KinerjaRealisasi 2018Tahun 2019Target Akhir RPJMCapaian s/d2019 thd 2023
TargetRealisasi

%

Realisasi

(2019)(%)
(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)
1Guru yang memenuhi kualifikasi S1/D-IV96,4096,1297,22101,1599,3297,89
Rata-rata101,15

x 100 %

 
Jumlah Guru Berijazah D-IV/S-1
 
Realisasi Guru yang memenuhi Kualifikasi S – 1 / D – IV pada tahun 2019 sebesar 97,22% dari target sebesar 96,12%. Apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan Guru baik dari jenjang SD/MI, SMP/MTs memiliki ijazah S – 1 atau D – IV mengalami peningkatan sebesar 1,10% point. Adapun perhitungannya adalah sebagai berikut :

 
  

5.143

x 100 %

= 97,22 %

5.290

Upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan capaian indikator Guru yang memenuhi kualifikasi S1/D-IV antara lain yaitu memberikan kemudahan pemberian ijin belajar kepada guru-guru yang akan melanjutkan kuliahnya. Selain itu untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan di Kabupaten Madiun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga melaksanakan kegiatan berupa bimtek, sosialisasi, pelatihan dan workshop, misal untuk penguatan IT, penguatan guru karakter keagamaan,

pembelajaran e-learning, kurikulum dan hal lain yang diperlukan untuk ditingkatkan. Sedangkan untuk memacu prestasi dan kompetensi PTK, beberap kegiatan juga dilaksanakan antara lain yaitu lomba Inobel, seleksi olimpiade dan seleksi PTK berprestasi dengan sasaran para pendidik dan tenaga kependidikan di Kabupaten Madiun.

  1. 6.Angka Melanjutkan dari SD/MI keSMP/MTs

Angka Melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTs menunjukkan seberapa besar tingkat melanjutkan dari lulusan SD/MI ke tingkat selanjutnya. Semakin besar Angka Melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTs, menunjukkan semakin tinggi juga kesadaran masyarakat terhadap pendidikan.

Tabel 3.10. Capaian Indikator Angka Melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTs

NoIndikator KinerjaRealisasi 2017

Target

Tahun 2019

Realisasi

%

Target Akhir RPJM (2019)Capaian s/d2017 thd 2019 (%)
Realisasi
(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)
1Angka Melanjutkan dari SD/MI ke SMP / MTs97,3097,32101,91104,7297,42104,61

Capaian Angka Melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTs pada tahun untuk realisasi adalah 101,91% melampaui dari target 97,32%. Dengan capaian kinerja sebesar 104,72%. Apabila dibandingkan dengan tahun 2018, maka pada tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar 4,61% point.

Adapun pengukuran kinerja dengan rumus :

Jumlah siswa kelas I pada jenjang SMP/MTs

x 100 %

Jumlah lulusan SD/MI
 
  

9.489 siswa lulusan
 
9.670 siswa baru
 
Angka Melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTs di atas 100% menunjukkan bahwa siswa baru (kelas VII) di jenjang SMP/MTs/Paket B lebih banyak dari jumlah lulusan SD/MI/Paket A. Hal ini dikarenakan dengan diberlakukannya aturan zonasi penerimaan peserta didik baru, maka siswa

lulusan dari SD/MI Kabupaten Madiun semakin sedikit yang bisa melanjutkan ke luar Kabupaten Madiun. Di lain sisi untuk MTs dan sekolah swasta tidak terkena aturan zonasi, sehingga siswa dari kabupaten/kota sekitar masih bisa masuk di Kabupaten Madiun. Jumlah siswa kelas VII pada akhir tahun 2019 sejumlah 9.670 siswa, bertambah 828 siswa jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yag berjumlah 8.842 siswa.

Agar kualitas pendidikan di Kabupaten Madiun tetap terjaga dan lebih baik lagi maka diperlukan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan terutama kompetensi pendidik jenjang SMP/MTs juga perlu ditingkatkan. Selain itu untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi peserta didik, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga melaksanakan berbagai jenis lomba, maupun mengikut sertakan siswa dalam ajang kompetisi baik akademik maupun non akademik, di tingkat provinsi maupun nasional.

  1. 7.Angka Melanjutkan dari SMP/MTs keSMA/SMK/MA

Angka Melanjutkan dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA menunjukkan seberapa besar tingkat melanjutkan dari lulusan SMP/MTs ke tingkat selanjutnya. Semakin besar Angka Melanjutkan dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA, menunjukkan semakin tinggi juga kesadaran masyarakat untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi.

Tabel 3.10 Capaian Indikator Angka Melanjutkan dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA

Capaian Kinerja Angka Melanjutkan dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA pada tahun 2019 sebesar 114,23%, tercapai dan melebihi target yang telah di tetapkan dengan capaian kinerja sebesar 131,30%.

Adapun penghitungan indikator kinerja dengan rumus :

Jumlah siswa melanjutkan ke jenjang SMA/SMK/MA

x 100 %

Jumlah lulusan SMP/MTs TA. 2018/2019
 
  

Angka Melanjutkan dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA di atas 100% menunjukkan bahwa siswa baru (kelas X) di jenjang SMA/SMK/MA lebih banyak dari jumlah lulusan SMP/MTs. Hal ini dikarenakan dengan diberlakukannya aturan zonasi penerimaan peserta didik baru, maka siswa lulusan dari SMP/MTs Kabupaten Madiun semakin sedikit yang bisa melanjutkan ke luar Kabupaten Madiun. Di lain sisi untuk MA, SMK dan sekolah swasta tidak terkena aturan zonasi, sehingga siswa dari kabupaten/kota sekitar masih bisa masuk di Kabupaten Madiun. Jumlah siswa kelas IX pada akhir tahun 2019 sejumlah 10.218 siswa, bertambah

2.430 siswa jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yag berjumlah 7.788 siswa.

  1. 8.AngkaKelulusan

Angka kelulusan menjadi salah satu indikator atau tolak ukur tingkat keberhasilan sekolah dalam melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Angka kelulusan tinggi bisa pula dianggap sebuah prestasi sehingga kebanggaan bagi sekolah yang bersangkutan. Angka kelulusan adalah perbandingan antara jumlah lulusan tahun sekarang dibandingkan dengan jumlah siswa kelas tertinggi pada tahun sebelumnya.

Tabel 3.11 Capaian Indikator Angka KelulusanSD/MI, SMP/MTs dan Paket A/B/C

NoIndikator KinerjaRealisasi 2018Tahun 2019Target Akhir RPJM (2023)

Capaian 2019 thd

2023 (%)

TargetRealisasi             % Realisasi
(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)
Angka Kelulusan
- SD/MI100,00100100,00100,00100100,00
- SMP/MTS100,00100100,00100,00100100,00
- Paket A/B/C100,00100100,00100,00100100,00
Rata-rata100,00

  1. JenjangSD/MI

Tingkat capaian angka Kelulusan pada jenjang SD/MI dengan target sebesar 100% dengan realisasi sebesar 100%. Dengan capaian kinerja sebesar 100%. Formulasi Angka kelulusan pada jenjang SD/MI adalah:

Jumlah lulusan SD/MI tahun ajaran

2018/2019

x 100 %

Jumlah siswa kelas VI SD/MI pada tahun

ajaran 2018/2019

9.489 siswa
 
9.489 siswa
 

x 100 %     = 100 %

 
Angka kelulusan pada jenjang SD pada tahun 2019 hasilnya 100%. Ini menunjukkan bahwa semua siswa kelas VI jenjang SD/MI pada tahun ajaran 2018/2019 di Kabupaten Madiun lulus semua.

  1. JenjangSMP/MTs

X 100%

 
Tingkat capaian angka Kelulusan pada jenjang SMP/MTs dengan target sebesar 100% dengan realisasi sebesar 100%. Dengan capaian kinerja sebesar 100%. Formulasi Angka kelulusan pada jenjang SMP/MTs adalah:

8.945siswa

X 100 %

= 100,00%

8.945siswa

Sedangkan untuk jenjang SMP/MTs angka kelulusan pada tahun 2019 tercapai 100%, sesuai target yang ditetapkan. Hal ini menunjukkan bahwa siswa kelas IX pada tahun 2019 di Kabupaten Madiun dinyatakan lulus semuanya.

  1. PaketA/B/C

Tingkat capaian angka Kelulusan pada Paket A/B/C dengan target sebesar 100% dengan realisasi sebesar 100%. Dengan capaian kinerja sebesar 100%. Formulasi Angka kelulusan Paket A/B/C adalah:

Jumlah lulusan Paket A/B/C tahun ajaran 2018/2019

x 100 %

Jumlah warga belajar Paket A/B/C pada tahun ajaran 2018/2019

190wargabelajar

x 100 %

= 100 %

190wargabelajar

Angka kelulusan paket A/B/C pada tahun 2019 hasilnya 100%. Ini menunjukkan bahwa semua warga belajar yang mengikuti ujian Paket A/B/C pada tahun ajaran 2018/2019 di Kabupaten Madiun lulus semua.

  1. 9.Angka PutusSekolah

Angka putus sekolah digunakan untuk mengukur kemajuan pembangunan di bidang pendidikan dan untuk melihat keterjangkauan pendidikan maupun pemerataan pendidikan pada masing-masing kelompok umur. Berikut adalah capaian angka putus sekolah Kabupaten Madiun pada tahun 2019:


Tabel 3.12 Capaian Indikator Angka Putus SekolahSD/MI dan SMP/MTs

NoIndikatorKinerjaRealisasi 2018Tahun 2019Target Akhir RPJM (2023)

Capaian 2019 thd

2023 (%)

TargetRealisasi           % Realisasi
(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)
Angka Putus Sekolah
- SD/MI0,010,000,0899,920,0099,92
- SMP/MTS0,200,000,1899,820,0099,82
Rata-rata99,8799,87

  1. a.SD/MI

x 100%

 
Tingkat Angka Putus Sekolah pada jenjang SD/MI pada tahun 2019 sebesar 0,08 % mengalami kenaikan 0,07% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Formulasi Angka Putus Sekolah pada jenjang SD/MI adalah:

  1. b.
54.578 Siswa SD/MI seluruhnya
 
41 siswa SD/MI putus sekolah
 

x 100 %               = 0,08%

 
SMP/MTs

x 100 %

 
Tingkat Angka Putus Sekolah pada jenjang SMP/MTs pada tahun 2019 sebesar 0,18% atau mengalami penurunan 0,02% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Formulasi Angka Putus Sekolah pada jenjang SMP/MTs adalah:
 
  

Penyebab siswa putus sekolah disebabkan beberapa faktor antara lain :

ü  Masih   adanya    masyarakat   yang    kesadaran   akan    pentingnya pendidikan rendah, sehingga kurang memberikan dukungan ketika


anak-anaknya memasuki usia sekolah untuk menyelesaikan pendidikannya.

ü  Pengaruh budaya barat seperti pergaulan bebas, narkoba dan kenakalan remaja lainnya yang menyebabkan siswa terpaksa putus sekolah sudah tidak bisa ditoleransi oleh lembaga, sehingga siswa dikeluarkan dari sekolah.

Berikut ini adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisir angka putus sekolah di Kabupaten Madiun :

ü Bimbingan dan konseling untuk siswa

ü Memberikan materi parenting kepada wali murid akan pentingnya pendidikan

ü Kunjungan guru ke orang tua siswa dan memberikan pembinaan

Beberapa prestasi yang diperoleh Kabupaten Madiun di bidang pendidikan baik akademik maupun non akademik yaitu:

  1. Medali Emas Olimpiade Olahraga Siswa Nasional tingkat Nasional Cabor Renang Gaya Bebas 100 m Putra jenjangSD
  2. Medali Emas Olimpiade Olahraga Siswa Nasional tingkat Nasional Cabor Renang Gaya Bebas 50 m Putra jenjangSD
  3. Medali Perunggu Olimpiade Olahraga Siswa Nasional tingkat Nasional Cabor Renang Gaya Punggung Putra jenjangSD
  4. Medali Perunggu Olimpiade Olahraga Siswa Nasional tingkat Provinsi Cabor Senam Gymnastik Putra jenjangSD
  5. Medali Perunggu Olimpiade Olahraga Siswa Nasional tingkat Provinsi Cabor Senam Gymnastik Putra jenjangSD
  6. Juara III Nutrition Goes To School (NTGS) TingkatNasional
  7. Sekolah Adiwiyata Nasional Tingkat SMP (SMP N 4Mejayan)
  8. Sekolah Adiwiyata Nasional Tingkat SD (SD N Mejayan01)
  9. Medali Emas Olimpiade Olahraga Siswa Nasional tingkat Provinsi Cabor Renang Gaya Bebas 100 m Putra jenjangSD
  10. Medali Emas Olimpiade Olahraga Siswa Nasional tingkat Provinsi Cabor Renang Gaya Bebas 50 m Putra jenjangSD
  11. Medali Emas Olimpiade Olahraga Siswa Nasional tingkat Provinsi Cabor Renang Gaya Punggung Putra jenjangSD
  12. Medali Perak Olimpiade Olahraga Siswa Nasional tingkat Provinsi Cabor Pencak Silat Putra jenjangSD
  13. Medali Emas Olimpiade Olahraga Siswa Nasional tingkat Provinsi Cabor Bulu Tangkis Tunggal Putri JenjangSMP
  14. Medali Perak Olimpiade Olahraga Siswa Nasional tingkat Provinsi Cabor Pencak Silat Putri JenjangSMP
  15. Medali Perak Olimpiade Olahraga Siswa Nasional tingkat Provinsi Cabor Pencak Silat Putri JenjangSMP
  16. Medali Perunggu Olimpiade Olahraga Siswa Nasional tingkat Provinsi Cabor Pencak Silat Putra JenjangSMP
  17. Juara II Inovasi Teknologi Award Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 Kategori Inovasi Teknologi BidangLingkungan


 
  

 

Karakter merupakan ciri khas individu yang ditunjukkan melalui cara bersikap, berperilaku, dan bertindak untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Anak memiliki karakter baik akan menjadi orang dewasa yang mampu membuat keputusan dengan baik dan tepat serta siap mempertanggungawabkan setiap keputusan diambil. Sudah seharusnya sekolah sebagai institusi pendidikan turut menanamkan karakter baik pada tiap individu anak.

Berikut ini dalah capaian indikator kinerja untuk Meningkatnya nilai-nilai keagamaan siswa.

Tabel 3.13. Pengukuran Kinerja Meningkatnya Nilai-nilai Keagamaan Siswa.

NoIndikator KinerjaRealisasi 2018Tahun 2019Target Akhir RPJM (2019)

Capaian 2019 thd

2019 (%)

Target

Realisasi           %

Realisasi

(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)
1

Persentase lembaga pendidikan formal yang melaksanakan

pendidikan karakter

100100100100100100
Rata-rata100

Sedangkan   hasil   capaian   indikator   pendukung    dari    indikator   sasaran   2

Meningkatnya Nilai-nilai Keagamaan Siswa adalah sebagai berikut:

Tabel 3.14. Pengukuran Kinerja Rasio tenaga pendidik karakter keagamaan dengan jumlah kelas.

NoIndikator KinerjaRealisasi 2018Tahun2019Target Akhir RPJM (2023)

Capaian 2019 thd

2023 (%)

Target

Realisasi                 %

Realisasi

(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)
1

Rasio tenaga pendidik karakter keagamaan

dengan jumlah kelas

1:31:31:31001:3100
Rata-rata100

Peningkatan nilai-nilai keagamaan siswa dilakukan antara lain dengan kegiatan:

  1. Ekstra wajibkeagamaan
  2. Pembiasaan sikap dan perilaku yang baik disekolah
  3. Melibatkan orangtua siswa dalam mengatasi perilaku tidak baik siswa degan cara mengirimkan surat, memanggil orangtua atau melalui kunjungan ke rumah yangbersangkutan.

Arus globalisasi dan masuknya budaya asing sangat mempengaruhi perilaku generasi muda. Kenyataan menunjukkan bahwa banyak generasi muda yang telah meninggalkan atau kurang memahami budaya bangsa sendiri. Oleh karena itu perlu dilakukan peningkatan ketahanan budaya melalui pendidikan dengan strategi pengembangan dan pelestarian seni budaya daerah. Berikut ini dalah capaian indikator kinerja untuk Meningkatnya Perkembangan dan Pelestarian Budaya.

Tabel 3.15. Pengukuran Kinerja Meningkatnya Perkembangan dan Pelestarian Budaya

NoIndikator KinerjaRealisasi 2018

Target

Tahun 2019

Realisasi

%

Target Akhir RPJM (2023)

Capaian 2019 thd

2023 (%)

Realisasi
(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)
1Persentase budaya daerah yang dilestarikan1009057,5763,9710063,97
Rata-rata63,97

Realisasi indikator kinerja Persentase budaya daerah yang dilestarikan pada tahun 2019 adalah 57,57% atau tercapai 63,97% dari target. Realisasi tidak mencapai target karena pada tahun 2019 dilakukan pendataan ulang database obyek budaya.

Sedangkan hasil capaian indikator pendukung dari indikator sasaran 2

Meningkatnya Perkembangan dan Pelestarian Budaya adalah sebagai berikut:

Tabel 3.16. Pengukuran Indikator Penunjang Indikator Kinerja Sasaran Meningkatnya Perkembangan dan Pelestarian Budaya

NoIndikator KinerjaRealisasi 2018Tahun 2019Target Akhir RPJM (2023)

Capaian 2019 thd

2023 (%)

Target

Realisasi             %

Realisasi

(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)
1

Persentase budaya daerah yang

dikembangkan

-21,5018,4285,6710085,67
2

Persentase benda situs cagar budaya yang

dikembangkan

-1,933,96205,188,2148,23
Rata-rata100

Persentase budaya daerah yang dikembangkan. Target Persentase budaya daerah yang dikembangkan = 21,50% dan tercapai Persentase budaya daerah yang dikembangkan = 18,42% dan atau 85,67%. Budaya daerah yang dikembangkan pada tahun 2019 yaitu 175 buah/jenis dari 950 buah/jenis budaya.

Sedangkan persentase benda situs cagar budaya yang dikembangkan. Target Persentase benda situs cagar budaya yang dikembangkan = 1,93% dan tercapai Persentase benda situs cagar budaya yang dikembangkan = 3,96% dan atau 205,18%. Benda situs cagar budaya yang dikembangkan pada tahun 2019 yaitu 9 dari 15 situs dan 212 benda cagar budaya yang ada di Kabupaten Madiun. Benda cagar budaya merupakan peninggalan seni dan budaya yang berada di Kabupaten Madiun. Jumlah benda cagar budaya pada tahun 2019 bertambah dari tahun sebelumnya yaitu 212 buah, bertambah 5 buah. Adapun lokasi benda cagar budaya antara lain:

  1. Pendopo Muda Graha Pemerintah KabupatenMadiun
  2. Pendopo Kecamatan Geger ( Kawedanan Madiun)
  3. Makam Kuncen, Kec.Mejayan
  4. Makam Raden Ngabei Prawiro Dipuran, Kec.Mejayan
  5. Situs Lambang Kuning Nglambangan di Kec.Wungu
  6. Kawasan Monumen Kresek di Kec.Wungu
  7. Kelompok Arca Kec.Mejayan
  8. Situs Wonorejo ( Lingga Yoni ) di Kec.Mejayan
  9. Situs Ngurawan dan SitusNgumbul
  10. Situs Mangiran Kec.Saradan
  11. Masjid, Sewulan, Kec.Dagangan
  12. Masjid Barjarsari, Kec. Dagangan
  13. Prasasti Bibrik, Desa Bibirk, Kec,Jiwan
  14. PrasastiKlagen Serut dan Arca Dewi Sri di Klagen Serut, Kec.Jiwan
  15. Situs Kedondong Kec.Kebonsari
  16. BCB yang telah diregistrasi sebanyak 180buah

Agar karakter dan budaya bangsa tidak punah, maka terdapat beberapa strategi ketahanan budaya yang akan ditempuh yaitu:

  1. Meningkatkan pendidikan seni dan budaya, cagar budaya, nilai budaya melalui kegiatan peningkatan pendidikan jalur formal, non formal, dan informal sejak usiadini
  2. Meningkatkan pemahaman tentang seni dan budaya dan sejarah perjuangan bangsa
  3. Meningkatkan intensitas kunjungan siswa ketempat sejarah dan situs cagar budaya
  4. Meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan, seni budaya dankepurbakalaan
  5. Melakukan pengelolaan kebudayaan melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan dan apresiasi seni danbudaya.

Beberapa prestasi yang diperoleh Kabupaten Madiun di bidang pendidikan yaitu:

  1. Juara Harapan II Festival dan Seni Siswa Nasional Tingkat Provinsi Cabang Seni DesainPoster
  2. Kategori Emas Jenjang SD Pagelaran/ Lomba Seni dalam rangka Pemberdayaan dan Pengembangan Seni Tradisi(PPST)
  3. Juara Harapan 1 Lomba Patung SMP Tngkat ProvinsiJatim.